warkini.
Viral

RSAB Harapan Kita Luncurkan Layanan TeleNICU untuk Perkuat Rujukan Pasien Anak

Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita resmi meluncurkan layanan inovatif berbasis teknologi digital, yakni TeleNICU dan TelePEDIATRICS. Inisiatif

RSAB Harapan Kita Luncurkan Layanan TeleNICU untuk Perkuat Rujukan Pasien Anak

Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita resmi meluncurkan layanan inovatif berbasis teknologi digital, yakni TeleNICU dan TelePEDIATRICS. Inisiatif strategis ini dirancang khusus untuk memfasilitasi proses pemantauan jarak jauh (tele-monitoring) antarfasilitas kesehatan (faskes) yang hendak merujuk pasien bayi baru lahir kritis maupun anak-anak ke rumah sakit rujukan tingkat lanjut.

Peluncuran inovasi kesehatan ini diharapkan mampu menekan angka mortalitas serta komplikasi pada pasien anak selama masa transisi rujukan, terutama saat pasien masih berada di faskes perujuk atau sedang dalam perjalanan ambulans.

Latar Belakang: Mengatasi Keterlambatan Penanganan Pasien Kritis

Proses transfer pasien anak dalam kondisi gawat darurat kerap menghadapi kendala jarak, keterbatasan fasilitas pendukung di daerah, serta minimnya ketersediaan dokter subspesialis. Kehadiran TeleNICU dan TelePEDIATRICS menjadi jembatan konsultasi medis langsung antara dokter di fasilitas kesehatan perujuk dengan tim ahli spesialis anak di RSAB Harapan Kita.

Direktur Medik dan Keperawatan RSAB Harapan Kita, dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K), MARS, menegaskan pentingnya pemantauan intensif sebelum pasien tiba di rumah sakit tujuan.

"Layanan TeleNICU dan TelePEDIATRICS kami hadirkan sebagai langkah nyata tele-monitoring antarfaskes. Dengan pemantauan medis secara real-time, tim medis di faskes perujuk mendapatkan panduan langsung dari dokter konsultan kami untuk menstabilkan kondisi pasien sebelum dan selama perjalanan rujukan," jelas dr. Endah.

Tahapan Alur Rujukan Berbasis Tele-Monitoring

Integrasi sistem pemantauan digital ini melibatkan serangkaian prosedur terstruktur demi menjamin keselamatan pasien anak di setiap fase rujukan:

  1. Inisiasi Kontak dan Pengiriman Data Pasien: Dokter di fasilitas kesehatan perujuk menginput data rekam medis awal, kondisi klinis, serta tanda-tanda vital bayi atau anak melalui platform telekonsultasi terintegrasi.
  2. Asesmen dan Konsultasi Real-Time: Tim dokter spesialis anak dan konsultan intensif anak (NICU/PICU) RSAB Harapan Kita melakukan evaluasi langsung via telekonferensi video resolusi tinggi serta memberikan rekomendasi tindakan stabilisasi darurat.
  3. Pemantauan Selama Perjalanan (Transport Monitoring): Kondisi pasien terus dipantau secara jarak jauh saat berada di dalam ambulans transportasi rujukan untuk mengantisipasi penurunan klinis mendadak.
  4. Kesiapan Tim Penerima di RS Rujukan: Sebelum pasien tiba, ruang perawatan intensif dan peralatan medis khusus di RSAB Harapan Kita telah disiapkan sepenuhnya sesuai diagnosis awal.

Fokus Layanan TeleNICU dan TelePEDIATRICS

Kedua layanan tele-monitoring ini memiliki fokus intervensi klinis yang saling melengkapi:

  • TeleNICU (Neonatal Intensive Care Unit): Berfokus pada penanganan bayi baru lahir (neonatus) dengan kondisi kritis, seperti kelahiran sangat prematur, asfiksia berat, kelainan bawaan mayor, hingga gagal napas neonatal.
  • TelePEDIATRICS: Melayani konsultasi dan monitoring kasus pediatrik umum hingga kritis pada anak usia balita hingga remaja yang membutuhkan penanganan subspesialistik komprehensif.

Melalui adopsi layanan digital terintegrasi ini, RSAB Harapan Kita bertekad memperluas jejaring rujukan anak ke berbagai penjuru daerah, sekaligus memastikan setiap anak di Indonesia mendapatkan akses perawatan darurat berkualitas tinggi tanpa terhalang sekat geografis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User