warkini.
Viral

Poltesa Terapkan Blower Tenaga Surya Bantu Nelayan Pulau Lemukutan

Pulau Lemukutan di Kalimantan Barat tak hanya terkenal dengan keindahan bawah lautnya yang memukau para wisatawan, tetapi juga menjadi tempat bergantungnya

Poltesa Terapkan Blower Tenaga Surya Bantu Nelayan Pulau Lemukutan

Pulau Lemukutan di Kalimantan Barat tak hanya terkenal dengan keindahan bawah lautnya yang memukau para wisatawan, tetapi juga menjadi tempat bergantungnya ribuan nelayan lokal. Saban hari, mereka mengarungi perairan untuk mengumpulkan hasil laut segar. Namun, tantangan terbesar para nelayan pesisir ini kerap muncul seusai tangkapan didapat, yakni bagaimana menjaga ikan-ikan tersebut tetap hidup dan segar hingga sampai ke tangan pembeli di daratan.

Kondisi pasokan listrik di wilayah pulau terluar yang terbatas sering kali memaksa nelayan bergantung pada mesin genset berbahan bakar minyak yang mahal dan bising. Menjawab persoalan mendasar tersebut, tim peneliti dan pengabdi dari Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) hadir memboyong inovasi berbasis teknologi hijau, yakni alat aerasi atau blower berdaya surya yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat nelayan lokal.

Solusi Ramah Lingkungan dari Kampus Vokasi Sambas

Penerapan teknologi ini merupakan bagian dari komitmen Poltesa dalam menyalurkan hasil riset terapan secara langsung ke masyarakat. Inovasi blower tenaga surya ini dibuat tangguh untuk menyuplai oksigen pada keramba atau bak penampungan ikan hidup milik nelayan tanpa harus terus-menerus membeli bahan bakar fosil.

Melalui pemanfaatan sinar matahari yang berlimpah di area pesisir, sistem ini mampu beroperasi secara mandiri. Langkah nyata akademisi ini mendapat sambutan hangat dari warga Pulau Lemukutan yang selama ini kerap terbebani oleh tingginya operasional melaut.

"Kami ingin menghadirkan teknologi tepat guna yang tidak hanya canggih di atas kertas, tetapi benar-benar menjawab jeritan dan kebutuhan riil nelayan di lapangan. Dengan blower tenaga surya ini, ketahanan pasokan oksigen untuk ikan tangkapan jauh lebih terjamin," ungkap perwakilan tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Poltesa.

Efisiensi Biaya dan Cara Kerja Sistem

Secara teknis, inovasi ini mengintegrasikan panel surya (photovoltaic), pengatur pengisian daya (solar charge controller), baterai penyimpan daya, serta unit blower aerator berdaya efisien tinggi. Pada siang hari, panel surya menyerap energi matahari untuk menyalakan sistem sekaligus mengisi daya baterai, sehingga blower dapat terus menghembuskan udara segar sepanjang malam.

Penggunaan sistem ramah lingkungan ini memberikan keuntungan signifikan jika dibandingkan dengan cara tradisional berbasis generator bensin. Berikut adalah ringkasan perbandingan operasionalnya:

Parameter Blower Genset Konvensional Blower Tenaga Surya Poltesa
Sumber Energi Bensin / Solar (BBM) Sinar Matahari (Grartis)
Biaya Harian Tinggi (Beli BBM harian) Rp0 (Bebas Biaya BBM)
Dampak Lingkungan Bising dan Menghasilkan Emisi Ramah Lingkungan & Tanpa Suara
Kesegaran Ikan Rentan saat BBM Habis Stabil Dengan Cadangan Baterai

Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan Nelayan

Kehadiran sistem aerasi bertenaga surya ini membawa angin segar bagi perekonomian warga. Ikan laut yang dijaga kesegarannya dalam keadaan hidup memiliki nilai jual jauh lebih tinggi di pasaran dibandingkan ikan matang atau es. Efisiensi ini langsung meningkatkan marjin keuntungan para nelayan setempat.

Beberapa manfaat utama yang dirasakan langsung oleh komunitas nelayan di Pulau Lemukutan antara lain:

  • Menekan Pengeluaran BBM: Alokasi dana harian nelayan untuk membeli bensin genset kini dapat ditabung atau dialihkan untuk kebutuhan keluarga.
  • Menjaga Kualitas Mutu Tangkapan: Pasokan oksigen yang stabil memastikan angka kematian ikan di keramba penampungan menurun drastis.
  • Transfer Teknologi Terapan: Nelayan juga mendapatkan pelatihan teknis mengenai cara perawatan berkala panel surya dan komponen listrik dasar.

Melalui penerapan teknologi hijau ini, Poltesa membuktikan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dan masyarakat pesisir mampu menciptakan kemandirian energi berbasis kearifan lokal. Langkah ini diharapkan terus berkelanjutan dan menjadi percontohan bagi pulau-pulau kecil lainnya di Kalimantan Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User