warkini.
Travel

Wamen ESDM Beberkan Jurus Indonesia Jaga Ketahanan Energi di Forum G20

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah gejolak pasar global. Dalam pertemuan tingkat ment

Wamen ESDM Beberkan Jurus Indonesia Jaga Ketahanan Energi di Forum G20

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah gejolak pasar global. Dalam pertemuan tingkat menteri forum G20 di Houston, Texas, Amerika Serikat, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memaparkan berbagai langkah konkret untuk merespons ketidakpastian pasokan bahan bakar fosil dunia sekaligus mempercepat agenda transisi energi hijau.

Isu ketahanan energi kini menjadi topik paling hangat di kalangan anggota G20. Memanasnya tensi geopolitik di berbagai belahan dunia telah mengganggu stabilitas jalur distribusi internasional serta memicu lonjakan harga komoditas energi yang membebani perekonomian banyak negara berkembang.

Soroti Ketidakpastian Pasokan dan Tantangan Geopolitik Global

Dalam forum bergengsi G20 Energy Abundance Ministerial Meeting yang diselenggarakan pada pertengahan September 2026 tersebut, Yuliot Tanjung menyoroti betapa rentannya rantai pasok energi global terhadap konflik kawasan. Kerusakan maupun ancaman pada infrastruktur vital energi dunia memicu risiko kelangkaan pasokan yang tidak bisa diabaikan.

"Indonesia mendukung hak berdaulat setiap negara untuk menentukan jalur energinya berdasarkan kondisi nasionalnya. Kami terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan tetap mendorong transisi energi yang berkeadilan menuju ‘Net Zero Emissions’ pada 2060 atau lebih cepat," tegas Yuliot di hadapan para delegasi menteri energi G20.

Sikap tegas ini menegaskan bahwa Indonesia tidak sekadar mengikuti arus global, melainkan memprioritaskan kepentingan kedaulatan dan keterjangkauan energi bagi masyarakat luas.

Langkah Strategis: Pangkas Ketergantungan Impor Minyak Bumi

Salah satu pilar krusial yang dibahas adalah upaya mendesak untuk mengurangi ketergantungan impor minyak. Saat ini, terdapat jurang yang cukup lebar antara kebutuhan energi domestik dan kapasitas produksi minyak bumi di dalam negeri.

Guna mengatasi defisit pasokan tersebut, Kementerian ESDM merancang sejumlah langkah prioritas:

  • Peningkatan Produksi Domestik: Menggenjot optimalisasi sumur-sumur minyak eksisting dan eksplorasi blok migas baru guna menaikkan produksi dari level saat ini yang berada di kisaran 600 ribu barel per hari.
  • Penekanan Angka Impor: Mengingat konsumsi BBM nasional telah menembus 1,6 juta barel per hari, peningkatan lifting lokal menjadi kunci utama mengurangi devisa yang tersedot ke luar negeri.
  • Diversifikasi Sumber Energi: Mengembangkan substitusi bahan bakar melalui program mandatori biofuel berbasis kelapa sawit serta pemanfaatan gas bumi domestik.

Komitmen Transisi Energi Berkeadilan Menuju Nol Emisi 2060

Kendati tengah berupaya mendongkrak produksi migas jangka pendek, pemerintah memastikan bahwa peta jalan transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) tetap berjalan di jalur yang tepat. Konsep transisi berkeadilan menjadi prinsip utama agar peralihan menuju energi bersih tidak mengorbankan pertumbuhan ekonomi maupun kesejahteraan rakyat.

Indonesia optimistis mampu mencapai target emisi nol bersih (Net Zero Emissions) pada 2060 atau bahkan lebih cepat, asalkan didukung oleh kerja sama internasional yang konkret, transfer teknologi ramah lingkungan, serta pendanaan iklim yang inklusif dari negara-negara maju.

Kebutuhan BBM harian capai 1,6 juta barel sementara produksi baru 600 ribu barel per hari. Wamen ESDM Yuliot Tanjung ungkap strategi genjot produksi migas dan percepat transisi energi menuju target NZE 2060.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rangga-pradana

Content Creator. Mengelola konten viral, podcast, dan video pendek.

Comments (0)

User