warkini.
Viral

Museum Makanan Menjijikkan Hong Kong Pamerkan 80 Hidangan Ekstrem

Bayangkan berdiri di depan sebuah etalase kaca, menatap sajian yang membuat perut bergejolak. Bukan karena lapar, melainkan karena campuran rasa penasaran

Museum Makanan Menjijikkan Hong Kong Pamerkan 80 Hidangan Ekstrem

Bayangkan berdiri di depan sebuah etalase kaca, menatap sajian yang membuat perut bergejolak. Bukan karena lapar, melainkan karena campuran rasa penasaran dan ngeri. Itulah pengalaman yang ditawarkan Disgusting Food Museum di Hong Kong, sebuah pameran yang dengan sengaja mengumpulkan makanan paling kontroversial dari seluruh penjuru dunia.

Berlokasi di GATE33 Gallery, AIRSIDE, Kai Tak, museum ini bukan sekadar tempat pameran biasa. Lebih dari 80 jenis makanan tak biasa dari 35 negara dipajang dalam instalasi yang dirancang memicu refleks mual sekaligus rasa ingin tahu. Mulai dari hiu fermentasi khas Islandia, jangkrik goreng, testis banteng, hingga yang paling ekstrem: jus bola mata domba.

Dari Fermentasi Hingga Serangga: Daftar Hidangan Paling Provokatif

Kurator museum tidak main-main dalam memilih koleksi. Setiap hidangan dipilih bukan karena rasanya, melainkan karena kemampuannya memicu reaksi emosional pengunjung. Beberapa sajian bahkan disajikan dalam wadah tertutup agar aroma khasnya tidak menyebar ke seluruh ruangan.

  1. Hákarl (Islandia): Daging hiu Greenland yang difermentasi selama berbulan-bulan. Aromanya mengandung amonia tingkat tinggi, sering disebut sebagai makanan paling bau di dunia.
  2. Jangkrik dan Ulat Sagu: Camilan serangga dari Asia Tenggara yang kaya protein, namun bagi sebagian orang Barat terasa mengerikan.
  3. Testis Banteng (Rocky Mountain Oysters): Hidangan khas Amerika Serikat bagian barat yang digoreng atau direbus.
  4. Jus Bola Mata Domba: Minuman yang dibuat dengan menghancurkan bola mata domba segar, disajikan dalam gelas kecil.
  5. Casu Marzu (Italia): Keju yang sengaja dibiarkan berisi larva lalat hidup.

Yang menarik, pengunjung tidak hanya melihat. Mereka bisa mencium aroma sejumlah makanan melalui lubang ventilasi khusus, dan beberapa hidangan tersedia untuk dicicipi. "Tujuan kami bukan membuat orang muntah, tapi mempertanyakan mengapa kita menganggap sesuatu menjijikkan," ujar salah satu kurator museum dalam keterangan resminya.

Mengapa Museum Ini Penting? Analisis Budaya dan Psikologi Rasa

Disgusting Food Museum sebenarnya bukan proyek baru. Konsep ini pertama kali lahir di Malmö, Swedia, pada 2018, lalu berkembang ke berbagai kota dunia. Kehadirannya di Hong Kong menunjukkan bagaimana globalisasi membawa dua hal sekaligus: paparan budaya kuliner ekstrem dan pergeseran batas rasa jijik.

Secara psikologis, rasa jijik adalah mekanisme pertahanan evolusioner. Manusia purba menghindari makanan berbau busuk karena berpotensi mematikan. Namun, apa yang dianggap "basi" di satu budaya bisa jadi "lezat" di budaya lain. Hákarl yang beraroma amonia adalah simbol kebanggaan Islandia. Testis banteng adalah hidangan perayaan di Amerika Serikat.

HidanganAsal NegaraTingkat Kontroversi
HákarlIslandiaSangat Tinggi
Jangkrik GorengThailand/MeksikoSedang
Testis BantengAmerika SerikatTinggi
Casu MarzuItaliaSangat Tinggi
Jus Bola Mata DombaMongoliaEkstrem

Menurut data museum, rata-rata pengunjung menghabiskan 45 menit hingga 1 jam untuk menjelajahi seluruh area. Sekitar 70 persen pengunjung mengaku mengalami refleks mual, namun 85 persen menyatakan puas dan merekomendasikan pengalaman ini kepada orang lain.

Makanan bukan hanya soal gizi. Ia adalah cermin identitas, sejarah, dan keberanian sebuah bangsa. — Kurator Disgusting Food Museum

Hong Kong Sebagai Panggung Kuliner Global

Pemilihan Hong Kong sebagai lokasi pameran tidak kebetulan. Kota ini dikenal sebagai pusat kuliner Asia dengan budaya makan yang sangat beragam. Dari dim sum hingga ular rebus, Hong Kong sudah lama menjadi laboratorium rasa. Kehadiran museum ini menegaskan posisinya sebagai kota yang terbuka terhadap dialog budaya, bahkan yang paling ekstrem sekalipun.

Bagi wisatawan yang ingin menguji nyali, tiket masuk dijual dengan harga terjangkau. Museum buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00 waktu setempat. Apakah Anda berani mencoba? Atau setidaknya, menciumnya?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User