Pelatihan Melukis Jadi Bekal Wirausaha Penyandang Disabilitas
Semarang - Warkini.com — Semangat dan kreativitas tak mengenal batas. Puluhan penyandang disabilitas di Kota Semarang mengikuti pelatihan melukis yang digelar untuk mengasah keterampilan sekaligu
Semarang - Warkini.com — Semangat dan kreativitas tak mengenal batas. Puluhan penyandang disabilitas di Kota Semarang mengikuti pelatihan melukis yang digelar untuk mengasah keterampilan sekaligus membuka peluang usaha mandiri. Program yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ruang ekspresi baru bagi para peserta yang berasal dari berbagai komunitas difabel di ibu kota Jawa Tengah.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Sosial Kota Semarang bersama sejumlah seniman lokal ini tidak sekadar mengajarkan teknik dasar melukis di atas kanvas. Peserta diajak mengeksplorasi warna, komposisi, dan emosi yang tertuang dalam setiap goresan kuas. Menurut laporan media kami, pelatihan ini dirancang agar setiap individu mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai jual tinggi, sehingga bisa menjadi bekal wirausaha yang berkelanjutan.
Dari Hobi Menjadi Sumber Penghasilan
Salah satu instruktur, Andi Prasetyo, mengatakan bahwa banyak peserta sebenarnya sudah memiliki bakat seni yang terpendam. “Tinggal bagaimana kami memfasilitasi agar bakat itu bisa muncul dan berkembang. Setelah pelatihan, kami juga akan mendampingi mereka untuk memasarkan karya lewat pameran bersama dan platform digital,” ujarnya.
“Saya tidak menyangka lukisan saya bisa diapresiasi seperti ini. Sekarang saya jadi punya keyakinan untuk menjual karya saya sendiri.” – Rina, peserta pelatihan.
Rina, seorang peserta dengan disabilitas fisik, mengaku menemukan kembali kepercayaan dirinya. Karyanya yang menggambarkan pemandangan alam khas Semarang mendapat pujian dari para pelatih dan berhasil menarik minat salah satu galeri lokal untuk dipamerkan. Kisah seperti Rina menjadi bukti bahwa pelatihan ini benar-benar membuka jalan baru bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi.
Kolaborasi untuk Ekosistem Wirausaha Inklusif
Tidak hanya melukis, peserta juga dibekali pengetahuan tentang manajemen usaha kecil, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran melalui media sosial. Dinas Sosial setempat menggandeng beberapa pelaku usaha kreatif untuk menjadi mentor. Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Drs. Hendro Martono, M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan ekosistem wirausaha yang inklusif.
“Kami ingin penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebelah mata. Mereka punya potensi besar, dan kami akan terus mendorong agar karya mereka bisa bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” kata Hendro dalam sambutannya.
Pelatihan yang digelar di Balai Pelatihan Kerja Semarang ini ditutup dengan pameran kecil yang menampilkan hasil karya peserta. Beberapa lukisan laku terjual pada hari itu juga, memberikan suntikan semangat dan modal awal bagi para seniman difabel. Ke depan, diharapkan akan semakin banyak kolaborasi serupa yang tidak hanya memberdayakan, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas.
Comments (0)