KPK Kembali Panggil Billy Beras, Kali Ini Terkait Proyek Rel di Jawa Timur
Jakarta – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam membongkar kasus mega proyek jalur kereta api semakin agresif. Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami pada Selasa (7/7/2026), Tim
Jakarta – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam membongkar kasus mega proyek jalur kereta api semakin agresif. Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami pada Selasa (7/7/2026), Tim Penyidik KPK kembali melayangkan panggilan pemeriksaan terhadap seorang pengusaha kunci, Billy Haryanto, yang lebih dikenal luas dengan julukan Billy Beras. Pemanggilan ini menjadi babak terbaru dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Berbeda dari jadwal pemeriksaan sebelumnya, kali ini Billy dijadwalkan untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam fokus penyidikan yang mengerucut pada proyek pembangunan rel di wilayah Jawa Timur. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan agenda pemeriksaan tersebut kepada awak media. "Saksi diperiksa dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan jalur kereta api di lingkungan DJKA untuk wilayah Jawa Timur," ujar Budi Prasetyo dalam keterangan resminya.
Ekspansi Penyidikan ke Jawa Timur
Pemanggilan Billy Beras ke Gedung Merah Putih mengindikasikan bahwa upaya pemberantasan korupsi di sektor perkeretaapian terus meluas. Kasus yang semula menyoroti proyek-proyek di wilayah lain ini kini bergulir memasuki ranah pembangunan infrastruktur transportasi di Jawa Timur. Hal ini merupakan sinyal kuat bahwa KPK menemukan adanya benang merah indikasi praktik "kongkalikong" antara pejabat pembuat komitmen dan para vendor atau kontraktor dalam pengerjaan rel-rel vital di daerah tersebut.
Billy Haryanto bukanlah nama baru dalam pusaran kasus DJKA. Sosoknya telah beberapa kali memenuhi panggilan tim penyidik dan sempat dicegah bepergian ke luar negeri. Keberadaannya sebagai saksi diyakini memiliki peran krusial untuk mengungkap bagaimana aliran dana proyek senilai triliunan rupiah itu dimainkan. Meski demikian, Budi Prasetyo belum dapat memberikan keterangan lebih rinci mengenai materi apa yang akan didalami penyidik terhadap Billy kali ini. "Materi pemeriksaan masih dalam proses pengembangan, kami belum bisa membuka ke publik," tambahnya.
Kemenhub Juga Jadi Sorotan
Tak hanya dari kalangan swasta, KPK juga turut memanggil saksi lain dari internal Kementerian Perhubungan. Saksi tersebut adalah Andrew Mauristna Hadi, yang tercatat sebagai staf pada Biro Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara (LPPBMN) Sekretariat Jenderal Kemenhub. Pemanggilan Andrew bersamaan dengan Billy menunjukkan bahwa penyidik tengah mendalami sisi administrasi dan proses procurement di balik proyek rel Jawa Timur tersebut.
Peran Biro LPPBMN sendiri sangat vital dalam setiap proyek pemerintah, terutama dalam proses lelang dan pengelolaan kontrak. Kehadiran Andrew diharapkan mampu menjelaskan detail teknis pengadaan serta keabsahan dokumen dari para pelaksana proyek yang ditunjuk.
Hingga berita ini diturunkan, awak media kami masih terus memantau kedatangan kedua saksi ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik.
Comments (0)