warkini.
Viral

PFI Medan Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak

Warkini.com — Suasana haru dan penuh rasa keprihatinan menyelimuti komunitas insan pers di Kota Medan. Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan bersam

PFI Medan Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak

Warkini.com — Suasana haru dan penuh rasa keprihatinan menyelimuti komunitas insan pers di Kota Medan. Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan bersama puluhan jurnalis dari berbagai lintas media berkumpul menggelar aksi doa bersama dan penyalaan lilin solidaritas. Langkah ini dilakukan untuk mendoakan keselamatan lima orang pewarta foto yang dilaporkan hilang kontak saat bertugas di Perairan Banten, Selat Sunda.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut menjadi wadah empati sekaligus bentuk kebersamaan sesama jurnalis. Para wartawan berharap seluruh rombongan pewarta yang tengah menjalankan tugas dokumentasi di perairan tersebut dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim pencari dan penyelamat.

Aksi Solidaritas dan Keprihatinan Insan Pers Medan

Aksi doa bersama ini diinisiasi oleh PFI Medan sebagai respons cepat atas kabar mengejutkan yang menimpa rekan-rekan seprofesi mereka. Puluhan wartawan, baik dari media cetak, televisi, maupun portal berita daring, memadati lokasi acara dengan membawa foto para korban serta menyalakan lilin keselamatan sebagai simbol harapan.

"Kami yang berada di Medan merasakan duka dan kecemasan yang sama. Pekerjaan jurnalis foto di lapangan memang kerap berhadapan dengan risiko tinggi, terutama ketika harus menembus wilayah perairan ekstrem. Melalui doa bersama ini, kami berharap ada keajaiban dan kawan-kawan kita segera ditemukan selamat," ungkap salah satu pengurus PFI Medan di sela-sela aksi.

Para jurnalis yang hadir menegaskan bahwa profesi pewarta foto menuntut kehadiran fisik langsung di lapangan demi menyajikan karya visual berita secara akurat. Namun, perlindungan dan keselamatan jiwa harus selalu menjadi pertimbangan utama saat menjalankan tugas di area rawan bahaya.

Kronologi Kejadian dan Langkah Pencarian di Selat Sunda

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, rombongan lima pewarta foto tersebut melakukan perjalanan laut di sekitar Selat Sunda untuk kepentingan peliputan kondisi pesisir dan perairan Banten. Namun, cuaca buruk serta gelombang tinggi yang melanda kawasan tersebut diduga kuat menjadi penyebab terputusnya jalur komunikasi secara mendadak.

Berikut adalah urutan kejadian terkait hilangnya kontak rombongan pewarta foto di perairan Selat Sunda:

  1. Keberangkatan Rombongan: Lima orang pewarta foto berangkat menggunakan perahu motor untuk melakukan pemantauan visual dan dokumentasi di kawasan Perairan Banten.
  2. Cuaca Buruk dan Terputus Sinyal: Beberapa jam setelah bertolak, kondisi cuaca di Selat Sunda memburuk. Sinyal komunikasi serta pelacak posisi perahu mendadak terputus total.
  3. Laporan Resmi Darurat: Organisasi jurnalis bersama pihak keluarga segera berkoordinasi dengan otoritas keamanan laut setelah komunikasi gagal tersambung dalam tenggat waktu yang lama.
  4. Peluncuran Tim SAR Gabungan: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten bersama unsur TNI Angkatan Laut dan Polairud langsung menerjunkan tim penyelamat untuk menyisir titik koordinat terakhir.

Hingga kini, armada penyisiran dari tim SAR gabungan masih terus bekerja keras menerjang gelombang dan cuaca yang kurang bersahabat demi menemukan keberadaan kapal beserta seluruh penumpang di dalamnya.

Desakan Evaluasi Keselamatan dan Harapan Komunitas Jurnalis

Peristiwa memilukan ini kembali memantik kesadaran lintas organisasi media akan krusialnya penerapan standar operasional keselamatan (SOP) bagi insan pers yang bertugas di lokasi berisiko tinggi. PFI Medan mendorong seluruh instansi terkait untuk memaksimalkan seluruh sumber daya demi mempercepat proses pencarian.

Beberapa poin utama yang menjadi perhatian dalam aksi doa bersama ini meliputi:

  • Penyisiran Maksimal: Meminta pihak Basarnas dan instansi terkait mengerahkan alutsista terbaik guna menjangkau seluruh area potensial di Selat Sunda.
  • Informasi Berkala: Mendorong transparansi dan pembaruan informasi secara kontinyu kepada keluarga korban serta organisasi wartawan.
  • Mitigasi Risiko Peliputan: Mengimbau media massa untuk melengkapi wartawan lapangan dengan perangkat keselamatan mutakhir, seperti rompi pelampung standar maritim dan radio satelit emergency.

Komunitas jurnalis di Medan berjanji akan terus mengawal perkembangan kabar dari Selat Sunda. Rasa persaudaraan dan solidaritas ini membuktikan bahwa keselamatan pers adalah prioritas bersama yang tidak bisa ditawar.

Puluhan jurnalis di Medan menyalakan lilin dan mendoakan keselamatan rekan seprofesi yang terputus komunikasi saat bertugas di perairan Banten. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di lokasi kejadian. Simak laporan lengkapnya di Warkini.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User