MALANG — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan langsung menyelimuti hari-hari pertama Alfeandra Dewangga. Mantan bek andalan PSIS Semarang itu tak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan skuad Singo Edan. Hanya dalam hitungan sesi latihan, chemistry antara Dewangga dan para pemain Arema FC sudah terbangun secara alami.

Kepindahan Dewangga ke Malang menjadi salah satu sorotan utama di bursa transfer jelang bergulirnya Super League 2026-2027. Pemain berusia 25 tahun itu res

Jul 08, 2026 - 01:19
0 0

Kepindahan Dewangga ke Malang menjadi salah satu sorotan utama di bursa transfer jelang bergulirnya Super League 2026-2027. Pemain berusia 25 tahun itu resmi meneken kontrak dengan Arema FC setelah melalui negosiasi yang cukup intens. Kedatangannya diharapkan mampu memperkokoh lini pertahanan tim kebanggaan Aremania yang musim lalu kerap goyah.

Adaptasi Kilat di Tengah Atmosfer Singo Edan

Laporan dari kontributor Warkini.com di Malang menyebutkan bahwa Dewangga langsung klop dengan kultur tim. Tidak ada sekat antara pemain senior dan junior. Arema FC memang dikenal luas sebagai klub yang menjunjung tinggi soliditas internal. Faktor inilah yang membuat Dewangga merasa nyaman bahkan sebelum menjalani debut resminya.

"Saya merasakan energi positif sejak menginjakkan kaki di sini. Semua orang menyambut seperti saudara. Ini keluarga, bukan sekadar klub. Saya siap menggila dan memberikan yang terbaik musim depan," ujar Dewangga saat ditemui usai sesi internal game di Lapangan Agrowisata, Batu.

Pelatih kepala Arema FC, dalam sesi jumpa pers terbatas, mengaku puas dengan progres adaptasi sang pemain. Ia menilai karakter bermain Dewangga yang tenang dalam penguasaan bola serta agresif dalam duel udara sangat cocok dengan filosofi tim. "Kami tidak hanya merekrut pemain bagus, tapi juga pribadi yang tepat. Alfeandra langsung paham apa yang kami mau," ungkap sang arsitek tim.

Dari Kapten Laskar Mahesa Jenar ke Benteng Singo Edan

Alfeandra Dewangga bukan nama sembarangan di kancah sepak bola Tanah Air. Sebelum merapat ke Malang, ia merupakan kapten PSIS Semarang dan langganan panggilan Tim Nasional Indonesia. Jam terbangnya di BRI Liga 1 sudah tidak perlu diragukan. Namun, keputusannya meninggalkan Semarang cukup mengejutkan banyak pihak. Dewangga memilih tantangan baru bersama tim yang memiliki basis suporter militan dengan ekspektasi tinggi.

Tekanan untuk tampil gemilang sangat besar. Suporter Arema FC, Aremania, dikenal tak kenal kompromi soal komitmen di lapangan. Namun, Dewangga terlihat tak gentar. Dalam sesi latihan terbuka yang disaksikan awak media, ia beberapa kali terlihat memberikan instruksi kepada rekan-rekan di lini belakang, menandakan bahwa jiwa kepemimpinannya tetap terbawa meski statusnya sebagai pemain baru.

Siap Menggila di Super League 2026-2027

Super League 2026-2027 diprediksi akan menjadi kompetisi paling ketat dalam sejarah sepak bola modern Indonesia. Persaingan tidak hanya datang dari tim-tim tradisional, tetapi juga dari klub-klub promosi yang agresif di bursa transfer. Kehadiran Dewangga di jantung pertahanan menjadi sinyal bahwa Arema FC tidak ingin sekadar numpang lewat.

Pengamat sepak bola yang dihubungi redaksi Warkini.com menilai duet Dewangga dengan bek asing Arema saat ini berpotensi menjadi tembok kokoh. "Gaya bermainnya mature. Dia tipikal bek modern yang bisa membangun serangan dari belakang. Arema dapat tambahan leader di lapangan," kata pengamat yang enggan disebutkan namanya itu.

Kini, mata publik tertuju pada laga pramusim dan partai pembuka Super League. Alfeandra Dewangga sudah memberikan sinyal lewat senyum dan kerja kerasnya di sesi latihan. Jika adaptasi ini berlanjut, bukan tidak mungkin musim 2026-2027 akan menjadi panggung di mana Dewangga benar-benar menggila bersama Singo Edan, membawa Arema FC kembali ke jalur juara yang sudah lama dinantikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User