Pengusaha Dorong Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi dan Logistik Asia

Jawa Tengah diproyeksikan menjelma sebagai salah satu wilayah paling kompetitif di Asia dalam menarik minat investor global. Optimisme ini disampaikan oleh kalangan pengusaha yang melihat serangkaian

Jul 08, 2026 - 00:44
0 0
Pengusaha Dorong Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi dan Logistik Asia

Jawa Tengah diproyeksikan menjelma sebagai salah satu wilayah paling kompetitif di Asia dalam menarik minat investor global. Optimisme ini disampaikan oleh kalangan pengusaha yang melihat serangkaian indikator daya saing provinsi ini terus menguat. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah industri di Jawa Tengah melampaui rata-rata nasional, sementara tingkat efisiensi penanaman modal juga tercatat lebih baik. Potensi besar ini mendorong agenda transformatif agar provinsi tersebut tidak hanya menjadi tujuan investasi domestik, melainkan juga simpul utama rantai pasok berskala internasional.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mendesak percepatan pembangunan infrastruktur strategis. Agenda prioritas mencakup penguatan pelabuhan, pengembangan terminal kargo pedalaman (dry port) di Batang dan Kendal, serta integrasi kawasan industri dengan jaringan logistik nasional dan global. Langkah-langkah ini diyakini akan memangkas biaya distribusi, mempercepat konektivitas, dan meningkatkan daya tarik kawasan bagi industri manufaktur berorientasi ekspor.

"Agar Jawa Tengah mampu menjadi pusat investasi dan logistik berskala internasional, percepatan pembangunan infrastruktur logistik, penguatan pelabuhan, serta pengembangan dry port di Batang dan Kendal harus segera diwujudkan. Integrasi kawasan industri dengan rantai pasok nasional dan global merupakan keniscayaan," tegas Bob Azam, Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, dalam laporan terbaru yang diterima Warkini.com.

Integrasi Kawasan Industri dan Infrastruktur Jadi Kunci

Kawasan industri seperti Batang Integrated Industrial Estate dan Kendal Industrial Park menjadi motor penggerak investasi yang kian strategis. Kedua kawasan tersebut tidak hanya menawarkan lahan yang siap bangun, tetapi juga terkoneksi langsung dengan rencana pengembangan dry port dan akses tol trans-Jawa. Para pelaku usaha menilai, jika integrasi moda transportasi—darat, laut, dan rel—ini rampung sesuai rencana, Jawa Tengah akan memiliki ekosistem industri yang setara dengan hub produksi di kawasan Asia Tenggara lainnya.

Selain infrastruktur fisik, faktor kestabilan upah dan produktivitas tenaga kerja juga menjadi pertimbangan yang mendorong pelaku industri untuk memperluas basis produksinya di Jawa Tengah. Tingginya pasokan tenaga kerja terampil dari berbagai sekolah vokasi dan balai latihan kerja lokal dinilai menjadi keunggulan komparatif yang perlu terus ditingkatkan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan.

Kolaborasi Multipihak untuk Percepatan Realisasi Investasi

Warkini.com mencatat, dalam berbagai forum diskusi, pengusaha menekankan bahwa keberhasilan Jawa Tengah menjadi pusat investasi Asia sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan sektor swasta. Penyederhanaan regulasi perizinan, kepastian insentif fiskal, serta penyediaan utilitas dasar seperti energi dan air bersih di kawasan industri menjadi elemen non-negosiasi yang harus segera dituntaskan.

Dukungan dari kalangan pengusaha ini kian memperkuat optimisme bahwa Jawa Tengah mampu menggeser peta kompetisi investasi di tingkat Asia. Dengan eksekusi agenda infrastruktur yang tepat waktu dan tata kelola investasi yang responsif, provinsi ini berpotensi menjadi gerbang baru bagi arus perdagangan dan manufaktur global yang melengkapi simpul pertumbuhan yang sudah ada di wilayah barat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User