Lombok Barat — Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Serentak, AHY Sampaikan Komitmen Swasembada
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam peresm
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam peresmian lima bendungan serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026). Peresmian ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi swasembada pangan, air, dan energi di tengah tantangan perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan domestik. AHY menegaskan, kolaborasi infrastruktur sumber daya air adalah pilar utama transformasi ekonomi kerakyatan yang dicanangkan Presiden Prabowo.
Prosesi Peresmian di Bendungan Meninting
Acara dimulai sejak pagi dengan peninjauan menyeluruh fasilitas bendungan oleh Presiden Prabowo dan Menko AHY. Prosesi berlangsung dalam rangkaian yang tertata dan melibatkan para pemangku kepentingan daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga kelompok tani penerima manfaat.
- 08.30 WITA – Presiden Prabowo dan rombongan tiba di Kompleks Bendungan Meninting. AHY menyambut langsung dan memberikan laporan singkat terkait capaian pembangunan lima bendungan yang seluruhnya rampung sesuai target.
- 09.15 WITA – Peninjauan area pelimpah (spillway) dan pusat kendali. Presiden dan AHY berdialog dengan tim insinyur mengenai penerapan sistem manajemen air berbasis kecerdasan buatan yang diadopsi di Bendungan Meninting, memungkinkan pemantauan debit, kualitas air, dan prediksi banjir secara real-time.
- 10.00 WITA – Puncak peresmian simbolis: penekanan sirine dan pembukaan pintu air utama secara digital oleh Presiden Prabowo, didampingi AHY dan disaksikan ribuan warga. Gubernur dari NTB, NTT, dan perwakilan provinsi penerima manfaat lain terhubung melalui konferensi video dari masing-masing bendungan.
- 10.45 WITA – Penanaman pohon beringin dan kayu putih endemik sebagai simbol keberlanjutan ekosistem daerah tangkapan air. Presiden menekankan pentingnya konservasi hulu untuk usia pakai bendungan yang panjang.
- 11.30 WITA – Konferensi pers bersama dan penandatanganan prasasti peresmian. AHY mendampingi Presiden menyampaikan poin-poin kunci kebijakan infrastruktur air nasional.
Lima Bendungan Strategis, Satu Sinergi Swasembada
Kelima bendungan yang diresmikan secara serentak adalah hasil program percepatan pembangunan infrastruktur air 2022–2026 yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, kementerian koordinator, dan pemerintah daerah. Peresmian ini menandai rampungnya Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor sumber daya air untuk wilayah Nusa Tenggara.
- Bendungan Meninting (Lombok Barat, NTB) – kapasitas tampung 13,8 juta m³, mengairi 1.559 hektare lahan irigasi, menyediakan air baku 150 liter/detik bagi 60.000 jiwa, dan potensi listrik mikrohidro 0,8 MW.
- Bendungan Bintang Bano (Sumbawa Barat, NTB) – kapasitas tampung 76 juta m³, mengairi 6.700 hektare lahan pertanian dan menyuplai air baku untuk 95.000 jiwa.
- Bendungan Tiu Suntuk (Sumbawa, NTB) – kapasitas tampung 38,9 juta m³, pasokan air baku bagi 130.000 jiwa serta irigasi 3.200 hektare sawah produktif.
- Bendungan Tanju (Dompu, NTB) – kapasitas tampung 18 juta m³, membangkitkan listrik mikrohidro 1,2 MW dan mengendalikan banjir musiman di Kota Dompu.
- Bendungan Mila (Bima, NTB) – kapasitas tampung 27,5 juta m³, irigasi 2.600 hektare lahan, pengamanan banjir, dan pariwisata edukasi air terpadu.
Secara akumulatif, kelima bendungan menyumbang kapasitas tampung 174,2 juta m³, memperluas cakupan irigasi teknis lebih dari 14.000 hektare, dan menjamin air baku bagi lebih dari 300.000 jiwa. Kapasitas energi mikrohidro yang dihasilkan mencapai 2,0 MW, mendukung elektrifikasi pedesaan.
Pernyataan AHY: Dari Infrastruktur ke Kedaulatan Pangan
Dalam sambutannya, AHY menekankan bahwa peresmian lima bendungan bukan sekadar seremoni, melainkan titik balik pengelolaan air nasional. “Hari ini kita menyaksikan bagaimana infrastruktur hadir menjawab kebutuhan rakyat. Air adalah sumber kehidupan. Dengan tata kelola air yang modern dan terintegrasi, swasembada pangan bukan lagi janji, melainkan kenyataan yang bisa diukur dari panen yang meningkat dan desa yang makin sejahtera,” ujar AHY di hadapan Presiden dan masyarakat.
AHY menambahkan, data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa peningkatan luas irigasi dari kelima bendungan ini diproyeksikan menambah produksi padi sekitar 120.000 ton per tahun atau setara dengan pengurangan impor beras nasional sebesar 8%. “Bendungan ini instrumen pengungkit. Di Lombok, indeks pertanaman bisa naik dari 1,2 menjadi 2,5. Petani tak lagi bergantung pada hujan. Itulah swasembada yang berdaulat,” tegasnya.
Presiden Prabowo: Air Adalah Nafas Kedaulatan
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato peresmian menekankan filosofi pembangunan bendungan sebagai wujud komitmen negara melindungi hajat hidup rakyat. “Air adalah nafas kedua setelah udara. Menguasai air berarti menguasai nasib bangsa. Saya perintahkan seluruh jajaran, dari pusat hingga daerah, menjaga aset bendungan ini sebagai titipan anak cucu,” kata Presiden.
Presiden juga mengapresiasi kepemimpinan teknis AHY dalam mengoordinasikan percepatan proyek yang sempat terkendala pandemi beberapa tahun silam. “Bang AHY mengawal ini dengan detail, mulai dari pembebasan lahan sampai sertifikasi keamanan bendungan. Ini contoh sinergi kabinet yang efektif,” tambah Presiden.
Dampak dan Harapan
Dampak ekonomi langsung mulai terasa. Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) NTB melaporkan bahwa biaya operasional pompa menurun hingga 40% karena ketersediaan air permukaan dari bendungan. Di sektor energi, aliran listrik mikrohidro dari Bendungan Tanju telah menerangi dua kecamatan terpencil di Dompu yang sebelumnya hanya menikmati listrik selama 12 jam per hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang NTB menyatakan bahwa konektivitas jaringan irigasi akan terus diperluas dengan dukungan APBD dan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). “Target kami dalam dua tahun ke depan, semua jaringan primer dan sekunder dari lima bendungan ini tersambung ke lahan petani tanpa ada kebocoran air yang signifikan,” jelasnya.
Peresmian serentak ini sekaligus menandai komitmen Indonesia untuk memperkuat ketahanan air sejalan dengan agenda global World Water Council 2026. AHY menutup sesi dengan ajakan kepada generasi muda: “Jadilah penjaga air, karena dari sini kita wariskan peradaban yang bisa bertahan menghadapi krisis iklim.”
[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resmikan 5 bendungan serentak di NTB didampingi AHY. Total kapasitas 174,2 juta m³ dukung swasembada pangan, air & energi. #AHY #PrabowoSubianto #SwasembadaPangan[SOCIAL_TG]: [Peresmian Serentak] Presiden Prabowo dan AHY resmikan 5 bendungan di NTB: Meninting, Bintang Bano, Tiu Suntuk, Tanju, Mila. Kapasitas total 174,2 juta m³. Proyeksi tambah produksi padi 120.000 ton/tahun. Swasembada kian dekat.
Comments (0)