Polri Bongkar Skandal Proyek Strategis Nasional: Pabrik Gula Assembagoes Dikendalikan Pemenang Tender Tak Berkualitas
Jakarta — Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri mengungkap temuan mengejutkan di balik proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes di Situbondo, Jawa Ti
Jakarta — Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri mengungkap temuan mengejutkan di balik proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes di Situbondo, Jawa Timur. Investigasi yang dilakukan terhadap proyek milik PTPN XI periode 2016-2022 ini mengungkap adanya rekayasa sistematis dalam proses pengadaan yang menguntungkan pihak tertentu.
Proyek Engineering Procurement Construction and Commissioning (EPCC) yang menyandang status Proyek Strategis Nasional (PSN) ini semestinya menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kapasitas produksi gula nasional. Namun, di balik ambisi besar tersebut, tersimpan praktik curang yang justru mengkhianati tujuan mulia proyek senilai miliaran rupiah ini.
"Penyidik menemukan adanya tindakan yang secara terstruktur mengarahkan proses lelang kepada perusahaan tertentu, meskipun perusahaan tersebut tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan," ungkap Kabag Ops Kortas Tipikor Polri, Kombes Ahmad Yusuf Afandi, dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).
Menurut laporan yang dihimpun media kami, modus operandi yang digunakan para pelaku tergolong rapi dan terencana. Sejak tahap perencanaan lelang, sudah terjadi intervensi untuk memastikan hanya perusahaan tertentu yang akan keluar sebagai pemenang. Padahal, berdasarkan dokumen yang diperoleh penyidik, perusahaan yang dimenangkan tersebut tidak memiliki kualifikasi teknis dan finansial yang memadai untuk mengerjakan proyek berskala nasional.
Praktik meloloskan perusahaan tidak layak ini menimbulkan pertanyaan serius tentang integritas proses pengadaan di lingkungan BUMN perkebunan tersebut. Bagaimana mungkin sebuah perusahaan yang tidak memenuhi syarat bisa lolos verifikasi dan akhirnya dipercaya mengelola proyek vital yang menyangkut ketahanan pangan nasional?
Kortas Tipikor Polri menegaskan bahwa penyidikan kasus ini masih terus berlanjut. Sejumlah saksi telah diperiksa dan penyidik sedang mendalami keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga turut berperan dalam konspirasi tersebut. "Kami tidak akan berhenti pada satu tersangka saja. Jika ditemukan bukti keterlibatan pihak lain, pasti akan kami tindak lanjuti," tegas Kombes Yusuf.
Proyek modernisasi Pabrik Gula Assembagoes sendiri merupakan bagian dari program revitalisasi industri gula nasional yang dicanangkan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor gula. Dengan kapasitas produksi yang ditargetkan meningkat signifikan, proyek ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi upaya pemberantasan korupsi di sektor strategis, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Warkini.com akan terus mengawal perkembangan penyidikan kasus ini dan menyajikan informasi terkini kepada publik.
Comments (0)