Kota Tua, Jakarta — Turis Asing Dijambret, Ponsel Raib
Liburan impian di Kota Tua tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk. Seorang wisatawan asing yang sedang asyik berburu konten Instagramable di kawasan wisata iko
Liburan impian di Kota Tua tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk. Seorang wisatawan asing yang sedang asyik berburu konten Instagramable di kawasan wisata ikonik Jakarta ini harus kehilangan ponsel kesayangannya akibat ulah rampok jalanan. Kejadian yang bikin merinding ini langsung viral di linimasa, mengingatkan kita semua bahwa #TidakAdaYangAman.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden terjadi pada sore hari kemarin. Saat itu, korban—seorang backpacker yang diduga berasal dari Eropa—sedang asyik merekam video panorama bangunan kolonial. Tiba-tiba, dari arah belakang melaju sepeda motor dengan dua orang berboncengan. Tanpa aba-aba, pelaku yang dibonceng langsung merenggut ponsel dari tangan korban dan gas pol. Momen “bestie vibes” pun berubah menjadi “bye-bye phone” dalam hitungan detik.
Kronologi: Dari #Healing ke #HealingTapiNangis
- Pukul 16.00 WIB: Korban tiba di Pelataran Kota Tua, menyewa topi lebar dan membeli es krim durian—mood healing on.
- Pukul 16.15 WIB: Mulai sesi foto di depan Museum Fatahillah, menggunakan iPhone 15 Pro Max warna Natural Titanium (harga sekitar Rp20 jutaan).
- Pukul 16.20 WIB: Saat sedang merekam video slow-motion burung merpati terbang, sebuah motor matik hitam tanpa pelat nomor melintas perlahan dari belakang.
- Pukul 16.21 WIB: Pelaku yang dibonceng langsung menyambar ponsel korban dengan gerakan cepat seperti “yoink” di meme Spongebob. Korban sempat kaget dan berteriak, namun pelaku segera tancap gas ke arah Jalan Kali Besar.
- Pukul 16.30 WIB: Korban melapor ke petugas keamanan dan berusaha melacak ponsel lewat fitur Find My, sayangnya pelaku sudah mematikan perangkat.
- Pukul 17.00 WIB: Unggahan permintaan tolong di Instagram Story oleh teman korban menyebar luas, memicu kemarahan netizen.
Reaksi Netizen: Dari Emoji Nangis Sampai Teori Konspirasi
Kejadian ini langsung ramai diperbincangkan. Banyak yang menyayangkan minimnya pengamanan di tempat wisata favorit. “Padahal baru minggu lalu ada razia preman, kok masih ada jambret?” tulis akun @wisatasejati. Ada juga yang mengaitkan dengan tren “Jakarta tidak aman” di Twitter.
Tidak ketinggalan, meme-meme lucu bermunculan. Ada yang mengedit foto korban dengan caption “Expectation: Happy holiday di Jakarta. Reality: Kehilangan HP dalam 3 detik.” Lainnya membuat video TikTok dengan suara audio viral “It was at this moment he knew, he messed up.” Bahkan, tagar #KotaTuaRawan mulai ramai digunakan oleh warganet yang ingin berbagi cerita serupa.
Tips Anti-Jambret ala Gen Z (Biar Tetap Bisa Flexing)
Biar kamu nggak jadi korban berikutnya, yuk terapkan beberapa tips kece berikut:
- Gunakan phone strap atau casing anti-snatch. Sekarang banyak aksesori kayak gini yang bisa bikin HP susah direbut.
- Jangan pakai HP terlalu lama di tempat ramai. Kalau mau foto, minta teman yang jadi “lookout” atau pakai mode quick shot biar bisa langsung simpan lagi.
- Manfaatkan fitur keamanan. Kalau pakai iPhone, aktifkan Stolen Device Protection agar pencuri susah reset. Android punya fitur serupa di Google Find My Device.
- Simpan barang di tas depan atau waist bag. Hindari tas ransel yang gampang diakses dari belakang, apalagi kalau kamu lagi asyik menikmati vibe vintage Kota Tua.
Jadi, gimana menurut kalian? Apakah keamanan di destinasi wisata Jakarta sudah cukup? Atau kalian punya pengalaman serupa? Share cerita kamu di kolom komentar ya! Biar kita semua bisa lebih waspada dan tetap bisa healing tanpa drama kehilangan.
Polling Cepat: Menurutmu, tempat wisata mana yang paling rawan jambret di Indonesia?
- Kota Tua, Jakarta
- Malioboro, Jogja
- Kuta, Bali
- Lainnya (sebutkan di komentar)
Comments (0)