Musisi Indonesia-Malaysia Suarakan Kemanusiaan Lewat Single Our Power

Di tengah memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza, sebanyak 12 musisi dari Indonesia dan Malaysia bersatu dalam sebuah proyek kolaborasi bertajuk "Our Power

Jul 11, 2026 - 12:40
0 1
Musisi Indonesia-Malaysia Suarakan Kemanusiaan Lewat Single Our Power

Di tengah memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza, sebanyak 12 musisi dari Indonesia dan Malaysia bersatu dalam sebuah proyek kolaborasi bertajuk "Our Power". Single amal ini resmi dirilis pada 7 April 2025 di berbagai platform streaming musik digital, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina, khususnya perempuan dan anak-anak yang menjadi korban konflik berkepanjangan.

Single yang diproduseri oleh A&R lintas negara ini menggabungkan elemen musik pop, folk, dan sentuhan Timur Tengah yang khas. Liriknya ditulis secara kolektif, menyuarakan harapan, ketabahan, dan seruan perdamaian. Musik menjadi jembatan universal untuk menyampaikan pesan bahwa kemanusiaan melampaui batas geografis dan politik.

Kolaborasi Langka yang Lahir dari Kegelisahan

Proyek "Our Power" berawal dari kegelisahan sejumlah musisi yang merasa tidak bisa tinggal diam melihat penderitaan warga sipil di Gaza. Inisiator proyek, Fiersa Besari (Indonesia) dan Yuna (Malaysia), mengaku bahwa ide ini muncul dari obrolan daring tentang bagaimana musik bisa menjadi kekuatan perubahan.

"Kami mungkin tidak bisa menghentikan bom, tapi kami bisa mengirimkan pesan cinta dan harapan. Setiap alunan nada adalah doa kami untuk Palestina,"
ujar Fiersa saat peluncuran single secara virtual.

Selain Fiersa dan Yuna, kolaborasi ini juga melibatkan Raisa, Mahalini, Nadin Amizah, serta dari Malaysia seperti Zee Avi, Hael Husaini, dan beberapa musisi indie lainnya. Mereka tidak hanya menyumbangkan suara, tetapi juga ikut menulis lirik dan mengaransemen musik. Proses rekaman dilakukan secara hybrid—sebagian di Jakarta, sebagian di Kuala Lumpur—dengan tetap menjaga kualitas produksi yang menyentuh hati.

Makna Mendalam di Balik Lirik "Our Power"

Lirik single "Our Power" banyak menggunakan metafora tentang cahaya di tengah gelap, tangan yang saling menggenggam, dan suara yang tak boleh padam. Bagian reff-nya berbunyi: "We are the voices that won't fade / Through the rubble and the rain / Hand in hand we rise again / Our power is humanity." Pesan sederhana namun kuat ini langsung viral di media sosial, dengan banyak pendengar yang mengaku meneteskan air mata saat pertama kali mendengarnya.

Pakar komunikasi sosial dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Riza Noer Arifin, menilai bahwa musik memiliki keunikan dalam menyampaikan isu kemanusiaan dibandingkan dengan berita atau gambar. "Musik menyentuh emosi secara langsung. Ketika isu disampaikan lewat harmoni, ia dapat menembus batas kognitif dan membangkitkan empati tanpa harus menampilkan visual yang traumatis," papar Dr. Riza. Ia menambahkan bahwa fenomena ini menunjukkan bahwa suara kolektif musisi dapat menjadi "soft diplomacy" yang menggugah kesadaran global.

Dana untuk Bantuan Kemanusiaan

Seluruh hasil penjualan dan streaming single "Our Power" akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan terpercaya, seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Indonesia dan Mercy Malaysia, untuk membeli kebutuhan pokok, obat-obatan, dan perlengkapan medis bagi warga Gaza. Hingga 10 April, single ini telah diputar lebih dari 1,5 juta kali di Spotify dan berhasil mengumpulkan donasi awal sebesar Rp 2,3 miliar.

Koordinator ACT untuk Palestina, Muhammad Ridwan, mengapresiasi inisiatif ini.

"Setiap rupiah yang terkumpul dari single ini adalah bukti bahwa solidaritas tidak mengenal batas negara. Kami berterima kasih kepada para musisi dan masyarakat Indonesia-Malaysia yang terus mendukung perjuangan rakyat Palestina,"
ungkap Ridwan.

Respons Positif dari Pendengar dan Komunitas

Hanya dalam waktu kurang dari seminggu, "Our Power" menduduki puncak trending di YouTube music charts Indonesia dan Malaysia. Komentar netizen membanjiri kolom komentar, mayoritas menyatakan dukungan dan rasa haru. Tagar #OurPowerForPalestine bahkan sempat menduduki trending Twitter di kedua negara.

Komunitas penggemar musik di kedua negara juga menggelar acara nonton bareng video klip dan sesi diskusi daring tentang isu Palestina. Inisiatif ini dinilai berhasil menjembatani generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu global tanpa harus berpolitik secara langsung. Aktivis kemanusiaan, Soraya Devi, menyebut proyek ini sebagai "contoh sempurna bagaimana seni bisa menjadi alat advokasi yang efektif tanpa kehilangan estetika."

Melihat ke Depan: Musik sebagai Kekuatan Perubahan

Kesuksesan "Our Power" diharapkan memicu lebih banyak inisiatif serupa, tidak hanya untuk Palestina tetapi juga untuk isu kemanusiaan lainnya. Para musisi yang terlibat berencana untuk menggelar konser amal virtual pada Mei 2025 untuk terus menggalang dana. Mereka juga mengundang musisi dari negara lain untuk bergabung dalam gerakan solidaritas ini.

Di dunia yang sering kali terpolarisasi oleh kepentingan politik, langkah sederhana dari para musisi ini menjadi bukti bahwa kemanusiaan dapat disuarakan melalui nada-nada yang abadi. Seperti yang dikatakan Yuna, "Musik adalah doa tanpa batas. Semoga 'Our Power' menjadi bagian kecil dari ribuan suara yang terus bergema untuk kemerdekaan Palestina."

[SOCIAL_TWEET]: Musisi Indonesia-Malaysia bersatu dalam single "Our Power" untuk Palestina. Musik sebagai doa dan kekuatan kemanusiaan. #OurPowerForPalestine #SolidaritasTanpaBatas[SOCIAL_TG]: 🎵 Musisi Indonesia-Malaysia rilis "Our Power" untuk Palestina. Dengarkan dan bantu sumbang donasi dari setiap putaran lagu. Klik baca detailnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User