warkini.
Viral

Pramono Targetkan Proyek Kabel Bawah Tanah Jakarta Tuntas Lima Tahun

Pemandangan kabel udara yang semrawut bak benang kusut di sudut-sudut Jakarta tampaknya bakal segera menjadi cerita masa lalu. Gubernur DKI Jakarta, Pramon

Pramono Targetkan Proyek Kabel Bawah Tanah Jakarta Tuntas Lima Tahun

Pemandangan kabel udara yang semrawut bak benang kusut di sudut-sudut Jakarta tampaknya bakal segera menjadi cerita masa lalu. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di seluruh penjuru ibu kota dalam kurun waktu lima tahun masa kepemimpinannya.

Langkah ini diambil bukan sekadar demi mempercantik wajah kota, melainkan juga menjawab keresahan warga terkait faktor keselamatan. Dalam beberapa tahun terakhir, insiden kabel menjuntai kerap memakan korban, terutama para pengendara sepeda motor. Melalui proyek SJUT, seluruh kabel optik, listrik, hingga telekomunikasi akan dipindahkan ke bawah tanah secara terintegrasi.

Transformasi Tata Kota dan Keamanan Ruang Publik

Pramono menekankan bahwa penataan kabel bawah tanah menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda modernisasi infrastruktur Jakarta. Menurutnya, kota global yang berdaya saing harus memiliki manajemen utilitas yang rapi, aman, dan berstandar internasional.

"Kami menargetkan dalam lima tahun ke depan, pembangunan SJUT ini bisa rampung menyeluruh. Wajah Jakarta tidak boleh lagi dihiasi kabel-kabel liar yang menggantung berbahaya. Semua utilitas harus masuk ke bawah tanah demi keamanan dan estetika kota," tegas Pramono saat meninjau kesiapan infrastruktur utilitas.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya, serta berkolaborasi erat dengan Dinas Bina Marga untuk mempercepat realisasi proyek ini di berbagai ruas jalan protokol maupun jalan lingkungan.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan

Menanam kabel ke bawah tanah di kota sepadat Jakarta tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan koordinasi intensif antara pemerintah daerah dengan para operator telekomunikasi, penyedia jasa internet, hingga PLN. Oleh karena itu, Pemprov DKI menyiapkan skema percepatan dan regulasi yang jelas agar proses relokasi kabel tidak mengganggu kenyamanan publik maupun layanan jaringan warga.

Beberapa poin penting dalam pelaksanaan proyek SJUT ini meliputi:

  • Pemetaan Zona Prioritas: Pengerjaan difokuskan terlebih dahulu pada ruas jalan utama, kawasan pusat bisnis, dan jalur pedestrian padat.
  • Kolaborasi dengan Operator: Menjalin kesepakatan bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) agar proses migrasi kabel berjalan sinkron.
  • Standardisasi Saluran Bawah Tanah: Membangun sistem *box ducting* yang mudah dirawat (maintenance) sehingga tidak merusak trotoar di masa depan.
  • Penertiban Kabel Liar: Pemotongan tegas terhadap kabel tak berizin yang masih menggantung setelah batas waktu relokasi berakhir.

Pramono optimistis, dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat di lapangan, target lima tahun bukan hal yang mustahil. Transformasi ini diharapkan mampu menghadirkan trotoar yang nyaman, ruang publik yang ramah pejalan kaki, serta mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas akibat jeratan kabel liar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User