Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, bersiap menyambut kehadiran salah satu alutsista legendaris Angkatan Laut Italia (Marina Militare). Kapal induk kebanggaan Negeri Pizza, ITS Giuseppe Garibaldi (C 551), dijadwalkan merapat secara resmi di perairan Indonesia pada Jumat ini dan disambut langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia bersama jajaran pimpinan TNI Angkatan Laut.
Kabar mengenai kedatangan kapal perang berukuran masif tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul. Kehadiran kapal induk ini menandai tonggak penting dalam mempererat hubungan diplomasi pertahanan serta kerja sama maritim bilateral antara Indonesia dan Italia.
"Penyambutan kapal induk Giuseppe Garibaldi akan dilaksanakan di Tanjung Priok pada hari Jumat, dengan agenda kehormatan yang melibatkan Menhan RI dan jajaran TNI AL," ujar Kadispenal Laksamana Pertama TNI Tunggul.
Kronologi Perjalanan dan Penyambutan Kapal Induk
Kunjungan armada militer Italia ke Indonesia ini melewati serangkaian tahapan operasional dan protokol diplomasi laut. Berikut adalah timeline penyambutan kapal induk Giuseppe Garibaldi di perairan Nusantara:
- Memasuki Wilayah Perairan Yurisdiksi Indonesia: Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi terpantau melintasi perairan Indonesia dengan pengawalan dan pemantauan standar keamanan maritim oleh unsur KRI TNI Angkatan Laut.
- Rendezvous dan Passing Exercise (Passex): Sebelum sandar, unsur kapal perang TNI AL melakukan komunikasi taktis dan latihan lintas laut terbatas sebagai bentuk penghormatan antar-angkatan laut sahabat.
- Olah Gerak dan Sandar di Dermaga Tanjung Priok: Kapal dipandu oleh kapal tunda (tugboat) otoritas pelabuhan menuju dermaga bersandar dengan pengamanan ketat dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) III Jakarta.
- Upacara Penyambutan Resmi (Jumat): Menteri Pertahanan RI didampingi pejabat tinggi Mabes TNI dan TNI AL menyambut komandan serta kru kapal dalam seremoni militer resmi di dermaga.
Misi Diplomasi Pertahanan dan Profil ITS Giuseppe Garibaldi
Kunjungan ini bukan sekadar pelayaran muhibah biasa, melainkan bagian dari diplomasi pertahanan strategis. Selama berada di Jakarta, para perwira kedua negara dijadwalkan menggelar diskusi profesional mengenai pengamanan jalur maritim, interoperabilitas, hingga penjajakan kerja sama teknologi pertahanan maritim.
ITS Giuseppe Garibaldi sendiri memiliki rekam jejak panjang sebagai kapal induk peluncur helikopter dan pesawat tempur lepas landas pendek (STOVL) seperti AV-8B Harrier II. Berikut sejumlah fakta penting mengenai kapal induk ini:
- Panjang dan Bobot: Memiliki panjang sekitar 180 meter dengan bobot perpindahan (displacement) mencapai lebih dari 14.000 ton saat bermuatan penuh.
- Kemampuan Angkut: Mampu mengoperasikan kombinasi helikopter anti-kapal selam dan pesawat tempur sergap.
- Peran Strategis: Berpengalaman dalam berbagai misi multinasional NATO di Laut Mediterania serta operasi kemanusiaan internasional.
Kunjungan ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi modernisasi alutsista TNI AL serta peningkatan kapasitas personel angkatan laut Indonesia di kancah global.
Comments (0)