Polri Buka Ruang Kritik dan Saran Publik Jelang Puncak Hari Bhayangkara ke-80
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan merayakan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli mendatang. Menjelang momen istimewa itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengundang seluruh elemen
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan merayakan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli mendatang. Menjelang momen istimewa itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengundang seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan masukan, kritik, dan harapan terhadap institusi yang dipimpinnya. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada publik.
Dalam keterangan resmi yang diterima media kami, Minggu (28/6/2026), Jenderal Sigit menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses evaluasi internal Polri. Ia secara terbuka mengakui bahwa masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, dan masukan dari masyarakat menjadi kunci untuk mengenali celah-celah tersebut.
“Tentunya masyarakat bisa memberikan masukan kepada Polri tentang hal-hal yang mungkin masih kurang atau hal-hal yang masih bisa diperbaiki. Ini menjadi bahan evaluasi agar di hari ulang tahun ke-80 ini, institusi Polri bisa merespons apa yang menjadi keluhan dan harapan masyarakat selama ini,” ujar Sigit.
Pernyataan Kapolri ini disampaikan seiring dengan dimatangkannya berbagai persiapan menuju puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Rangkaian kegiatan telah dirancang untuk melibatkan langsung masyarakat, mencerminkan tema besar perayaan tahun ini yang mengedepankan kedekatan antara polisi dan warga.
Rangkaian Kegiatan Sosial dan Kesehatan
Menurut laporan yang dihimpun Warkini.com, sejumlah kegiatan bakti kesehatan akan digelar di berbagai wilayah. Mulai dari pengobatan gratis, sunatan massal, donor darah, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu. Program ini tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga akan menjangkau pelosok daerah melalui jajaran kepolisian di tingkat daerah.
Selain bidang kesehatan, Polri juga menyiapkan bakti sosial berupa pembagian sembako, renovasi rumah ibadah, dan pembersihan fasilitas umum. Kegiatan-kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat, melampaui fungsi penegakan hukum semata.
“Kita ingin menjadikan momen ulang tahun ini sebagai titik balik untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. Bukan hanya seremoni, tetapi ada manfaat langsung yang bisa dirasakan,” tambah Sigit dalam kesempatan terpisah.
Aneka perlombaan juga disiapkan untuk memeriahkan suasana. Mulai dari lomba olahraga, lomba kebersihan lingkungan antar-RT/RW, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak. Tujuannya adalah membangun interaksi yang lebih cair antara anggota kepolisian dengan warga, tanpa sekat formalitas yang kaku.
Evaluasi Menuju Polri yang Presisi
Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 akan dihelat dengan upacara resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026. Namun, pesan utama yang ingin ditekankan Kapolri adalah bahwa ulang tahun ini bukan sekadar selebrasi, melainkan momen refleksi dan introspeksi bagi seluruh jajaran.
Dengan dibukanya ruang masukan seluas-luasnya, Polri berharap dapat menyusun peta jalan perbaikan yang lebih konkret. Aspirasi yang disampaikan publik akan dikumpulkan dan dianalisis untuk menjadi dasar perumusan kebijakan internal di masa mendatang. Langkah ini sejalan dengan konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan) yang digaungkan Jenderal Sigit sejak awal masa kepemimpinannya.
Masyarakat yang ingin menyampaikan masukan dapat melakukannya melalui berbagai kanal resmi yang disediakan, termasuk media sosial Polri, aplikasi layanan, hingga datang langsung ke kantor polisi terdekat. Dengan pendekatan yang lebih terbuka ini, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat akan semakin kokoh dan saling percaya.
Comments (0)