Debut sirkuit anyar Madrid dalam kalender Formula 1 langsung disambut dingin oleh para pembalap. Bukannya menghadirkan aksi salip-menyalip yang memacu adrenalin, trek hibrida di sekitar pusat konvensi dekat Bandara Barajas tersebut justru dicap membosankan dan minim peluang overtaking.
Kritik pedas datang bertubi-tubi seusai balapan berlangsung. Sejumlah pembalap bahkan secara terang-terangan melontarkan sindiran tajam terkait desain lintasan yang dinilai terlalu sempit, minim titik pengereman ideal, dan memiliki jarak pandang yang buruk di beberapa area titik buta (blind brows).
Kronologi dan Kekecewaan di Lintasan
- Sesi Latihan Bebas: Lintasan sempat dijuluki sebagai "car killer" karena permukaan jalanan kota yang tricky dan dinding pembatas yang sangat rapat.
- Awal Balapan: Juara dunia Lando Norris berhasil memimpin di 15 putaran awal sebelum intervensi Virtual Safety Car (VSC) mengacaukan strateginya dan melemparnya ke posisi kelima.
- Pertengahan hingga Akhir Lomba: Ritme balapan berjalan monoton tanpa banyak aksi menyalip. Ketahanan ban yang di luar dugaan sangat awet di suhu panas membuat strategi pit stop tidak mampu menciptakan variasi kecepatan antar-mobil.
- Garis Finis: Pembalap muda Mercedes Kimi Antonelli sukses mengunci kemenangan, disusul Max Verstappen di posisi kedua dan Lando Norris yang harus puas finis di urutan ketiga.
Gelombang Sindiran: Dari Mengantuk hingga Tikungan 'Overrated'
Kekecewaan tampak nyata dari komentar para pembalap di paddock. Pembalap Audi, Gabriel Bortoleto, bahkan melontarkan kelakar pedas mengenai minimnya aksi di lintasan.
"Balapan tadi sangat membosankan, saya bahkan hampir tertidur di balik kemudi," canda Bortoleto seusai lomba.
Nada serupa disuarakan oleh Lando Norris. Pembalap McLaren tersebut mempertanyakan bagaimana rancangan trek yang sempit dan minim aksi ini bisa mendapatkan persetujuan dari federasi balap internasional.
"Saya benar-benar tidak paham bagaimana seseorang bisa melihat desain trek ini lalu menganggapnya luar biasa. Bagian treknya terlalu sempit dan sangat sulit untuk saling menyalip," tegas Norris.
Sorotan Aspek Keselamatan dan Tikungan Ikonik
Pembalap Williams sekaligus putra daerah Madrid, Carlos Sainz, yang sempat dimintai masukan awal terkait rancangan sirkuit, turut menyuarakan kekecewaannya. Ia membandingkan trek Madrid dengan sirkuit jalan raya lain yang berisiko tinggi.
- Masalah Keselamatan: Sainz menilai tata letak sirkuit memiliki kesamaan dengan Jeddah dan Baku yang rawan insiden fatal namun minim area run-off memadai.
- Tikungan 'La Monumental': Fernando Alonso mengkritik sudut miring (banked corner) yang sempat dipromosikan besar-besaran. Menurut Alonso, tikungan tersebut tidak membutuhkan keterampilan teknis tinggi karena mobil bisa melaju dengan kecepatan penuh tanpa pengereman berat.
- Evaluasi Total: George Russell menambahkan bahwa kelemahan paling mencolok dari trek ini adalah absennya zona salip yang jelas, sehingga pembalap di belakang hanya bisa beriringan hingga bendera finis berkibar.
Kritik tajam dari para bintang F1 ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pihak penyelenggara dan FIA untuk segera mengevaluasi tata letak sirkuit Madrid sebelum balapan musim berikutnya digelar kembali.
Comments (0)