Peksimida 2026: Lomba Komik Strip UPGRIS Sarat Manfaat, Tak Sekadar Pemenang

Gaskeun, bestie! Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) lagi jadi center of the universe buat para komikus muda se-Jawa Tengah dan sekitarnya. Pasalnya, mereka

Jul 08, 2026 - 14:08
0 0

Gaskeun, bestie! Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) lagi jadi center of the universe buat para komikus muda se-Jawa Tengah dan sekitarnya. Pasalnya, mereka resmi jadi tuan rumah Peksimida 2026 cabang Lomba Komik Strip yang berlangsung selama tiga hari penuh, 3—5 Juli 2026, di Kampus IV UPGRIS, Jalan Gajah Raya, Semarang. Bukan kaleng-kaleng, ada 23 mahasiswa dari 23 kampus berbeda yang ikutan ngegas di sini, mulai dari UPGRIS sendiri, Binus, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Udinus, Unnes, UNS, Amikom, sampai ISI Surakarta. Vibes persaingannya? Nggak main-main, kayak turnamen e-sports tapi ini soal narasi visual yang slay abis.

Dari sekian nama besar itu, Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo ST MT, langsung kasih stamp of approval. Pidatonya bikin hati adem: “Bukan sekadar menentukan siapa yang berdiri sebagai pemenang, tetapi ruang aktualisasi diri, ruang pembelajaran, ruang kolaborasi, dan ruang perjumpaan berbagai kreativitas mahasiswa.” Yes, nggak cuma podium dan medali, gengs. Event ini jadi safe space buat para kreator buat throwing ideas, saling support, dan nunjukin kalau mereka lebih dari sekadar nilai IPK. Rektor juga menegaskan, peserta adalah talenta-talenta terbaik yang udah siap bersaing di level nasional bahkan internasional. So, jangan kaget kalau nanti muncul nama baru di scene komik Tanah Air.

Bukan Cuma Gambar Lucu: Analisis Dampak Lomba Komik Strip ala Peksimida

Kalau lo pikir lomba ini cuma bikin komik strip ala-ala meme receh, lo wajib reset mindset. Maria Ulfa selaku Ketua Panitia alias “mom” lomba ini, buka-bukaan soal kriteria yang bikin peserta harus mikir keras. Penilaian dibobotin begini:

Kriteria Penilaian Bobot
Kesesuaian Karya 15%
Komunikatif 25%
Penguasaan Teknis Visualisasi 30%
Keunikan & Orisinalitas 30%

Kalau diperhatikan, porsi terbesar justru di teknis dan orisinalitas—masing-masing 30%. Ini sinyal kuat kalau lomba kayak gini bukan cuma ajang copy-paste template Canva. Peserta harus bener-bener paham storytelling, komposisi visual, dan nyari angle unik biar karyanya stand out. Formatnya pun fleksibel banget: bisa webtoon (hello, Line Webtoon creator vibes), slide Instagram max 10 slide (pas banget buat feed Instagram yang makin aesthetic), atau media A4 konvensional. Habis itu bakal diperebutin Juara 1, 2, 3, plus Harapan 1-3.

Nggak heran sih, karena pendaftarannya udah dibuka sejak 23 Mei—23 Juni 2026, jadi mereka punya waktu sebulan buat all-out berkarya. Dan yang bikin event ini makin krusial: Peksimida adalah stepping stone menuju Peksiminas 2026 di level nasional. So, yang menang di sini bakal jadi representasi daerah, sekaligus portofolio dewa buat karier mereka ke depannya.

Kalau lo masih mikir “ah, ini cuma lomba komik biasa,” coba deh resapi lagi kata Rektor: “Penghasilan seseorang tidak hanya didukung dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan dari luar akademik.” Di zaman sekarang, ketika creator economy lagi meroket, skill bikin komik strip bisa jadi pintu rezeki mulai dari komisi NFT, ilustrasi brand, sampai konten storytelling berbayar. Jadi peserta nggak cuma unjuk gigi, tapi juga lagi investasi buat masa depan.

FAQ Esensial Lomba Komik Strip Peksimida 2026

Nah, gimana pendapat lo? Apakah lomba semacam ini emang sepenting itu buat mahasiswa jaman now, atau cuma ajang seru-seruan aja? Kalau lo pernah ikutan lomba komik strip atau sekadar bikin komik iseng di Instagram, share pengalaman lo dong di kolom komentar! Plus, kampus mana yang lo jagokan bakal bawa pulang trofi Peksimida 2026? Vote di mini poll kita, ya! 👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User