Pramono Hadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi
Warkini.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang berlangsung khidmat di kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu malam (sesuaikan tanggal).
Warkini.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang berlangsung khidmat di kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu malam (sesuaikan tanggal). Kehadiran orang nomor satu di Ibu Kota tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta yang puncaknya akan diperingati pada 22 Juni mendatang.
Berdasarkan pantauan media kami, ribuan warga dari berbagai penjuru Jakarta memadati lokasi acara sejak sore hari. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian doa bersama, pembacaan ratib, dan tausiah keagamaan yang dipimpin oleh sejumlah habaib serta alim ulama terpandang dari kalangan masyarakat Betawi. Suasana syahdu begitu terasa ketika lantunan shalawat dan zikir memenuhi ruang utama perhelatan.
Dalam sambutannya, Pramono Anung menegaskan bahwa Haul Akbar ini bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan bentuk penghormatan tulus kepada para pendakwah yang telah meletakkan dasar‑dasar peradaban Jakarta yang berbudaya dan toleran. "Ulama dan habaib Betawi adalah pewaris cahaya ilmu yang sudah turun‑temurun menjaga akhlak dan persatuan warga kota. Pemerintah hadir bukan hanya untuk memfasilitasi, tetapi juga memastikan warisan spiritual ini terus hidup di tengah modernisasi Jakarta," ujar Pramono di hadapan jemaah.
"Jakarta yang kita cintai ini tidak lahir dari ruang hampa. Ia dibangun di atas semangat keberagamaan yang kuat, yang dipelopori oleh para ulama dan habaib sejak zaman dulu. Maka, haul ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang akar sejarah dan moral yang harus terus dirawat."
Selain menjadi arena zikir dan doa untuk para leluhur, acara tersebut juga dirancang sebagai titik temu antara pemerintah dan komunitas keagamaan dalam merumuskan program‑program penguatan karakter warganya. Pramono menyebutkan bahwa kolaborasi semacam ini akan terus diperluas, terutama menjelang setengah abad kelima Jakarta yang diharapkan membawa semangat baru bagi kota global namun tetap berakar pada nilai‑nilai lokal.
Panitia Haul Akbar yang terdiri dari gabungan majelis taklim, yayasan, dan ormas Islam Betawi menyampaikan bahwa tahun ini haul digelar lebih besar karena dibarengi dengan napas HUT DKI. Mereka menghadirkan pembacaan manaqib lebih dari 30 sesepuh dan guru spiritual yang dianggap berjasa merintis dakwah di pelosok Kampung Betawi tempo dulu. "Ini bentuk syukur kami kepada Allah dan terima kasih kepada para guru yang telah tiada," ujar salah satu ketua panitia yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Rangkaian haul juga dimeriahkan dengan pasar kuliner khas Betawi yang menyajikan kerak telor, soto betawi, hingga bir pletok, menjadikan suasana semakin semarak dan melibatkan ekonomi warga setempat. Di akhir acara, dilakukan pemotongan tumpeng nasi uduk raksasa sebagai simbol doa dan harapan agar Jakarta senantiasa diberkahi, aman, dan sejahtera menjelang usianya yang ke‑499.
Dengan kehadiran langsung Gubernur di tengah ribuan masyarakat, haul ini diharapkan mempertegas komitmen Pemprov DKI dalam merangkul seluruh elemen, termasuk komunitas keagamaan, sebagai mitra strategis membangun Jakarta. Kegiatan serupa, menurut rencana, juga akan dilaksanakan di lima wilayah kota sebagai bagian dari perayaan menyambut setengah milenium Ibu Kota.
Comments (0)