Viral

Slow Living? Tanaman Pangan Ini Wajib Lo Tanam di Rumah

Pernah nggak sih lo scroll TikTok jam 2 pagi terus nemu video estetik orang nyiram tanaman sambil dengerin lo-fi beats? Rasanya damai banget, kan? Nah, fenomena itu bukan cuma sekadar konten estetik b...

Slow Living? Tanaman Pangan Ini Wajib Lo Tanam di Rumah

Pernah nggak sih lo scroll TikTok jam 2 pagi terus nemu video estetik orang nyiram tanaman sambil dengerin lo-fi beats? Rasanya damai banget, kan? Nah, fenomena itu bukan cuma sekadar konten estetik buat cari views. Ada satu tren yang lagi naik daun banget di kalangan Gen-Z dan milenial: slow living. Dan plot twist-nya, tren ini nggak melulu soal dekorasi rumah atau matcha latte, tapi mulai merambah ke hal yang jauh lebih grunded—menanam pangan sendiri.

Konsep slow living sendiri sebenernya simpel: ngurangin kecepatan hidup, lebih mindful sama sekitar, dan nggak jadi budak hustle culture. Tapi belakangan, banyak content creator lokal yang bawa konsep ini ke level baru dengan bercocok tanam di halaman atau pot-pot kecil di balkon apartemen. Salah satu tanaman yang jadi bintang-nya? Ubi jalar, atau yang akrab disebut keledek di beberapa daerah.

Kenapa Ubi Jalar, Sih? Emang Ada Apa?

Gue juga awalnya salfok. Kenapa bukan monstera atau tanaman hias viral lainnya? Ternyata, ubi jalar tuh ibarat paket lengkap yang nggak banyak orang sadari. Ada dua manfaat besar yang lo dapet sekaligus dari satu tanaman yang sama.

Pertama, lo bisa panen daunnya. Yap, daun ubi jalar alias pucuk keledek itu bisa dikonsumsi dan sering banget diolah jadi tumis atau sayur bening. Rasanya? Kaya, sedikit earthy, dan pastinya lebih fresh dari sayuran supermarket yang udah lewat perjalanan panjang. Buat lo yang lagi hemat pengeluaran, ini literally penyelamat dompet.

Kedua, dan yang lebih penting, lo bisa panen umbinya. Ubi jalar yang mateng itu bisa jadi sumber karbohidrat kompleks yang lebih sehat dibanding nasi putih. Indeks glikemiknya lebih rendah, kaya serat, dan penuh vitamin A. Cocok banget buat lo yang lagi jaga pola makan tapi tetap pengen kenyang.

"Gue mulai nge-farm ubi jalar karena penasaran aja waktu itu. Eh, setelah 4 bulan, gue panen dan rasanya kayak menang lotre kecil-kecilan. Dari satu pot, bisa dapet daun buat tumis, terus umbinya buat rebusan. Zero waste banget!" ujar salah satu pengguna TikTok yang videonya sempat viral.

Nggak Perlu Lahan Luas, Ini Cara Mulainya

Mungkin lo mikir, "Gue tinggal di kos 3x3 meter, mana bisa nge-farm?" Bestie, salah besar. Ubi jalar itu tanaman yang nggak rewel. Lo cukup punya satu pot besar atau karung bekas yang diisi tanah gembur. Bahkan, lo bisa mulai dari ubi yang udah berkecambah di dapur—alias jangan dibuang, tapi ditanam.

Prosesnya cukup mudah dan bikin ketagihan. Taruh ubi di wadah berisi air sampai muncul tunas, pindahkan ke tanah, dan tunggu sekitar 3 hingga 4 bulan untuk panen umbi. Sambil nunggu, lo bisa panen daunnya berkali-kali. Aktivitas ini juga jadi semacam terapi buat ngurangin stres setelah seharian kerja atau kuliah. Ada kepuasan tersendiri saat lihat tanaman tumbuh dari nol.

Yang menarik, tren ini juga jadi green flag di kalangan cari pasangan. Bayangin aja, orang yang bisa ngerawat tanaman pangan biasanya lebih sabar, konsisten, dan mindful. Nggak heran kalau sekarang banyak yang nulis di bio dating app-nya, "Suka gardening dan slow living." Auto swipe kanan, sih.

Lebih dari Sekadar Hobi, Ini Investasi Gaya Hidup

Nah, ini bagian yang bikin makin yakin. Menanam ubi jalar bukan cuma soal estetika semata. Ini adalah bentuk nyata dari self-sufficiency. Di tengah harga pangan yang fluktuatif dan kekhawatiran soal ketahanan pangan, punya akses ke sumber makanan sendiri itu sebuah privilege yang bisa lo mulai dari langkah kecil.

Jadi, apakah lo tertarik buat mulai? Nggak perlu langsung punya kebun luas. Mulai aja dari satu pot ubi di sudut balkon. Siapa tahu, beberapa bulan lagi lo udah bisa pamer panen di story Instagram sambil bilang, "Ini mah hasil kerja keras sendiri, bestie."

Gimana? Udah kebayang mau tanam ubi jalar di mana? Atau lo punya pengalaman seru soal berkebun di lahan sempit? Drop di kolom komentar, ya! Jangan lupa share ke temen lo yang lagi galau cari hobi baru!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User