warkini.
Travel

Pasangan Ekspatriat Renovasi Apartemen Palermo Menjadi Hunian Singgah Mewah

Kadang-kadang, sebuah proyek impian tidak lahir dari perencanaan matang bertahun-tahun, melainkan dari sebuah kebetulan tak terduga di lorong lift. Begitul

Pasangan Ekspatriat Renovasi Apartemen Palermo Menjadi Hunian Singgah Mewah

Kadang-kadang, sebuah proyek impian tidak lahir dari perencanaan matang bertahun-tahun, melainkan dari sebuah kebetulan tak terduga di lorong lift. Begitulah kisah unik di balik transformasi spektakuler sebuah apartemen di kawasan elite Palermo, Buenos Aires. Saat pasangan arsitek kakak-beradik, Sofía dan Catalina Bourdieu dari studio Bow Arquitectura, sedang sibuk merenovasi sebuah unit hunian, sebuah panggilan telepon mengejutkan masuk. Peneleponnya tidak lain adalah saudara kandung dari klien mereka sendiri, yang kebetulan memiliki unit apartemen tepat 13 lantai di bawahnya.

Pemilik apartemen tersebut bukanlah penghuni biasa. Sebagai pasangan ekspatriat yang menjalani gaya hidup nomaden dan berpindah-pindah antara Jepang, Spanyol, dan Amerika Serikat, mereka membutuhkan sebuah hunian singgah yang sempurna di tanah air mereka, Argentina. Mereka mendambakan sebuah tempat yang tidak hanya fungsional saat berkunjung bersama keluarga, tetapi juga mampu menghadirkan kehangatan layaknya rumah sejati setelah perjalanan panjang melintasi benua.

Sebuah Panggilan Ponsel dan Proyek Tiba-Tiba

Kisah renovasi ini menjadi bukti nyata betapa rekomendasi keluarga dan reputasi kerja mampu melahirkan karya desain yang memukau. Catalina Bourdieu mengenang bagaimana proyek unik ini bermula tanpa diduga-duga di tengah kesibukan mereka menyelesaikan proyek pertama.

"Kami baru saja memulai sebuah proyek ketika dihubungi oleh saudara laki-laki dari klien kami untuk merenovasi apartemen di gedung yang sama. Dia tinggal bersama keluarganya di antara Jepang, Spanyol, dan Amerika Serikat, dan menginginkan pijakan di Argentina saat mereka berkunjung."

— Arq. Catalina Bourdieu, Partner Bow Arquitectura

Proyek ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bow Arquitectura. Merancang ruang untuk penghuni yang tidak menempatinya secara harian membutuhkan pendekatan kreatif yang sangat fleksibel. Fokus utama diarahkan pada penciptaan ruang sosial yang terintegrasi penuh—mengaburkan batas antara ruang tamu, ruang makan, dan dapur demi menciptakan suasana akrab saat seluruh anggota keluarga berkumpul kembali di Buenos Aires.

Jarak Tiga Benua dan Diplomasi Sampel Bahan

Proses renovasi total ini memakan waktu selama tujuh bulan. Tantangan terbesar bukanlah pada konstruksi fisik, melainkan masalah jarak dan zona waktu. Karena sang pemilik berada di luar negeri sepanjang proses pengerjaan, tim arsitek harus memutar otak agar keputusan desain dan pemilihan material tetap berjalan presisi tanpa kendala komunikasi.

Solusi yang diambil cukup unik dan sangat personal. Setiap kali ada kerabat atau anggota keluarga pemilik yang hendak bepergian ke luar negeri tempat pasangan tersebut sedang berada, tim Bow Arquitectura menitipkan sampel kain, potongan kayu, hingga contoh batuan material. Metode "diplomasi sampel material" ini terbukti ampuh menjembatani ribuan kilometer jarak antara Argentina, Asia, dan Eropa.

Bagi pemilik rumah, proses ini bukan sekadar urusan estetika interior, melainkan bentuk ikatan emosional dengan tanah kelahiran. "Setiap material yang dipilih harus membawa kehangatan dan rasa memiliki, sebuah sinyal bahwa mereka benar-benar telah pulang ke rumah," ungkap tim perancang saat menggambarkan visi di balik pemilihan tekstur alami dan warna-warna yang tenang.

Sentuhan Desain Terintegrasi dan Karya Seni Lokal

Untuk melengkapi aspek estetika, Bow Arquitectura menggandeng studio interior ternama, Urbano, yang merancang kustomisasi sofa elegan dan meja kopi modern. Pencahayaan alami dibiarkan mengalir bebas melalui jendela-jendela besar khas bangunan Palermo, menegaskan kesan lapang pada area komunal.

Sebagai titik fokal visual pada area utama, dinding dihiasi oleh lukisan megah karya seniman kenamaan Carina López Winschel. Kehadiran karya seni lokal ini semakin memperkuat identitas apartemen sebagai perpaduan antara kemewahan kontemporer dan kehangatan budaya Argentina.

Elemen Desain Detail Spesifikasi
Durasi Proyek 7 Bulan Pekerjaan Intensif
Konsep Ruang Social Integrated Space (Dapur, Ruang Makan, Living Room)
Furnitur Kustom Koleksi Khusus dari Studio Interior Urbano
Karya Seni Utama Lukisan Eksklusif Carina López Winschel

Hasil akhirnya adalah sebuah hunian singgah yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga sangat adaptif. Apartemen 13 lantai di bawah proyek awal ini kini berdiri sebagai bukti bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang untuk menciptakan tempat tinggal yang sempurna dan sarat makna emosional bagi mereka yang selalu berkelana di belahan dunia lain.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User