Jika Anda melihat peta dunia, kawasan Samudra Pasifik Selatan dan wilayah Timur Tengah tampak seperti dua dunia yang sama sekali tidak saling bersinggungan. Jarak ribuan kilometer memisahkan budaya, bahasa, kuliner, hingga gaya hidup masyarakat pulau-pulau tropis di Pasifik dari iklim geopolitik gurun di Israel. Namun, di panggung diplomasi internasional yang kerap didominasi oleh perhitungan dingin geopolitik, negara-negara kepulauan kecil di Pasifik justru muncul sebagai sekutu paling setia bagi Israel.
Awal bulan ini, negara kecil Nauru secara resmi membuka kedutaan besarnya di Yerusalem. Langkah berani ini menyusul langkah Papua Nugini dan Fiji, menjadikan mereka bagian dari kelompok sangat terbatas yang terdiri dari hanya tujuh negara anggota PBB yang mengakui kedaulatan Israel di kota suci tersebut melalui pembukaan kantor diplomatik. Tak berhenti di situ, Samoa juga telah menyatakan komitmennya untuk menyusul langkah serupa pada akhir tahun ini, mengabaikan tekanan internasional yang cukup masif.
Dukungan Diplomatik yang Berakar dari Iman
Mengapa negara-negara kepulauan Pasifik rela menempuh risiko diplomasi demi memperlihatkan dukungan terbuka bagi Israel? Jawabannya ternyata bukan terletak pada kalkulasi perdagangan yang rumit atau paket bantuan militer, melainkan pada doktrin keagamaan yang meresap mendalam dalam kehidupan masyarakatnya. Mantan diplomat Fiji, Salote Tagivakatini, menjelaskan bahwa fenomena geopolitik ini digerakkan oleh keyakinan spiritual yang kuat.
"Faktor terbesar yang melatarbelakangi langkah ini adalah agama Kristen. Sekitar 90 persen penduduk asli kepulauan Pasifik mengidentifikasi diri sebagai umat Kristiani. Oleh karena itu, interpretasi mereka terhadap Alkitab dan pandangan bahwa bangsa Yahudi adalah 'umat pilihan Tuhan' memicu kewajiban moral untuk mendukung Israel," ungkap Tagivakatini.
Sejarah Misionaris dan Nubuat Kitab Suci
Akar dari hubungan unik ini dapat ditarik kembali ke abad ke-19, ketika gelombang misionaris Eropa berlayar menyeberangi Pasifik Selatan. Ajaran Kristen evangelis yang mereka bawa disambut dengan antusiasme luar biasa oleh penduduk setempat. Seiring berjalannya waktu, tradisi keagamaan ini membentuk pola pikir masyarakat, termasuk kepercayaan kuat pada nubuat Perjanjian Lama mengenai kembalinya bangsa Yahudi ke Tanah Israel.
Hubungan spiritual ini bahkan berkembang menjadi tradisi kebudayaan yang unik di beberapa wilayah. Di sejumlah daerah di Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Fiji, ada komunitas yang meyakini bahwa mereka memiliki garis keturunan dari Suku Israel yang Hilang (Lost Tribes of Israel). Para antropolog bahkan mencatat keberadaan suku **Gogodala** di wilayah barat Papua Nugini yang secara rutin menyanyikan lagu-lagu berbahasa Ibrani serta mengibarkan bendera Israel dalam upacara adat mereka.
Ketika Agama Menuntun Arah Politik Luar Negeri
Di kawasan Pasifik Selatan, batas antara nilai-nilai keagamaan dan tatanan politik kerap kali sangat tipis. Banyak negara di kawasan ini secara eksplisit mencantumkan iman Kristen dalam konstitusi pendirian negara mereka. Latar belakang para pemimpin politik utama mereka pun mencerminkan kedekatan yang sama:
- Fiji: Perdana Menteri Sitiveni Rabuka merupakan mantan pengkhotbah awam di Gereja Metodis.
- Papua Nugini: Perdana Menteri James Marape adalah putra seorang pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang taat.
Berikut adalah gambaran ringkas negara-negara Pasifik yang mengambil langkah diplomatik resmi terkait kedutaan mereka di Yerusalem:
| Negara Pasifik | Status Kedutaan di Yerusalem | Estimasi Populasi Umat Kristiani |
|---|---|---|
| Papua Nugini | Resmi Dibuka | > 95% |
| Fiji | Resmi Dibuka | > 90% |
| Nauru | Resmi Dibuka | > 90% |
| Samoa | Rencana (Tahun Ini) | > 98% |
Pada akhirnya, fenomena ini menunjukkan betapa keyakinan iman sanggup menuntun arah diplomasi suatu bangsa. Di saat sebagian besar negara dunia bertindak berdasarkan kepentingan ekonomi pragmatis, bangsa-bangsa di Pasifik Selatan memilih untuk menyelaraskan kebijakan luar negeri mereka dengan Kitab Suci yang mereka yakini.
Comments (0)