warkini.
Travel

NEW YORK — Fotografer Foto Ikonik Falling Man Mengenang Kengerian 11 September

Dua dekade lebih telah berlalu sejak serangan teror mematikan meruntuhkan menara kembar World Trade Center (WTC) di New York. Namun, bagi Richard Drew, fot

NEW YORK — Fotografer Foto Ikonik Falling Man Mengenang Kengerian 11 September

Dua dekade lebih telah berlalu sejak serangan teror mematikan meruntuhkan menara kembar World Trade Center (WTC) di New York. Namun, bagi Richard Drew, fotografer kawakan dari kantor berita Associated Press (AP), memori kelam pada Selasa pagi, 11 September 2001, masih terekam sangat jelas di kepalanya. Drew adalah sosok di balik kamera yang mengabadikan foto bersejarah dan menyayat hati bertajuk "The Falling Man".

Meskipun potret seorang pria yang meluncur jatuh dari Menara Utara menjadi salah satu dokumentasi visual paling terkenal di dunia, Drew mengaku bahwa hal yang paling menghantuinya bukanlah visual yang ia rekam melalui lensa, melainkan suara mengerikan yang terjadi di sekitarnya.

"Saya berada sekitar satu blok dari Menara Utara dan tidak bisa melihat persis di mana mereka mendarat. Namun, saya tidak akan pernah bisa melupakan suara keras saat tubuh-tubuh itu menghantam tanah," ungkap Richard Drew mengenang peristiwa tersebut.

Kronologi Detik-Detik Terciptanya Potret Bersejarah

Peristiwa jatuhnya para korban dari gedung pencakar langit WTC berlangsung dalam rentang waktu yang sangat cepat dan penuh kepanikan. Berikut urutan kejadian saat momen ikonik tersebut terabadikan:

  1. Pukul 08.46 EDT: Pesawat American Airlines Penerbangan 11 menabrak Menara Utara WTC, memicu kebakaran hebat di lantai-lantai atas.
  2. Pukul 09.03 EDT: Pesawat United Airlines Penerbangan 175 menghantam Menara Selatan, menegaskan bahwa New York sedang diserang.
  3. Pukul 09.41 EDT: Di tengah kobaran api dan asap pekat, sejumlah orang yang terjebak di lantai atas mulai melompat keluar jendela demi menghindari panas ekstrem.
  4. Rangkaian 10 Detik: Richard Drew mengarahkan lensa telemeternya ke atas dan menangkap 12 bidikan foto dalam kurun waktu 10 detik saat seorang pria jatuh vertikal menembus udara.

Lensa Kamera Sebagai Pelindung Emosi

Bagi Drew, bunyi benturan keras yang berulang kali terdengar di sekitar area Ground Zero adalah trauma sensorik yang sulit diartikulasikan dengan kata-kata. Suara benturan tersebut meninggalkan bekas mendalam yang tak pernah pudar meski puluhan tahun telah berganti.

Drew mengakui bahwa pekerjaannya sebagai jurnalis foto sering kali memaksanya untuk menekan perasaan kemanusiaannya demi mendokumentasikan fakta di lapangan secara profesional.

"Istri saya selalu mengatakan bahwa saya menggunakan kamera foto sebagai filter untuk menutupi dan meredam apa yang sebenarnya saya rasakan," tutur Drew.

Fakta di Balik Korban yang Terjun Bebas

Tragedi 11 September menewaskan hampir 3.000 orang secara keseluruhan, dengan lebih dari 2.600 korban jiwa terkonsentrasi di Menara Kembar WTC. Terkait mereka yang jatuh dari ketinggian ratusan meter, terdapat beberapa fakta penting:

  • Estimasi Korban: Berdasarkan analisis rekaman video dan foto, diperkirakan ada sekitar 100 hingga 200 orang yang melompat atau terjatuh dari menara sebelum gedung runtuh.
  • Penyebab Utama: Panas yang luar biasa tinggi, api yang membakar, serta asap tebal beracun memaksa para korban keluar melalui jendela yang pecah untuk mencari udara sebelum akhirnya terjatuh.
  • Status Forensik: Pihak otoritas medis dan forensik New York secara resmi tidak membedakan status kematian antara korban yang melompat dan mereka yang tewas akibat runtuhnya bangunan, sebab tindakan tersebut dipicu langsung oleh serangan terorisme yang tak terhindarkan.

Hingga kini, karya foto "The Falling Man" milik Richard Drew tetap berdiri sebagai simbol kepedihan manusia dan pengingat abadi akan salah satu hari paling kelam dalam sejarah modern.

Richard Drew, fotografer AP yang mengabadikan potret pria jatuh dari Menara WTC, membagikan trauma mendalam yang tak terekam kamera: suara tubuh para korban yang menghantam aspal. Simak liputan selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User