Gelandang baru Manchester City, Enzo Fernandez, memberikan pernyataan mengejutkan di hadapan awak media setelah sesi latihan perdananya di Etihad Campus. Pemain asal Argentina itu secara tegas menyebut klub barunya, Manchester City, sebagai klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Inggris. Pernyataan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar dan analis sepak bola Inggris, mengingat rivalitas sengit antara City dengan klub-klub besar lainnya seperti Manchester United dan Liverpool.
“Saya datang ke klub yang telah mendominasi Inggris dalam satu dekade terakhir. Trofi-trofi ini bukan kebetulan. Manchester City adalah klub tersukses di Inggris,” ujar Fernandez dalam konferensi pers yang digelar di ruang media Stadion Etihad, Jumat (12/7/2026).
Konteks Pernyataan: Prestasi Gemilang Man City
Pernyataan Fernandez muncul tak lama setelah ia resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar The Citizens. Klub yang bermarkas di Manchester itu memang tengah menikmati era keemasan di bawah arahan Pep Guardiola. Dalam lima musim terakhir, City berhasil mengumpulkan sederet gelar bergengsi yang membuat rekor demi rekor terpecahkan.
Berdasarkan data statistik yang dihimpun dari Premier League dan FA, berikut adalah pencapaian utama Manchester City yang melatarbelakangi pernyataan Fernandez:
- Empat gelar Premier League beruntun (2021, 2022, 2023, 2024) – rekor yang belum pernah dicapai klub mana pun di era Premier League.
- Total 10 gelar Premier League sejak kompetisi berganti nama pada 1992, menyamai catatan Arsenal dan hanya terpaut tiga gelar dari Manchester United (13 gelar).
- Tiga trofi Liga Champions dalam lima edisi terakhir (2023, 2024, 2026) – membuktikan dominasi di level Eropa.
- Piala FA sebanyak 4 kali dalam 5 musim (2020, 2021, 2023, 2025).
- Piala Liga Inggris (Carabao Cup) dengan rekor 8 kemenangan, termasuk 5 kali beruntun (2018–2022).
Jika dihitung secara total, Manchester City telah memenangkan 32 trofi utama sejak tahun 2016, periode yang dimulai sejak kedatangan Pep Guardiola. Angka ini menjadikan City sebagai klub dengan raihan trofi terbanyak di Inggris dalam kurun waktu satu dekade.
Perbandingan dengan Klub Lain: Data Tak Terbantahkan
Untuk memperkuat klaimnya, Fernandez juga membandingkan tingkat keberhasilan City dengan klub-klub tradisional Inggris. “Saya tahu Manchester United punya sejarah besar, Liverpool juga. Tapi soal konsistensi dan jumlah trofi dalam 10 tahun terakhir, tidak ada yang bisa menandingi City,” tegasnya.
Data dari Premier League menunjukkan bahwa sejak musim 2016/2017 hingga 2025/2026, Manchester City mengoleksi 8 gelar liga, sementara Liverpool hanya 2, Manchester United 1, dan Chelsea 2. Di kompetisi Eropa, City juga unggul dengan 3 trofi Liga Champions, sedangkan Liverpool dan Chelsea masing-masing hanya 1 trofi dalam periode yang sama.
Bahkan dalam hal pendapatan komersial dan nilai merek, City kini menempati peringkat pertama di Inggris versi Forbes 2025 dengan nilai mencapai $5,2 miliar, melampaui Manchester United yang sebelumnya memimpin selama bertahun-tahun.
Reaksi Dunia Sepak Bola: Pro dan Kontra
Pernyataan Enzo Fernandez tentu menuai reaksi beragam. Mantan pemain Manchester United, Gary Neville, dalam program Sky Sports menyebut komentar Fernandez terlalu berlebihan. “Kesuksesan tidak hanya diukur dari trofi 10 tahun terakhir. United punya 20 gelar liga dan sejarah global yang lebih panjang. City belum sampai di situ,” ujar Neville.
Namun, pendukung City dan sejumlah analis membela Fernandez. “Dia baru datang dan melihat realita. City saat ini adalah mesin trofi. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dalam 10 tahun ke depan City akan menjadi klub paling sukses sepanjang masa,” kata komentator olahraga BBC, Mark Chapman.
Di sisi lain, rival sekota City, Manchester United, masih unggul dalam hal total gelar liga sepanjang sejarah (20 berbanding 10). Namun, dalam hal trofi domestik modern dan prestasi Eropa kontemporer, City jelas mendominasi.
Dampak Pernyataan terhadap Karir Fernandez
Enzo Fernandez sendiri baru bergabung dengan City dengan nilai transfer yang dikabarkan mencapai €120 juta dari Benfica pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain berusia 25 tahun itu diharapkan menjadi jembatan antara lini tengah dan lini depan City yang sudah diisi oleh para bintang seperti Erling Haaland dan Phil Foden.
Dengan pernyataan berani ini, Fernandez langsung menempatkan dirinya di tengah pusaran rivalitas. Tekanan untuk membuktikan bahwa City memang layak disebut klub tersukses di Inggris kini ada di pundaknya dan seluruh skuad. “Saya tidak takut dengan tekanan. Saya datang untuk menang dan terus menang,” tutupnya.
Comments (0)