warkini.
Travel

Pertamina NRE Akselerasi Pengembangan Bioetanol Multi-Feedstock di Lampung

Halo kerabat Warkini! Langkah nyata menuju kemandirian energi dan pengurangan emisi karbon kembali diukir dari Tanah Lada. PT Pertamina Power Indonesia (Pe

Pertamina NRE Akselerasi Pengembangan Bioetanol Multi-Feedstock di Lampung

Halo kerabat Warkini! Langkah nyata menuju kemandirian energi dan pengurangan emisi karbon kembali diukir dari Tanah Lada. PT Pertamina Power Indonesia (Pertamina NRE) secara agresif mengakselerasi pengembangan bahan bakar nabati ramah lingkungan melalui fasilitas Bioethanol Development Center yang berlokasi di Provinsi Lampung. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) di tanah air.

Tidak hanya mengandalkan satu jenis komoditas, proyek strategis ini menerapkan pendekatan berbasis multi-feedstock atau multibahan baku. Pendekatan inovatif tersebut menggabungkan fleksibilitas pemanfaatan komoditas pertanian lokal dengan penerapan teknologi produksi bioetanol generasi pertama (1G) dan generasi kedua (2G) secara terintegrasi.

Mengawinkan Teknologi Bioetanol Generasi 1G dan 2G

Langkah keberanian Pertamina NRE dalam mengadopsi konsep multi-feedstock didasari oleh kebutuhan akan kepastian pasokan bahan baku secara berkelanjutan. Selama ini, industri bioetanol kerap dihadapkan pada dilema keterbatasan pasokan serta potensi benturan dengan ketahanan pangan jika hanya mengandalkan satu jenis hasil tani.

Melalui Bioethanol Development Center di Lampung, teknologi 1G difokuskan untuk mengolah bahan pangan berbasis pati dan gula seperti molasses (tetes tebu) dan singkong yang melimpah di wilayah tersebut. Sementara itu, teknologi 2G memanfaatkan limbah selulosa dari sektor agrikultur, seperti bagas tebu, tongkol jagung, hingga tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang sebelumnya kurang dimaksimalkan.

Generasi Bioetanol Bahan Baku Utama Keunggulan Utama
Generasi Pertama (1G) Singkong, Molasses (Tetes Tebu) Rendemen gula tinggi dan proses konversi relatif matang.
Generasi Kedua (2G) Limbah Agrikultur (Bagas Tebu, TKKS Sawit) Tidak mengganggu rantai pangan dan memanfaatkan limbah.

Lampung Sebagai Hub Strategis Bioenergi Nasional

Pemilihan Provinsi Lampung sebagai lokasi pengembangan fasilitas ini bukanlah tanpa alasan. Lampung dikenal sebagai salah satu lumbung agrikultur terbesar di Sumatra dengan potensi limbah pertanian yang sangat melimpah. Kehadiran pusat riset dan produksi ini diyakini mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi sektor agribisnis lokal.

"Pengembangan bioetanol berbasis multi-feedstock ini merupakan jawaban nyata atas tantangan fleksibilitas bahan baku. Dengan mengombinasikan hasil tani utama dan limbah agrikultur, kita tidak hanya menjamin pasokan energi bersih yang stabil, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi para petani lokal di Lampung," tegas manajemen Pertamina NRE.

Pemanfaatan limbah pertanian melalui teknologi 2G juga membuka peluang circular economy bagi para petani dan pengelola perkebunan. Limbah sisa panen yang dulunya sering kali dibakar atau dibiarkan membusuk kini memiliki nilai ekonomi baru sebagai bahan baku energi terbarukan.

Mendukung Target Net Zero Emission 2060

Akselerasi proyek bioetanol ini berpotensi besar mempercepat pencapaian target pencampuran bioetanol ke bahan bakar minyak (BBM) nasional, seperti program E5 maupun E10. Inisiatif ini selaras dengan peta jalan pemerintah dalam menekan ketergantungan pada impor minyak fosil yang nilainya masih sangat tinggi.

Secara operasional, pemanfaatan bioetanol sebagai pencampur BBM terbukti mampu meningkatkan angka oktan kendaraan sekaligus menekan emisi gas buang hingga 30 persen. Efisiensi dan efektivitas ini menjadi katalis penting bagi Indonesia dalam mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat.

Dengan sinergi antara teknologi mutakhir, potensi daerah, dan komitmen keberlanjutan lingkungan, langkah Pertamina NRE di Lampung ini diharapkan menjadi cetak biru (*blueprint*) bagi pengembangan pusat bioenergi serupa di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Menggabungkan teknologi bioetanol 1G dan 2G dari limbah pertanian untuk mendukung kemandirian energi Indonesia. Simak selengkapnya di Warkini.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User