warkini.
Viral

Ribuan Warga Lampung Gelar Salat Istisqa Minta Hujan Turun

Suasana hening dan khusyuk menyelimuti Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, ketika ribuan umat Islam berkumpul untuk menunaikan ibadah Salat

Ribuan Warga Lampung Gelar Salat Istisqa Minta Hujan Turun

Suasana hening dan khusyuk menyelimuti Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, ketika ribuan umat Islam berkumpul untuk menunaikan ibadah Salat Istisqa. Di bawah terik matahari pagi, jemaah yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, pelajar, hingga masyarakat umum bersujud bersama memohon kepada Sang Pencipta agar mencurahkan rahmat berupa hujan yang membawa berkah.

Pelaksanaan salat sunnah ini dipicu oleh kemarau berkepanjangan yang melanda berbagai wilayah di Provinsi Lampung dan Nusantara. Udara kering, menyusutnya debit air bersih, serta kekeringan yang mulai mengancam lahan pertanian memicu kekhawatiran masyarakat, sehingga ikhtiar spiritual ini menjadi langkah bersama untuk mengetuk pintu langit.

Menundukkan Hati Memohon Berkah Langit

Prosesi ibadah berlangsung khidmat saat imam mulai mengumandangkan takbir, memimpin jemaah dalam dua rakaat salat minta hujan. Selepas salat, khatib naik ke mimbar menyampaikan khutbah yang sarat pesan pertobatan, mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak istigfar, memohon ampunan atas segala kekhilafan, dan menjauhi perbuatan zalim.

"Salat Istisqa bukan sekadar ritual meminta air dari langit, melainkan momentum muhasabah atau introspeksi diri secara kolektif. Kita memohon agar Allah SWT mengangkat kesulitan, memadamkan api bencana, dan menurunkan hujan yang menghidupkan bumi tanpa membawa musibah," ujar salah satu tokoh agama seusai memimpin doa bersama.

Khatib juga mengingatkan bahwa musibah kekeringan kerap menjadi ujian bagi kesabaran sekaligus teguran moral agar manusia lebih bijak dalam menjaga kelestarian alam lingkungan sekitar.

Dampak Kemarau dan Rentetan Bencana

Musim kemarau tahun ini memberikan dampak nyata di berbagai sektor kehidupan masyarakat Lampung. Sejumlah lahan persawahan mulai mengalami retak-retak tanah akibat ketiadaan pasokan air irigasi yang memadai. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menurunkan produktivitas panen para petani lokal.

Selain ancaman krisis pangan dan kelangkaan air bersih bagi rumah tangga, bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi ancaman serius yang mengintai di berbagai titik rawan. Melalui doa bersama ini, masyarakat juga memohon agar berbagai rentetan bencana alam yang terjadi di pelosok Indonesia segera mereda.

  • Ikhtiar Spiritual: Menyatukan ribuan doa warga untuk memohon ampunan dan keberkahan air hujan.
  • Dampak Kekeringan: Mengantisipasi ancaman gagal panen serta krisis pasokan air bersih masyarakat.
  • Mitigasi Berkelanjutan: Mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan sumber mata air.

Menyeimbangkan Doa dan Ikhtiar Nyata

Pemerintah daerah setempat mengimbau masyarakat untuk terus menghemat penggunaan air bersih serta mewaspadai potensi timbulnya titik api. Doa yang dipanjatkan di Lapangan Korpri diharapkan mampu menguatkan mental spiritual warga, sembari terus berkolaborasi melakukan langkah-langkah mitigasi kekeringan secara terukur.

Melalui kebersamaan dan kerendahan hati dalam bersujud, warga berharap langit Lampung segera mendung dan meneteskan rintik hujan kesejukan, membasahi bumi yang dahaga, serta memulihkan denyut perekonomian dan ketenteraman hidup masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User