warkini.
Viral

Makassar — Kelangkaan BBM Terjadi Dua Bulan, Warga Mengantre Subuh

Langit Kota Makassar masih dibalut gelap ketika deretan kendaraan mulai mengular panjang di sepanjang jalan menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU

Makassar — Kelangkaan BBM Terjadi Dua Bulan, Warga Mengantre Subuh

Langit Kota Makassar masih dibalut gelap ketika deretan kendaraan mulai mengular panjang di sepanjang jalan menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Udara dingin subuh tak menyurutkan langkah para pengendara sepeda motor, pengemudi angkutan kota, hingga sopir truk logistik. Mereka rela mematikan mesin dan menunggu berjam-jam demi mendapatkan beberapa liter bahan bakar yang kini terasa amat berharga. Pemandangan dramatis ini bukan lagi kejadian sekali dua kali, melainkan rutinitas melelahkan yang harus dihadapi warga Kota Daeng selama dua bulan terakhir.

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis subsidi seperti Pertalite dan Solar, terus melumpuhkan ritme aktivitas harian warga. Sejak Kamis subuh, antrean di sejumlah SPBU utama tampak mengular hingga beberapa ratus meter dan meluber ke badan jalan utama, memicu kemacetan parah pada jam berangkat kerja. Fenomena panic buying pun tak terhindarkan, membuat pasokan BBM yang baru disalurkan dari tangki pengangkut sering kali ludes hanya dalam hitungan jam.

Perjuangan Warga: Memotong Jam Kerja Demi Titik BBM

Bagi sebagian besar warga Makassar, mengantre BBM kini menjelma menjadi pekerjaan tambahan yang menyita waktu produktif. Banyak pekerja harian dan pengemudi ojek online (ojol) yang terpaksa mengorbankan waktu mencari nafkah hanya untuk memburu SPBU yang masih memiliki stok. Jika terlambat sedikit saja, plang bertuliskan "BBM Dalam Pengiriman" atau "BBM Habis" sudah siap menyambut mereka di pintu masuk SPBU.

Keluhan berat disampaikan salah satu pengemudi ojek online di kawasan Panakkukang yang rela menunggu sejak fajar menyingsing:

"Saya sudah berdiri dan dorong motor di antrean ini dari jam lima subuh, mas. Kalau tidak begini, kita tidak bisa jalan cari uang. Pendapatan turun drastis karena separuh hari habis cuma buat antre BBM. Kami sangat berharap pihak terkait cepat tanggap, ini sudah dua bulan menyusahkan warga."

Dampak domino dari krisis pasokan ini kian meluas ke sektor ekonomi mikro. Pedagang pasar tradisional yang bergantung pada mobil pikap pengangkut sayuran dan bahan pokok kerap terlambat mengantar barang dagangan. Akibatnya, pasokan komoditas di tingkat pedagang eceran terganggu dan memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok.

Analisis Penyaluran dan Akar Masalah Kelangkaan

Kondisi yang sudah berlangsung selama 60 hari berturut-turut ini memicu gelombang kritik tajam terhadap manajemen distribusi energi di wilayah Sulawesi Selatan. Banyak pihak mempertanyakan konsistensi alokasi kuota harian BBM bersubsidi yang dinilai kurang adaptif terhadap peningkatan mobilitas dan jumlah kendaraan di perkotaan.

Sejumlah pengamat ekonomi daerah menilai bahwa "terjadinya hambatan distribusi di tingkat regional serta potensi disrupsi kuota akibat penggunaan yang tidak tepat sasaran menjadi pemicu utama kelangkaan di SPBU publik." Kendati demikian, pihak otoritas penyalur mengklaim terus berupaya mengurai penumpukan kendaraan dengan memaksimalkan armada tangki dari Terminal BBM Integrated Terminal Makassar.

Dampak Nyata Kelangkaan BBM di Lapangan

Untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai krisis energi lokal ini, berikut perbandingan kondisi operasional warga sebelum dan selama periode kelangkaan:

Parameter Dampak Kondisi Normal Kondisi Kelangkaan (2 Bulan Terakhir)
Waktu Waktu Antre di SPBU 5 - 15 Menit 1,5 - 3 Jam
Estimasi Pendapatan Pengemudi Harian 100% (Optimal) Turun hingga 40-50%
Ekor Antrean Kendaraan Terisolasi di dalam area SPBU Meluber 200–500 meter ke jalan raya

Mendesak Pengawasan Ketat dan Solusi Konkret

Masyarakat Kota Makassar kini mendesak adanya pengawasan ketat secara langsung di tiap-tiap SPBU. Pengawasan ini dinilai krusial untuk mencegah praktik kecurangan, penimbunan, atau penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum pelangsir. Penggunaan sistem verifikasi digital juga diharapkan diperbaiki agar tidak memicu antrean fisik yang semakin memanjang.

Jika kendala pasokan BBM ini tidak diurai secara permanen dalam waktu dekat, ancaman peningkatan inflasi daerah di Sulawesi Selatan akan kian nyata. Warga menaruh harapan besar agar pemerintah daerah bersama pihak penyalur BBM segera menghadirkan solusi konkret, bukan sekadar imbauan atau janji penambahan kuota di atas kertas.

Kelangkaan BBM di Makassar sudah terjadi selama dua bulan terakhir. Antrean di SPBU meluber hingga jalan raya dan memangkas pendapatan pekerja harian. BACA SELENGKAPNYA: [Link Artikel]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User