Mantan Ketua Umum Persis Maman Abdurrahman Berpulang, Muhammadiyah Sampaikan Duka Mendalam
Kabar duka menyelimuti umat Islam Tanah Air. Maman Abdurrahman, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) periode 2010-2015, meninggal dunia pada hari ini di Jakarta. Kepergian
Kabar duka menyelimuti umat Islam Tanah Air. Maman Abdurrahman, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) periode 2010-2015, meninggal dunia pada hari ini di Jakarta. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar organisasi Islam di Indonesia, terutama Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang langsung menyampaikan ungkapan belasungkawa.
Sosok almarhum memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan Muhammadiyah. Maman Abdurrahman merupakan ayahanda dari Hilman Latief, yang saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hubungan kekerabatan ini semakin mempererat relasi antara keluarga besar Persis dan Muhammadiyah, dua organisasi Islam terkemuka yang memiliki akar sejarah panjang di Indonesia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, secara khusus menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya Maman Abdurrahman. Haedar mengungkapkan duka cita yang dalam seraya mendoakan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Menurutnya, Maman bukan sekadar tokoh di organisasinya sendiri, melainkan figur yang memiliki kedekatan personal dengan berbagai kalangan di lintas organisasi Islam.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami segenap keluarga besar Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Maman Abdurrahman. Beliau adalah sosok yang memiliki kedekatan dan jaringan persaudaraan luas dengan berbagai elemen umat Islam, termasuk Muhammadiyah. Semoga amal ibadahnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Laporan media kami yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa semasa hidupnya, Maman Abdurrahman dikenal sebagai pemimpin yang moderat dan selalu mendorong terciptanya ukhuwah islamiyah di antara berbagai kelompok. Di bawah kepemimpinannya, Persis terus menjalin komunikasi yang harmonis dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan organisasi Islam lainnya. Visi persatuan dan keterbukaan inilah yang membuat namanya dihormati di berbagai kalangan.
Informasi mengenai waktu dan tempat pemakaman almarhum masih dalam proses koordinasi keluarga. Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama keluarga besar Persis diperkirakan akan mengambil peran dalam prosesi penghormatan terakhir bagi tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia. Kepergian Maman Abdurrahman menjadi kehilangan besar bagi umat Islam Indonesia yang kehilangan salah satu tokoh persatuan lintas organisasi.
Comments (0)