Kritikan Keras Biden ke Trump

Washington – Mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden kembali menjadi sorotan setelah melontarkan kritik tajam terhadap penerusnya, Presiden Donald Trump. Dua tahun pasca-debat capres yang penuh k

Jul 06, 2026 - 13:26
0 1
Kritikan Keras Biden ke Trump

Washington – Mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden kembali menjadi sorotan setelah melontarkan kritik tajam terhadap penerusnya, Presiden Donald Trump. Dua tahun pasca-debat capres yang penuh ketegangan, Biden dengan lantang menyebut Trump sebagai “pecundang korup” dan pribadi yang narsistik. Pernyataan tersebut, menurut laporan Warkini.com pada Senin (29/6/2026), disampaikan dalam sebuah forum diskusi tertutup yang digelar di kediamannya di Delaware.

Debat Bersejarah yang Mengubah Segalanya

Kritik terbaru Biden ini tidak bisa dilepaskan dari peristiwa debat presiden tahun 2024 yang berlangsung panas. Saat itu, Biden dan Trump saling serang dalam debat yang kemudian dinilai sebagai salah satu yang paling keras dalam sejarah politik Amerika. Penampilan Biden yang dianggap kurang meyakinkan memicu desakan dari kubu Partai Demokrat agar ia mundur dari pertarungan menuju Gedung Putih. Akhirnya, Biden mengumumkan pengunduran dirinya, membuka jalan bagi kandidat lain untuk maju.

"Dia adalah pecundang korup yang tidak pernah mau mengakui kesalahan. Sifat narsismenya begitu kentara, dan itu berbahaya bagi negara," ujar Biden merujuk pada Trump.

Narsisme dan Korupsi: Dua Tuduhan Utama

Biden tidak hanya melontarkan hinaan, tetapi juga mengaitkan sejumlah kasus hukum yang membelit Trump semasa menjabat. Ia menyoroti pola kepemimpinan yang menurutnya hanya mementingkan ego pribadi ketimbang kepentingan rakyat. "Kita butuh pemimpin yang rendah hati, bukan sosok yang merasa selalu benar dan kebal hukum," tambah Biden. Warkini.com mencatat, tuduhan korupsi telah lama menjadi senjata politik kubu Demokrat terhadap Trump, namun pernyataan langsung Biden kali ini dianggap sebagai serangan paling personal sejak ia meninggalkan jabatan.

Para analis politik menilai, meskipun Biden sudah tidak lagi memegang jabatan publik, suaranya masih memiliki bobot besar di kalangan basis pendukung Partai Demokrat. Kritik tersebut diperkirakan akan memanaskan kembali atmosfer politik menjelang pemilu paruh waktu, sekaligus membuka kembali luka perdebatan yang pernah mengguncang panggung politik AS dua tahun silam. Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Biden.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User