NasDem: Prabowo Sebenarnya Sudah Tahu Siapa Bohir dari Semua Kegaduhan
Jakarta - Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago memberikan tanggapan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui pihak-pihak yang membayar aksi demonstrasi belakangan in
Jakarta - Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago memberikan tanggapan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui pihak-pihak yang membayar aksi demonstrasi belakangan ini. Irma menilai, pernyataan tegas Prabowo itu mengindikasikan bahwa Kepala Negara sesungguhnya sudah mengantongi informasi mengenai aktor intelektual di balik serangkaian kegaduhan politik.
"Waduh, kalau Presiden sudah bicara seperti itu, artinya Presiden sesungguhnya sudah tahu siapa bohir dari semua kegaduhan selama beliau menjabat sebagai Presiden," ujar Irma kepada awak media di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Menurut Irma, publik seharusnya tidak perlu lagi meragukan kapasitas Prabowo sebagai kepala negara dalam membaca situasi politik. Ia menekankan bahwa pernyataan Presiden tersebut bukan sekadar gertakan, melainkan cerminan dari informasi intelijen yang telah dikantonginya. "Kalau beliau sudah bicara dengan nada seperti itu, kita harus percaya bahwa ada data dan fakta yang sudah dipegang," tambahnya.
Presiden Dinilai Ingin Menenangkan Situasi
Dalam pernyataannya, Irma juga menduga bahwa langkah Prabowo mengungkapkan hal itu secara terbuka merupakan strategi untuk meredam ketegangan. Ia meyakini bahwa Presiden ingin memberikan sinyal kepada para pemodal aksi agar menghentikan upaya-upaya yang dapat mengganggu stabilitas nasional. "Ini peringatan halus dari seorang Presiden. Beliau ingin menyelesaikan masalah tanpa harus membongkar semuanya ke publik jika tidak diperlukan," jelas politikus NasDem tersebut.
Irma menambahkan bahwa partainya mendukung penuh sikap Presiden dalam menjaga kondusivitas negara. NasDem, katanya, selalu berada di belakang pemerintah untuk memastikan agenda pembangunan nasional berjalan tanpa gangguan. "Kami percaya Pak Prabowo tahu persis apa yang harus dilakukan untuk melindungi kepentingan rakyat dan bangsa," tegasnya.
"Ini peringatan halus dari seorang Presiden. Beliau ingin menyelesaikan masalah tanpa harus membongkar semuanya ke publik jika tidak diperlukan."
Bantahan terhadap Anggapan Demo Selalu Berbayar
Di sisi lain, pernyataan tegas Prabowo sebelumnya yang menyebut banyak aksi demonstrasi digerakkan oleh pihak tertentu yang membayar massa, menuai respons dari sejumlah tokoh. Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebelumnya juga turut memberikan pandangannya. Menurut laporan yang dihimpun media kami, Ganjar mengingatkan agar pemerintah tidak menggeneralisasi bahwa semua aksi demonstrasi adalah bayaran. Ia menekankan bahwa menyuarakan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional setiap warga negara.
"Tidak boleh menganggap semua demo itu bayaran. Banyak rakyat yang turun ke jalan karena memang kecewa atau ingin menyampaikan aspirasinya secara murni," ujar Ganjar dalam sebuah kesempatan terpisah, seperti dikutip laporan Warkini.com.
Pernyataan Ganjar tersebut seolah menjadi antitesis dari klaim Presiden Prabowo. Namun, kalangan pendukung pemerintah menilai bahwa apa yang disampaikan Prabowo lebih spesifik merujuk pada aksi-aksi tertentu yang memiliki pola terorganisir dan dibiayai secara sistematis, bukan demonstrasi spontan yang murni berasal dari keresahan publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Istana Kepresidenan belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai siapa aktor yang dimaksud oleh Presiden. Namun, spekulasi politik di kalangan elite terus bergulir. Sejumlah pengamat menilai bahwa dinamika ini merupakan bagian dari manuver politik yang akan menentukan peta koalisi menuju Pemilu mendatang.
Comments (0)