Suasana malam di Kota Makassar belakangan ini kerap diwarnai pemandangan antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Para pengemudi, mulai dari angkutan umum, kendaraan logistik, hingga pengendara pribadi, sering kali harus menghabiskan waktu berharga mereka hanya untuk mengantre pasokan bahan bakar. Menanggapi fenomena ini dan demi menjaga kelancaran mobilitas warga, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi langsung mengambil langkah cepat dan terukur.
Langkah konkret tersebut diwujudkan dengan memperluas jangkauan operasional fasilitas pengisian bahan bakar. Pertamina secara resmi mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam nonstop di wilayah Kota Makassar. Penambahan ini dilakukan setelah Pertamina menyuntikkan 14 titik SPBU baru yang beroperasi penuh tanpa henti, menguji kesiapan layanan dari yang sebelumnya hanya berjumlah 11 SPBU.
Langkah Strategis Memecah Kepadatan Antrean
Keputusan memperbanyak titik layanan 24 jam ini bukanlah tanpa alasan. Tingginya aktivitas ekonomi Kota Makassar yang berdenyut hingga malam hari menuntut ketersediaan energi yang selalu siaga. Dengan menyebar titik-titik operasional ini, konsentrasi kendaraan yang sebelumnya menumpuk di jam-jam tertentu diharapkan bisa terpecah secara merata sepanjang hari.
Berikut adalah gambaran ringkas perubahan skema operasional SPBU 24 jam di Makassar:
| Parameter Layanan | Sebelum Kebijakan Baru | Setelah Kebijakan Baru |
|---|---|---|
| Jumlah SPBU 24 Jam | 11 Titik SPBU | 25 Titik SPBU |
| Penambahan Fasilitas | - | 14 Titik Baru |
| Fokus Distribusi | Titik Utama Kota | Menyeluruh di Jalur Logistik & Pemukiman |
Menjamin Pasokan BBM Subsidi dan Non-Subsidi
Tak hanya sekadar membuka pintu SPBU lebih lama, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga memastikan rantai pasok BBM ke seluruh SPBU 24 jam tersebut berjalan tanpa hambatan. Koordinasi ketat dilakukan antara pihak depo pasokan dan armada mobil tangki agar tidak terjadi kekosongan stok di lapangan, terutama untuk jenis bahan bakar yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.
"Pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Makassar. Kami ingin memastikan pasokan energi selalu tersedia kapan pun warga menyusuri jalanan kota," ujar perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Langkah ini disambut hangat oleh para pengusaha transportasi dan pengemudi harian. Adanya alternatif waktu pengisian BBM di malam atau dini hari membuat mereka tak perlu lagi mengorbankan waktu kerja di siang hari yang berharga.
Pengawasan Ketat dan Kenyamanan Konsumen
Guna memastikan kebijakan ini berjalan efektif dan tepat sasaran, Pertamina juga memperketat sistem pengawasan di lapangan. Integrasi teknologi digital dan pengawasan CCTV terus dioptimalkan untuk mengantisipasi praktik-praktik penyalahgunaan pembeli tak bertanggung jawab yang berpotensi memicu kelangkaan.
Beberapa poin penting dari optimalisasi layanan ini meliputi:
- Pengawasan Sistemik: Memastikan penyaluran BBM tepat sasaran sesuai regulasi yang berlaku.
- Kenyamanan Pengendara: Meminimalkan waktu tunggu dan kemacetan di sekitar area SPBU.
- Ketahanan Stok: Pemantauan kuota BBM secara berkala melalui sistem kontrol digital terpusat.
Pada akhirnya, kebijakan pengoperasian 25 SPBU 24 jam ini menjadi angin segar bagi dinamika Kota Makassar. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan, sebab pasokan BBM dipastikan aman dan tersedia penuh selama 24 jam nonstop.
Guna menanggulangi antrean panjang kendaraan, Pertamina menambah 14 titik SPBU 24 jam baru di Makassar (total 25 titik). Baca artikel selengkapnya di Warkini.com!
Comments (0)