PAM JAYA Geber Proyek Strategis Demi 100% Cakupan Air Minum Jakarta 2029
Jakarta - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) JAYA terus mengakselerasi penguatan infrastruktur strategis guna merealisasikan target ambisius cakupan layanan air minum perpipaan hingga 100 perse
Jakarta - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) JAYA terus mengakselerasi penguatan infrastruktur strategis guna merealisasikan target ambisius cakupan layanan air minum perpipaan hingga 100 persen pada tahun 2029. Langkah ini sejalan dengan mandat yang tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 48 Tahun 2025. Dalam upaya menyokong percepatan tersebut, PAM JAYA telah menyiapkan serangkaian proyek vital yang tersebar di beberapa titik krusial di ibu kota untuk memperkokoh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara menyeluruh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Warkini.com, terdapat empat proyek utama yang menjadi fokus pengembangan, yakni revitalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Condet dan IPA Muara Karang, serta pembangunan baru IPA Semanan dan IPA Kanal Banjir Barat 2 (KBB 2). Proyek-proyek ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung baru bagi distribusi air bersih yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah administratif Jakarta.
"Ini adalah komitmen nyata kami. Kami tidak hanya memperbaiki infrastruktur yang sudah menua, tetapi juga membangun kapasitas baru agar ketahanan air Jakarta semakin kuat. Melalui proyek ini, kita bergerak paralel, revitalisasi dan ekspansi, demi melayani warga secara merata,"
Rincian Kapasitas dan Sumber Air Baku Proyek SPAM
Jika dirinci lebih lanjut, masing-masing proyek memiliki spesifikasi kapasitas dan sumber air baku yang dirancang sesuai dengan karakteristik wilayah. Untuk IPA Condet, fasilitas ini direncangakan sebagai pusat pengolahan air minum curah dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 liter per detik (lps). Sumber air baku utama yang akan diandalkan oleh IPA Condet berasal dari aliran Sungai Ciliwung, yang potensinya diharapkan mampu memasok kebutuhan air di kawasan selatan dan timur Jakarta secara lebih stabil.
Selanjutnya, revitalisasi IPA Muara Karang diproyeksikan memiliki kapasitas olah sebesar 750 lps. Sama seperti pendahulunya, instalasi ini akan mengandalkan air baku dari Kali Angke, mengingat posisinya yang strategis di bagian utara Jakarta. Sementara itu, untuk menjangkau kawasan yang selama ini minim cakupan, PAM JAYA akan membangun IPA Semanan dengan kapasitas 200 lps. Instalasi di barat Jakarta ini rencananya memanfaatkan pasokan air baku dari Kali Angke yang dialirkan melalui intake Duri Kosambi.
Terakhir, proyek pembangunan IPA Kanal Banjir Barat 2 (KBB 2) turut dipersiapkan sebagai bagian dari strategi integrasi pengelolaan sumber daya air. Dengan mengoptimalkan potensi kanal yang selama ini difungsikan untuk pengendalian banjir, PAM JAYA ingin mengubah tantangan limpasan air menjadi solusi bagi ketersediaan air minum. Direncanakan, seluruh proyek ini akan berjalan secara simultan guna memangkas waktu dan mempercepat pemerataan akses air minum layak bagi lebih dari 10 juta penduduk Jakarta, sehingga target universal akses pada 2029 bukan sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan yang sedang diperjuangkan melalui fondasi infrastruktur yang kokoh.
Comments (0)