Pimpinan BGN Temui KPK, Sinyal Kuat Kolaborasi Pengawasan Program Gizi Nasional
Jakarta - Langkah tegas ditunjukkan jajaran teras Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, secara langsung menyambangi gedung Merah Putih, markas Komisi Pemberantasan Korupsi
Jakarta - Langkah tegas ditunjukkan jajaran teras Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, secara langsung menyambangi gedung Merah Putih, markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Selasa (7/7/2026). Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan membawa misi strategis untuk merajut kerja sama pengawasan.
Berdasarkan pantauan media kami di lokasi, Nanik tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh dua wakilnya, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Rombongan pimpinan BGN ini tiba tepat pukul 10.35 WIB dan langsung diarahkan masuk ke area gedung Merah Putih KPK bagian belakang.
"Kami ke sini mau kerja sama," ujar Nanik singkat namun penuh makna kepada awak media sebelum memasuki ruang pertemuan.
Pernyataan Nanik tersebut mengindikasikan adanya keinginan kuat dari lembaga yang dipimpinnya untuk memastikan tata kelola program gizi berjalan transparan dan akuntabel. Apalagi, BGN saat ini tengah menjadi sorotan publik terkait beberapa klaster permasalahan. Sebelumnya, muncul berbagai isu yang menyangkut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengadaan motor listrik, hingga polemik soal `ompreng` atau katering bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kehadiran Mayjen TNI Trenggono sebagai salah satu Wakil Kepala BGN turut memperkuat spektrum pengawasan. Latar belakang militer yang melekat padanya diyakini akan memperketat sistem kontrol internal terhadap program yang menelan anggaran jumbo tersebut. Sementara itu, Agustina Arumsari dikenal sebagai birokrat andal yang paham seluk-beluk tata kelola pemerintahan.
Kolaborasi antara BGN dan KPK ini dinilai sebagai langkah preventif yang cerdas. Dengan menggandeng lembaga antirasuah sejak dini, BGN seakan ingin menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik korupsi dalam distribusi bantuan pangan nasional. Masyarakat menantikan realisasi kerja sama ini agar program gizi yang menyasar jutaan penerima manfaat benar-benar tepat sasaran.
Comments (0)