Perkuat Ketahanan Keluarga, Gubernur Jatim Perkenalkan Pelita ASN untuk Abdi Negara

SURABAYA, Warkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia aparatur yang tangguh, tidak hanya secara profesional namun juga secara person

Jul 07, 2026 - 23:25
0 0
Perkuat Ketahanan Keluarga, Gubernur Jatim Perkenalkan Pelita ASN untuk Abdi Negara

SURABAYA, Warkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia aparatur yang tangguh, tidak hanya secara profesional namun juga secara personal. Bertepatan dengan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, meresmikan program Pendampingan dan Layanan Terintegrasi bagi Keluarga Aparatur Sipil Negara yang diberi nama Pelita ASN.

Acara yang digelar di Graha Menur, Rumah Sakit Daerah (RSD) Prof. dr. Moeljono Provinsi Jawa Timur, Senin (29/6) tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kinerja birokrasi dengan kualitas kehidupan pribadi para abdi negara. Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menekankan paradigma baru bahwa profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak bisa dipisahkan dari keharmonisan rumah tangga. Fondasi keluarga yang kokoh dinilai sebagai variabel kunci dalam menciptakan etos kerja tinggi dan pelayanan publik yang prima.

“Kita tidak bisa memisahkan antara performa di kantor dengan atmosfer di dalam rumah. Seorang ASN yang keluarganya sehat, harmonis, dan berkualitas secara psikologis, akan mampu mentransformasikan energi positif tersebut ke dalam tugas-tugas pemerintahan. Inilah mengapa ketahanan keluarga menjadi isu fundamental dalam reformasi birokrasi saat ini,” ujar Khofifah dalam laporan tertulis yang diterima media kami, Selasa (30/6/2026).

Layanan Terintegrasi untuk Keseimbangan Karier dan Rumah Tangga

Program Pelita ASN dirancang sebagai payung layanan holistik yang mengintegrasikan pendampingan psikologis, konseling keluarga, penguatan fungsi ekonomi rumah tangga, hingga perlindungan dari potensi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di lingkungan birokrasi. Skema ini memungkinkan ASN untuk mengakses bantuan secara terpadu tanpa harus melalui birokrasi pelaporan yang rumit dan berlapis.

"Pada peringatan Harganas ini kita juga meluncurkan Pelita ASN. Ini adalah wujud nyata bagaimana pendampingan dan pelayanan secara terintegrasi bagi ASN, terutama yang terkait dengan ketahanan keluarga, dapat dihadirkan. Jika di rumah mereka tenang dan bahagia, maka kinerja mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat juga akan meningkat signifikan," jelas Khofifah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melihat fenomena bahwa tekanan pekerjaan administratif yang tinggi seringkali berdampak pada relasi suami-istri serta pola asuh anak di kalangan pegawai pemerintahan. Kehadiran Pelita ASN menjadi jaring pengaman sosial yang memastikan tidak ada ASN yang mengalami krisis keluarga tanpa penanganan. Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi Jawa Timur sebagai provinsi yang proaktif mengimplementasikan kebijakan responsif gender di tingkat birokrasi.

“Saya mengapresiasi langkah visioner dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ketahanan keluarga adalah isu nasional, dan ketika diaktualisasikan dalam lingkungan ASN, efeknya akan sangat besar terhadap stabilitas sosial dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Inisiatif ini sangat layak untuk menjadi percontohan nasional,” tegas Menteri Arifatul. Dengan adanya program ini, diharapkan angka perceraian dan konflik rumah tangga di kalangan abdi negara dapat diminimalisir, membuka jalan bagi terciptanya birokrasi yang profesional, bermartabat, dan humanis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User