Pelaku Tusuk Acak Pejalan Kaki di Tangerang Ditangkap

Kepolisian Resor Tangerang Selatan berhasil menangkap seorang pria yang melakukan aksi penusukan secara acak terhadap pejalan kaki. Insiden mengerikan ini

Jul 12, 2026 - 10:49
0 0
Pelaku Tusuk Acak Pejalan Kaki di Tangerang Ditangkap

Kepolisian Resor Tangerang Selatan berhasil menangkap seorang pria yang melakukan aksi penusukan secara acak terhadap pejalan kaki. Insiden mengerikan ini terjadi di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, pada Senin malam (15/5) sekitar pukul 20.00 WIB. Pelaku yang diketahui berinisial AK (27) kini telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kronologi Kejadian Berdasarkan Saksi dan CCTV

Kejadian berlangsung sangat cepat dan tiba-tiba. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan rekaman kamera pengawas, berikut urutan peristiwanya:

  1. 20.00 WIB – Dua orang pejalan kaki, DL (30) dan RA (25), tengah berjalan di depan deretan ruko Jalan Raya Serpong. Mereka baru saja selesai membeli makanan di warung terdekat.
  2. 20.05 WIB – Seorang pria tak dikenal tiba-tiba mendekati korban dari arah belakang. Tanpa mengeluarkan sepatah kata, pelaku langsung menusukkan pisau lipat ke punggung DL. Saksi mata, Yanto (45), seorang pedagang kaki lima, mengatakan bahwa serangan itu begitu cepat hingga korban hampir tidak sempat bereaksi.
  3. 20.06 WIB – Usai menusuk DL, pelaku berbalik dan menikam RA yang berada di dekatnya. RA sempat berteriak meminta tolong, yang kemudian menarik perhatian warga sekitar. Namun, sebelum warga bisa mendekat, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor matik hitam ke arah Ciputat.
  4. 20.15 WIB – Warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Serpong. Tim kepolisian langsung menuju lokasi, mengevakuasi korban ke RSUD Tangerang, dan mengamankan rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Penangkapan dan Barang Bukti

Tidak sampai 24 jam, pada Selasa sore (16/5) sekitar pukul 16.30 WIB, pelaku dibekuk di sebuah rumah kontrakan di wilayah Ciputat. Polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk sebilah pisau lipat bergerigi yang masih terdapat noda darah, pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi, serta sepeda motor yang digunakan untuk melarikan diri.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ahmad Ronaldo, dalam konferensi pers menyatakan bahwa penangkapan berlangsung tanpa perlawanan berarti. “Kami lacak keberadaan pelaku dari rekaman CCTV dan keterangan saksi yang mengenali ciri-ciri sepeda motornya. Alhamdulillah, dalam waktu singkat kami bisa mengamankan terduga pelaku,” ujar AKBP Ahmad.

Kondisi Korban dan Dugaan Motif Pelaku

Kedua korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang. DL mengalami luka tusuk serius di bagian punggung, sementara RA menderita luka di dada dan lengan kanan. Dokter menyatakan kondisi keduanya stabil, namun masih memerlukan observasi ketat karena risiko infeksi dan pendarahan dalam. Pihak rumah sakit memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dari hasil interogasi awal, AK mengaku nekat melakukan aksinya karena terinspirasi oleh tontonan kekerasan di media sosial. Ia juga diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan ringan, meskipun belum pernah menjalani perawatan resmi. “Terduga pelaku mengaku sering menyimpan video-video kekerasan di ponselnya dan merasa ‘ingin mencoba’ apa yang ia tonton,” terang AKBP Ahmad.

“Kami masih mendalami motif lainnya, termasuk kemungkinan adanya dendam pribadi atau pengaruh obat-obatan terlarang. Untuk saat ini, pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan berat dan kepemilikan senjata tajam tanpa izin,” tegas Kapolres.

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Insiden ini memicu kekhawatiran di kalangan warga Tangerang Selatan. Banyak yang menuntut peningkatan keamanan di area publik, terutama pada jam-jam rawan. Menanggapi hal ini, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan berjanji akan memperkuat patroli malam serta memperluas jangkauan CCTV di titik-titik strategis.

“Keamanan warga adalah prioritas utama. Kami akan menambah unit reaksi cepat dan mengintegrasikan sistem pengawasan kota. Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental di lingkungan sekitar,” kata Benyamin.

Sementara itu, psikolog forensik, Dr. Indah Kurnia, yang dimintai komentarnya secara terpisah, menyoroti bahaya konsumsi konten kekerasan tanpa literasi digital yang memadai. Ia mendorong agar platform media sosial lebih ketat menyaring konten berbahaya, dan keluarga berperan aktif memantau aktivitas digital anggota keluarganya. “Ini bukan lagi kasus kriminal biasa, tapi hasil dari paparan terus-menerus terhadap adegan kekerasan yang membuat seseorang mengalami desensitisasi dan gangguan empati,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk tes kejiwaan terhadap AK untuk memastikan apakah ia layak mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Publik menanti kejelasan nasib korban yang membutuhkan waktu pemulihan panjang serta vonis setimpal bagi pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.

[SOCIAL_TWEET]: Aksi brutal guncang Tangerang! Seorang pria ditangkap setelah menusuk dua pejalan kaki secara acak di Serpong. Motif sementara: obsesi konten kekerasan & gangguan mental. Cek selengkapnya. #Tangerang #Penusukan #KeamananPublik[SOCIAL_TG]: 🔪 Breaking: Penusuk Acak di Tangerang Dibekuk! Pelaku menusuk dua korban di Jalan Raya Serpong, lalu kabur pakai motor. Motifnya bikin merinding: terobsesi konten kekerasan! Jangan lupa waspada, ya. 🚨

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User