Momen Pengamen Genjrang-genjreng lalu Bakar Pagar Rumah Warga di Bekasi

Aksi nekat tiga orang pengamen di Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, berujung pada pembakaran pagar rumah warga. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (23/6) sekitar pukul 16.30 WIB itu terekam dal

Jul 06, 2026 - 13:47
0 0
Momen Pengamen Genjrang-genjreng lalu Bakar Pagar Rumah Warga di Bekasi

Aksi nekat tiga orang pengamen di Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, berujung pada pembakaran pagar rumah warga. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (23/6) sekitar pukul 16.30 WIB itu terekam dalam video amatir dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, para pelaku tidak hanya merusak properti, tetapi juga dengan santai memainkan gitar seolah tengah menghibur diri sendiri saat api mulai menyala di pagar besi milik korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, Warkini.com, aksi tersebut bermula ketika tiga pengamen itu mendatangi sebuah rumah di kawasan Pondok Gede. Mereka mengamen dengan harapan mendapatkan uang dari pemilik rumah. Namun, karena tidak memperoleh respons yang diinginkan—diduga korban enggan memberi uang—para pelaku naik pitam. Seorang di antaranya langsung menyulut pagar rumah menggunakan benda mudah terbakar, sementara seorang lainnya tetap memetik gitar dan bernyanyi dengan gaya "genjrang-genjreng" seakan pura-pura tidak tahu kejadian di sekitarnya.

Pelaku Sempat Pura-pura Bernyanyi

Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan sementara, para pelaku memang menunjukkan sikap yang sangat santai dan provokatif. "Mereka seolah-olah hanya mengamen biasa, padahal salah satunya sudah menyiapkan aksi pembakaran. Satu orang bertugas membakar, satu lagi pura-pura bermain gitar dan bernyanyi untuk mengalihkan perhatian," ujar Suparyono saat dihubungi Warkini.com.

Video yang beredar di Instagram dan WhatsApp menampilkan momen dramatis ketika api mulai membesar di bagian bawah pagar. Warga sekitar yang panik langsung berteriak dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Beruntung, kobaran api tidak sampai merembet ke bagian rumah lain atau menimbulkan korban jiwa. Namun, aksi itu jelas menimbulkan kerugian materiil sekaligus ketakutan bagi pemilik rumah.

Satu Pelaku Ditangkap, Dua Masih Buron

Merespons laporan warga dan viralnya rekaman, tim Reskrim Polres Metro Bekasi Kota segera melacak keberadaan para pelaku. Hasilnya, satu dari tiga orang yang terlibat berhasil diringkus dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian. Sementara itu, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). "Kami masih mengembangkan kasus ini untuk menangkap dua pelaku lainnya. Identitas mereka sudah kami kantongi," tegas AKP Suparyono.

Kapolsek Pondok Gede, yang turut membantu pendalaman kasus, menyebut bahwa motif utama para pengamen tersebut murni karena sakit hati tidak diberi uang. "Mereka mengaku kesal karena sudah mengamen tetapi tidak dihargai. Ini bukan pembenaran, dan tindakan mereka jelas melanggar hukum, bisa dijerat pasal pengrusakan dan pembakaran," jelasnya. Polisi juga mengimbau warga untuk tidak ragu melapor jika mengalami intimidasi serupa.

"Kami mengapresiasi warga yang sigap merekam dan melaporkan kejadian ini. Barang bukti seperti video sangat membantu pengungkapan kasus," kata Kapolsek Pondok Gede.

Pascainsiden, pagar rumah korban mengalami kerusakan berat di bagian bawah, dengan bekas hangus dan cat mengelupas. Pemilik rumah, yang enggan disebutkan namanya, mengaku masih trauma dan berharap pelaku mendapat hukuman setimpal. "Saya tidak menyangka pengamen bisa sekejam itu. Padahal kami tidak pernah berniat jahat, hanya tidak ada uang kecil saat itu," tuturnya kepada Warkini.com.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap oknum pengamen atau pengemis yang kerap bertindak agresif ketika permintaannya tidak dipenuhi. Pihak kepolisian pun menggencarkan patroli di kawasan permukiman guna mencegah aksi serupa terulang. Warga diminta segera menghubungi call center 110 atau kantor polisi terdekat jika menemui situasi membahayakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User