Rachmat Gobel Meninggal, Warisan Elektronik Nasional Tetap Hidup
Jakarta — Kabar duka menyelimuti dunia industri nasional. Rachmat Gobel, pemimpin Grup Gobel yang akrab dengan merek legendaris National, meninggal dunia p
Jakarta — Kabar duka menyelimuti dunia industri nasional. Rachmat Gobel, pemimpin Grup Gobel yang akrab dengan merek legendaris National, meninggal dunia pada Jumat dini hari lalu. Kepergian sang visioner ini meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah elektronik Indonesia.
Rachmat bukan hanya penerus bisnis keluarga, tetapi juga arsitek di balik transformasi teknologi rumah tangga di Tanah Air. Ia meneruskan tongkat estafet dari sang ayah, Thayeb Mohammad Gobel, yang sudah merintis bengkel radio kecil pada 1952. Dari bengkel itu, lahir PT Gobel Dharma Nusantara yang kemudian menjelma menjadi konglomerasi elektronik modern.
Dari Bengkel Radio Hingga Raksasa Elektronik
Perjalanan Grup Gobel dimulai dari mimpi sederhana: menghadirkan produk elektronik berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Rachmat Gobel masuk ke perusahaan keluarga pada awal 1970-an setelah menyelesaikan pendidikannya. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan melakukan ekspansi agresif dan menjalin kerjasama strategis dengan raksasa Jepang, Matsushita Electric (kini Panasonic).
"Bapak Rachmat adalah negosiator ulung. Dia berhasil meyakinkan Matsushita untuk memproduksi televisi dan radio dengan merek National di Indonesia. Ini lompatan besar bagi bangsa kita," kata seorang kolega yang enggan disebutkan namanya.
Kerjasama itu melahirkan produk-produk ikonik yang menghiasi rumah tangga Indonesia selama puluhan tahun, mulai dari radio transistor, televisi hitam putih, hingga rice cooker dan kulkas. Merek National menjadi sinonim dengan elektronik rumahan, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan teknisi dan karyawan lokal.
Keteladanan dan Etos Kerja Tanpa Henti
Mereka yang pernah bekerja bersamanya mengenang Rachmat sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan punya perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia. Ia rutin mengirim insinyur Indonesia untuk magang ke Jepang, demi alih teknologi yang sesungguhnya.
"Buat apa kita untung besar kalau tidak bisa menciptakan generasi yang tangguh? Itu prinsip beliau," ujar salah satu mantan direksi.
Pada era 1990-an, Rachmat Gobel juga merintis diversifikasi ke sektor farmasi dan otomotif. Namun inti bisnisnya tetap elektronik. Ia tak pernah lelah memperkenalkan model baru seperti soft touch pada kendaraan listrik lokal, menunjukkan semangat inovasinya yang menyala hingga akhir hayat.
Kepergian yang Meninggalkan Duka Mendalam
Kepergian Rachmat Gobel di usia senja meninggalkan duka bagi keluarga besar industri dan pemerintah. Sejumlah tokoh nasional menyampaikan belasungkawa. Warisannya berupa pabrik modern, jaringan distribusi luas, dan jutaan produk yang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Hari ini, bendera Grup Gobel akan terus berkibar di tangan para penerus. Semangatnya untuk memajukan daya saing bangsa melalui teknologi manufaktur menjadi teladan yang tak lekang oleh waktu.
Meski jenazah telah dikebumikan, nama Rachmat Gobel akan terus terpatri di setiap bunyi 'klik' tombol radio dan nyala televisi National—merek yang telah menjadi saksi bisu perjalanan bangsa.
[TAGS]: Rachmat Gobel, Gobel Group, industri elektronik, National, Panasonic, wafat [SOCIAL_TWEET]: Duka mendalam: Rachmat Gobel, tokoh di balik merek elektronik legendaris National, berpulang. Warisan inovasinya takkan terlupakan. #RachmatGobel #IndustriElektronik #Berpulang [SOCIAL_FB]: Sosok di balik kejayaan merek elektronik nasional telah tiada. Simak perjalanan inspiratif Rachmat Gobel yang mewarnai rumah tangga Indonesia dari dapur hingga ruang tamu. [SOCIAL_TG]: 💔 Kabar duka: Rachmat Gobel, tokoh elektronik Indonesia, meninggal dini hari tadi. Warisannya takkan terganti. [SOCIAL_THREADS]: Baru denger kabar Rachmat Gobel udah ga ada. Padahal berkat beliau, TV National jadi temen masa kecil kita semua 😢
Comments (0)