warkini.
Travel

Sanggar Seni Suradiva Gelar Aksi Bersih Sampah dan Tradisi Ngelawang Kedas

Merayakan hari jadi sebuah sanggar seni biasanya identik dengan pementasan megah di atas panggung. Namun, suasana berbeda terlihat pada perayaan ulang tahu

Sanggar Seni Suradiva Gelar Aksi Bersih Sampah dan Tradisi Ngelawang Kedas

Merayakan hari jadi sebuah sanggar seni biasanya identik dengan pementasan megah di atas panggung. Namun, suasana berbeda terlihat pada perayaan ulang tahun ke-8 Sanggar Seni Suradiva. Alih-alih hanya berfokus pada olah gerak dan tabuhan gamelan, sanggar ini justru mengajak sekitar 80 anak didiknya untuk turun langsung ke jalan, menyisir sudut-sudut lingkungan demi membebaskannya dari kepungan sampah plastik.

Aksi peduli lingkungan ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian seni budaya Bali tidak boleh terlepas dari kewajiban menjaga alam sekitar. Suasana hangat dan penuh keceriaan pun menyelimuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut.

Kronologi Rangkaian Aksi Peduli Lingkungan

Kegiatan perayaan sewindu Sanggar Seni Suradiva dirancang secara runut agar anak-anak tidak hanya belajar mencintai seni, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan ekologis:

  1. Aksi Pungut dan Pilah Sampah: Puluhan anak menyusuri area pemukiman warga sembari membawa kantong sampah. Mereka memilah sampah organik dan anorganik, dengan fokus utama mengangkat sampah plastik sekali pakai yang berserakan.
  2. Sesi Edukasi Lingkungan Interaktif: Setelah sampah terkumpul, pengurus sanggar memberikan penjelasan singkat mengenai dampak buruk limbah plastik yang sulit terurai terhadap ekosistem tanah dan air Bali.
  3. Keseruan Fun Games: Acara dilanjutkan dengan berbagai permainan kelompok yang bertujuan memupuk rasa persaudaraan, kekompakan, dan sportivitas antaranggota sanggar.
  4. Konsolidasi Program Ngelawang Kedas: Sebagai penutup, pimpinan sanggar mengumumkan rencana pengaktifan kembali parade budaya berbasis daur ulang.

Seni dan Alam Adalah Dua Sisi Mata Uang

Pimpinan Sanggar Seni Suradiva, Adi Siput, menegaskan bahwa penanaman karakter peduli lingkungan mesti dipupuk sejak usia dini. Baginya, seniman sejati adalah sosok yang juga menghormati ruang hidupnya.

"Di usia yang ke-8 ini, Suradiva ingin anak-anak tidak hanya mahir dalam seni, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Seni dan alam adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan," ujar Adi Siput di sela-sela kegiatan.

Menurut Adi, filosofi budaya Bali senantiasa mengajarkan keharmonisan antara manusia, pencipta, dan alam lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, aktivitas sanggar diarahkan agar selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal tersebut.

Menghidupkan Kembali 'Ngelawang Kedas'

Momentum perayaan ini sekaligus menjadi titik tolak kebangkitan program inovatif bertajuk Ngelawang Kedas. Tradisi ngelawang—yakni pertunjukan barong keliling desa yang biasanya digelar untuk menetralisir energi negatif—dikemas ulang dengan muatan edukasi kebersihan.

Berikut adalah poin-poin utama keunikan dari program Ngelawang Kedas yang disiapkan sanggar:

  • Kostum Barong Ramah Lingkungan: Rangka dan hiasan barong dirancang khusus dengan memanfaatkan material daur ulang dari sampah plastik yang telah dibersihkan.
  • Pesan Edukasi Kebersihan: Pementasan keliling disisipi ajakan interaktif kepada warga desa agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
  • Kolaborasi Seni Tradisi dan Isu Modern: Menjadikan kesenian rakyat sebagai media kampanye efektif penanggulangan darurat sampah di Pulau Dewata.

Melalui inisiatif ini, Sanggar Seni Suradiva berharap masyarakat luas dapat terinspirasi bahwa menjaga tradisi leluhur dan merawat kebersihan bumi bisa berjalan beriringan tanpa harus saling mengesampingkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User