Rusia Lancarkan Serangan Rudal dan Drone, Delapan Warga Ukraina Tewas
Kiev — Militer Rusia melancarkan gelombang serangan besar-besaran ke wilayah Ukraina pada Sabtu (11/7) dini hari, menggabungkan rudal balistik, drone kamik
Kiev — Militer Rusia melancarkan gelombang serangan besar-besaran ke wilayah Ukraina pada Sabtu (11/7) dini hari, menggabungkan rudal balistik, drone kamikaze, dan bom berpemandu presisi. Sedikitnya delapan warga sipil tewas dan lebih dari 40 orang mengalami luka-luka, menjadikannya salah satu hari paling berdarah dalam konflik yang telah berlangsung sejak invasi Februari 2022.
Kronologi Serangan: Fajar yang Berdarah
- Pukul 04.30 waktu setempat — Sistem peringatan dini Ukraina mendeteksi peluncuran puluhan rudal balistik Kh-101 dan Iskander-M dari wilayah Kursk, Rusia, mengarah ke ibu kota Kiev dan kota industri Kryvyi Rih.
- Pukul 05.15 — Rangkaian pertama rudal balistik menghantam kawasan pemukiman di Distrik Shevchenkivskyi, Kiev, menghancurkan tiga blok apartemen dan menyebabkan kebakaran besar yang menjalar ke delapan bangunan di sekitarnya. Dua anak dan seorang lanjut usia termasuk di antara korban tewas setelah regu penyelamat mengevakuasi puing-puing selama tujuh jam.
- Pukul 06.00 — Secara nyaris simultan, serangan drone Shahed-136 buatan Iran menyasar infrastruktur energi di Odesa dan Mykolaiv di selatan, menyebabkan pemadaman listrik massal. Operator jaringan nasional Ukrenergo melaporkan lebih dari 250.000 pelanggan kehilangan akses listrik dalam hitungan menit.
- Pukul 07.20 — Gelombang kedua serangan mengandalkan bom luncur pintar KAB-500 yang dijatuhkan dari jet tempur Su-34 Rusia, menargetkan sebuah depot bahan bakar strategis di dekat Kharkiv. Ledakan sekunder memicu bola api setinggi 80 meter yang terekam oleh satelit cuaca komersial.
- Pukul 09.00 hingga sore — Serangan sporadis berlanjut dengan artileri berat menghantam garis pertahanan Ukraina di Donetsk, sementara sistem pertahanan udara Patriot dan NASAMS berhasil mencegat setidaknya 17 dari 38 rudal yang diluncurkan Rusia.
Kesaksian dan Dampak Kemanusiaan
Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa pusat kota menjadi salah satu sasaran terparah. "Ini adalah teror sistematis yang dirancang untuk menghancurkan moral rakyat kami sebelum perundingan damai yang dijadwalkan minggu depan," ujarnya dalam konferensi pers darurat, matanya sembab akibat asap dan debu.
"Ini bukan sekadar serangan militer, ini adalah teror sistematis yang dirancang untuk menghancurkan moral rakyat kami sebelum perundingan damai yang dijadwalkan minggu depan." — Vitali Klitschko, Wali Kota Kiev
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui kantor regionalnya di Kiev melaporkan bahwa tiga rumah sakit utama menerima gelombang pasien trauma, memaksa aktivasi protokol darurat massal. Persediaan kantong darah menipis, sementara generator cadangan harus diandalkan pasca-putusnya aliran listrik.
Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan bahwa kombinasi serangan rudal, drone, dan bom pintar menunjukkan eskalasi taktik Rusia yang mengintegrasikan kemampuan penargetan presisi tinggi dengan volume serangan masif, mempersulit upaya intersepsi. Analis militer dari Institut Studi Perang (ISW) mencatat pola ini sebagai "pengepungan udara tiga lapis" yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konflik.
Respon Internasional yang Mengutuk
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui akun Telegram resminya menegaskan bahwa serangan tersebut adalah "bukti bahwa Rusia tidak menginginkan perdamaian". Ia mendesak negara-negara G7 untuk segera mengirimkan tambahan sistem pertahanan udara dan amunisi. Jerman dan Perancis dalam pernyataan bersama menjanjikan pengiriman rudal IRIS-T tambahan dalam waktu 72 jam.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar sidang darurat pada Minggu (12/7) malam waktu New York, atas permintaan Amerika Serikat dan Albania. Sementara itu, Rusia membantah menargetkan warga sipil, mengklaim serangan hanya menyasar "infrastruktur militer" meskipun bukti di lapangan dan rekaman drone sipil menunjukkan sebaliknya.
[SOCIAL_TWEET]: Pagi berdarah di Ukraina: 8 warga sipil tewas, 40+ terluka setelah Rusia lancarkan serangan gabungan rudal balistik, drone, dan bom pintar. Tiga kota utama hancur, listrik 250.000 pelanggan padam. PBB gelar sidang darurat. #UkraineWar #RussiaInvasion #StopTheTerror[SOCIAL_TG]: 🇺🇦💔 Tragedi Sabtu kelam di Ukraina: 8 jiwa melayang, puluhan luka, ribuan tanpa listrik. Rudal & drone Rusia hantam permukiman warga. Simak kronologinya.
Comments (0)