Makassar — Unhas Lantik Wakil Rektor Kelima Bidang Inovasi dan Bisnis

Bestie, Universitas Hasanuddin (Unhas) baru aja nge-drop update besar-besaran! Nggak cuma nambah skin baru, tapi juga unlock karakter ke-5 di jajaran Wakil

Jul 08, 2026 - 05:11
0 1

Bestie, Universitas Hasanuddin (Unhas) baru aja nge-drop update besar-besaran! Nggak cuma nambah skin baru, tapi juga unlock karakter ke-5 di jajaran Wakil Rektor. Dari yang sebelumnya cuma ada empat, kini Unhas resmi punya lima wakil rektor. Alias, Rector-verse makin ramai dan kompleks. Penambahan ini bukan sekadar untuk estetika organisasi, melainkan langkah strategis buat ngejar target hilirisasi riset dan penetrasi pasar yang lebih gacor. So, siapa karakter barunya dan kenapa ini penting buat ekosistem kampus? Simak timeline-nya!

1. From 4 to 5: Unhas Expand Rector-verse

Sebelumnya, Unhas mengandalkan empat wakil rektor untuk mengurus berbagai bidang. Tapi seiring tuntutan zaman yang makin cepat—kaya update iOS tiap bulan—kebutuhan masyarakat dan pasar global menuntut adanya unit kerja yang lebih fokus. Makanya, Unhas memutuskan buat nambah satu bidang baru yang dianggap vital: Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha. Bayangin, dulu kemitraan, inovasi, kewirausahaan, dan bisnis masih jadi satu paket di dalam satu bidang. Sekarang, inovasi dan pengelolaan usaha udah punya divisi sendiri. Ini bukan cuma rebranding, tapi split lane biar fokus ke endgame: bawa hasil riset dari laboratorium langsung nyemplung ke dunia industri dan pasar. No cap, ini langkah berani!

2. Prof. Amir Ilyas: Main Character Baru Siap Slay

Karakter utama yang di-unlock kali ini adalah Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H.. Laki-laki kelahiran Pangkajene, 10 Juli 1980, ini sebelumnya udah punya pengalaman mumpuni sebagai Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi di Sekolah Pascasarjana Unhas. Jejaringnya luas, skill risetnya oke, dan track record di bidang kemitraan jadi modal utama. Prof. Amir resmi dilantik pada Selasa, 7 Juli di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini jadi momen sakral sekaligus hype buat warga kampus yang nungguin gebrakan baru. Dengan background hukum yang solid plus jam terbang di dunia kemitraan, Prof. Amir bawa main character energy yang beda. Bukan cuma ngurus surat-menyurat, tapi bener-bener disiapkan buat jadi jembatan antara dunia akademik dan industri.

3. Timeline Lengkap Peresmian dan Tugas Besar

Buat yang suka detail, ini timeline kronologis kejadiannya biar nggak lost track:

  1. Sebelumnya: Fungsi kemitraan, inovasi, kewirausahaan, dan bisnis masih dalam satu payung bidang. Setara dengan multitasking berat yang bisa bikin fokus buyar dan eksekusi kurang maksimal.
  2. Kebutuhan Baru: Tuntutan hilirisasi riset makin gencar dan kemandirian institusi harus diperkuat. Unhas sadar bahwa ekosistem inovasi butuh lane sendiri. Nggak bisa lagi diem di comfort zone sambil ngandelin anggaran konvensional doang.
  3. 7 Juli: Prof. Amir Ilyas resmi dilantik sebagai Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha yang kelima. Lokasi: Baruga A.P. Pettarani, Tamalanrea. Momen ini juga jadi tanda bahwa Unhas serius buat naik kelas di level nasional dan global.
  4. Tugas Utama: Memperkuat hilirisasi hasil penelitian, pengembangan inovasi, dan tata kelola usaha institusi. Dari identifikasi potensi riset, perlindungan kekayaan intelektual (HAKI), pengembangan model bisnis, inkubasi inovasi, sampai kolaborasi strategis dengan pemerintah dan industri.

4. Dari Lab ke Pasar: Misi Hilirisasi yang Nggak Main-main

Menurut Prof. Amir Ilyas, arahan pimpinan Unhas udah clear abis: hilirisasi adalah tahap wajib setelah penelitian. Selama ini, Unhas memang udah menghasilkan banyak inovasi yang potensial, tapi banyak di antaranya masih stuck di fase prototype atau cuma jadi pajangan di rak lemari. "Banyak karya dan hasil penelitian Unhas yang sangat potensial, namun belum berhasil masuk ke pasar. Di sinilah tantangan sekaligus tugas besar kami untuk membangun jembatan antara laboratorium dengan dunia industri dan masyarakat," ujar Prof. Amir. So, misinya bukan cuma bikin riset yang keren di atas kertas, tapi juga bisa dijual, dipakai masyarakat luas, dan bikin Unhas makin mandiri secara finansial. Ekosistem yang dibangun bakal mencakup seluruh rantai nilai: dari riset, pengajuan HAKI, business coaching, sampai deal-deal dengan investor dan mitra usaha. Targetnya? Daya saing inovasi Unhas makin glowing di kancah nasional maupun internasional.

Nah, bestie, gimana menurut kalian langkah Unhas yang makin ngasih spotlight ke hilirisasi ini? Apakah ini bakal jadi game changer buat dunia kampus Indonesia, atau malah bikin birokrasi makin tebal? Coba vote di kolom komentar: 1) Slay, waktunya kampus jadi pengusaha! 2) Hmm, tunggu dulu hasilnya. 3) Ngapain sibuk bisnis, fokus akademik aja! Selain itu, buat yang butuh quick answer, ini dia tiga FAQ esensial dari artikel ini:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User