Said Iqbal Serbu Kemenkeu, Minta Pajak JHT Dihapus Total!
Bestie, ini bukan drill! Presiden KSPI yang juga Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, literally masuk ke "kandang macan" langsung,
Bestie, ini bukan drill! Presiden KSPI yang juga Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, literally masuk ke "kandang macan" langsung, yaitu Kantor Kementerian Keuangan. Misi beliau? Satu: tagih janji penghapusan pajak Jaminan Hari Tua (JHT) yang udah jadi hot tea di kalangan pekerja.
Rabu (8/7/2026), Said Iqbal terbang langsung ke kantor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta Pusat. Bukan cuma ngopi cantik, kehadiran beliau ini bawa tuntutan serius yang pasti bikin kita semua yang udah capek mikirin masa tua ikut teriak, "Setuju Banget!"
Bukan Nabung Biasa, Ini Tabungan Sosial, Bestie!
Jadi gini, inti kekesalan yang disampaikan Said Iqbal itu sederhana tapi dalem banget. JHT itu kan tabungan sosial, program negara buat melindungi rakyat—khususnya buruh dan pekerja—biar pas pensiun atau kena PHK nggak langsung gigit jari. Lah, ini malah dikenain pajak pas cair. Menurut beliau, ini sih nggak make sense banget.
"Masa di tabungan sosial yang merupakan program negara untuk melindungi rakyatnya, melindungi buruh pekerja dan karyawannya, dikenakan pajak di tabungannya," ujar Said Iqbal dengan nada yang pasti relate buat kita semua yang tiap bulan liat slip gaji udah dipotong ini-itu.
Secara logika ala anak kost, bayangin aja: kita udah nabung duit sendiri, dipotong dari gaji, buat jaga-jaga di masa depan, eh pas mau diambil buat modal usaha atau sekadar survive setelah kena layoff, tiba-tiba kena cukai lagi. Rasanya kayak sugardaddy yang pelit, kasih duit tapi minta balik lagi, ya nggak sih?
Tabungan Sosial vs Komersial: Beda Nasib?
Said Iqbal menyorot soal perbedaan perlakuan pajak antara tabungan komersial (kayak di bank biasa atau investasi pribadi) dengan tabungan sosial. Kalau tabungan komersial kena pajak, itu wajar karena ada motif profit. Tapi kalau JHT, ini duit rakyat yang dikelola negara justru buat jaring pengaman sosial. Masa iya logikanya disamain?
Kita coba breakdown pake analogi ala konten kreator:
- Tabungan Pribadi (Komersial): Kita nabung sendiri di bank, bunganya kecil, kena pajak. Ya udah, masih rela karena uangnya fleksibel.
- JHT (Sosial): Dipotong paksa dari gaji, dikelola BPJS Ketenagakerjaan, nggak bisa diutak-atik, pas cair kena pajak juga. Double kill!
Karenanya, Said Iqbal mendorong agar JHT benar-benar dibebaskan dari pajak. Biar fungsi dasarnya sebagai social safety net berjalan murni tanpa terasa kayak beban ganda buat pekerja.
Momen Dialog atau Drama? "Mba Siska Pajak" Jadi Sasaran
Belum ada pernyataan resmi ya bestie dari pihak Kemenkeu soal hasil pertemuan ini. Tapi, kehadiran Said Iqbal yang "menyerbu" langsung ke kantor Purbaya ini jelas bukan tanpa sebab. Apalagi ini kan bulan Juli, musimnya "opini publik masuk" sebelum RAPBN digodok. Ini timing yang pas buat memastikan suara buruh terdengar sampai ke meja menteri.
Kita semua pasti penasaran, bakal ada revisi aturan nggak nih? Atau cuma jadi drama "Mba Siska Pajak" yang viral tapi nggak solved? Kalau sampai pajak JHT beneran dihapus, bisa jadi ini kado Lebaran kedua yang epic buat seluruh pekerja Indonesia.
Gimana menurut kamu? Apakah pajak JHT memang harus dihapus total, atau ada win-win solution lain dari pemerintah? Drop your hot take di kolom komentar ya! 👇🔥
Sumber: Liputan6.com
Comments (0)