Rivan A. Purwantono Pimpin Jasa Marga, Siapkan Transformasi Infrastruktur Jalan Tol
Jajaran direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi memiliki nakhoda baru. Rivan A. Purwantono ditunjuk sebagai Direktur Utama, menggantikan kepemimpinan sebelumnya. Sosok yang dikenal memiliki rekam je...
Jajaran direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi memiliki nakhoda baru. Rivan A. Purwantono ditunjuk sebagai Direktur Utama, menggantikan kepemimpinan sebelumnya. Sosok yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di sektor infrastruktur dan keuangan ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi perusahaan pelat merah pengelola jalan tol terbesar di Indonesia tersebut.
Jejak Karier dan Bekal Pengalaman
Bukan nama baru di lingkup BUMN, Rivan Purwantono telah meniti karier selama lebih dari dua dekade. Sebelum menduduki posisi puncak di Jasa Marga, ia pernah memegang sejumlah jabatan strategis, termasuk di sektor perbankan dan perusahaan konstruksi pelat merah lainnya. Kombinasi pemahaman teknis dan finansial ini menjadi modal penting dalam mengelola bisnis jalan tol yang padat modal dan sarat dengan kompleksitas regulasi.
Selama bertugas, ia kerap terlibat langsung dalam proyek-proyek besar seperti pembangunan jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. Kedekatannya dengan pola pembiayaan kreatif—termasuk skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU)—disebut menjadi salah satu alasan utama di balik penunjukannya. “Pengalaman beliau di hilir dan hulu industri infrastruktur sangat relevan untuk mendorong Jasa Marga ke fase pertumbuhan berikutnya,” ujar seorang analis BUMN yang enggan disebutkan namanya.
Warisan Proyek dan Target Ambisius
Di bawah komando baru, Jasa Marga dihadapkan pada target penyelesaian sejumlah ruas tol strategis yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Di antaranya adalah Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan perluasan jaringan Tol Trans Sumatera. Rivan menegaskan bahwa percepatan konstruksi akan diimbangi dengan penerapan teknologi terkini untuk memastikan efisiensi dan keselamatan pengguna jalan.
Lebih dari sekadar membangun fisik jalan, ia juga menyoroti pentingnya transformasi digital di tubuh perusahaan. Modernisasi sistem pembayaran tol nontunai, integrasi data lalu lintas secara real-time, hingga pengembangan smart toll road menjadi prioritas yang akan digenjot. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan dari tarif tol. Inovasi layanan berbasis digital akan menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan kepuasan pengguna,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.
Tantangan Likuiditas dan Ekspansi
Pekerjaan rumah terbesar yang menanti adalah menjaga kesehatan arus kas di tengah ekspansi masif. Sejumlah ruas tol yang baru beroperasi masih berada dalam masa ramp-up—volume lalu lintas belum mencapai titik impas—sehingga langkah restrukturisasi utang dan pencarian mitra strategis menjadi krusial. Rivan diyakini akan memanfaatkan jaringan luasnya di sektor perbankan untuk meramu pendanaan jangka panjang yang lebih kompetitif.
Selain itu, tantangan eksternal seperti penyesuaian tarif yang kerap menuai resistensi publik hingga isu pembebasan lahan harus dikelola dengan pendekatan komunikasi yang lebih transparan. Kemampuan Rivan dalam menjembatani kepentingan pemerintah, masyarakat, dan investor akan sangat diuji pada tahun-tahun mendatang.
Dengan latar belakang multidisiplin dan visi yang berorientasi pada inovasi, publik kini menanti gebrakan nyata Direktur Utama baru Jasa Marga. Akankah ia mampu membawa jalan tol Indonesia menuju standar kelas dunia?
Comments (0)