Dalby, sebuah kota kecil di Western Downs, Queensland, selama puluhan tahun menjadi saksi bisu datang dan pergi perusahaan sumber daya alam. Kini, warga dihadapkan proyek yang jauh berbeda: pusat data (data centre) senilai 31 miliar dolar Australia yang akan menempati lahan seluas 725 hektare.
Dari beranda rumah di tanah semak miliknya, Denver Kanowski menyaksikan berbagai perusahaan datang dan pergi dari pedesaan Queensland selama 70 tahun. Rumah itu ia beli hanya seharga 800 dolar, memungkinkannya hidup sesuai kehendaknya, dekat dengan alam. Sayangnya, rumah tersebut berada di tengah kawasan ladang gas, tak jauh dari situs kontaminasi Linc Energy, tidak jauh dari tambang batu bara, dan dikelilingi tiga pembangkit listrik gas.
Proyek Bernilai Rp300 Triliun di Tengah Ladang Gas
Menurut rencana, pusat data yang diduga terkait raksasa kecerdasan buatan (AI) Anthropic ini akan dibangun di kawasan Western Downs — wilayah yang memang telah lama menjadi rumah bagi infrastruktur energi fosil. Perdana Menteri Queensland menyebut proyek ini sebagai "peluang" besar bagi negara bagian, sementara warga setempat menyambutnya dengan perasaan campur aduk.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Nilai investasi | A$31 miliar |
| Luas lahan | 725 hektare |
| Lokasi | Dalby, Western Downs, Queensland |
| Terkait | Perusahaan AI (Anthropic) |
Bagi sebagian warga, kehadiran data centre raksasa ini adalah kabar baik: investasi besar, lapangan kerja konstruksi, dan potensi pendapatan daerah. Namun bagi warga seperti Kanowski, proyek ini mewakili sesuatu yang lebih mengkhawatirkan — perluasan global kecerdasan buatan yang kini mulai "menancapkan kaki" hingga ke pelosok Queensland.
Likunya Sejarah Energi di Dalby
Kisah Dalby tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang industri energi. Berikut kronologinya:
- Era gas: Kawasan ini lama menjadi wilayah ladang gas, dengan tiga pembangkit listrik gas beroperasi di sekitarnya.
- Bencana kontaminasi: Situs kontaminasi Linc Energy meninggalkan warisan lingkungan yang masih diingat warga sampai sekarang.
- Tambang batu bara: Wilayah ini juga dikelilingi tambang dan infrastruktur pertambangan.
- Era data: Kini muncul proyek data centre senilai puluhan miliar dolar, membuka babak baru bagi kawasan tersebut.
Warga sudah terbiasa dengan proyek-proyek besar yang menjanjikan kemakmuran, namun sering kali meninggalkan jejak lingkungan dan sosial. Karena itu, wajar bila skeptisisme muncul. "Ini tingkat kebodohan yang berbeda," kira-kira begitu nada keluhan sebagian warga yang merasa proyek sebesar ini tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap komunitas kecil.
Pusat data membutuhkan air, energi, dan lahan dalam jumlah sangat besar — tiga hal yang justru menjadi isu sensitif di wilayah pertanian dan energi Queensland.
Peluang atau Ancaman bagi Warga Kecil?
Pemerintah menyoroti sisi positif: pajak, tenaga kerja terampil, dan positioning Queensland sebagai pemain dalam ekonomi digital global. Namun warga mengajukan pertanyaan sederhana: siapa yang benar-benar diuntungkan?
- Manfaat ekonomi: investasi besar dan potensi lapangan kerja jangka panjang.
- Risiko lingkungan: konsumsi energi dan air yang tinggi di wilayah yang sudah stres oleh aktivitas industri.
- Risiko sosial: perubahan karakter kota kecil yang selama ini hidup berdampingan dengan alam.
Dalby pernah melewati badai proyek sumber daya. Pertanyaannya kini, apakah data centre raksasa ini akan menghadirkan masa depan baru — atau sekadar mengulangi pola lama dengan wajah yang berbeda? Satu hal pasti: perdebatan tentang masa depan kota kecil Queensland ini baru saja dimulai, dan suara warga seperti Kanowski akan terus bergema dari beranda rumahnya.
Comments (0)