Subsidi Listrik PEN Lanjut, Begini Cara Dapat Diskonnya

Kabar baik buat pelanggan listrik rumah tangga. Program subsidi dari pemerintah melalui skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor ketenagalistrikan resmi diperpanjang. Kali ini, keringanan tagihan...

Jul 12, 2026 - 07:12
0 0
Subsidi Listrik PEN Lanjut, Begini Cara Dapat Diskonnya

Kabar baik buat pelanggan listrik rumah tangga. Program subsidi dari pemerintah melalui skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor ketenagalistrikan resmi diperpanjang. Kali ini, keringanan tagihan akan berlaku hingga akhir Maret 2021. Artinya, masyarakat masih bisa bernapas lega karena beban biaya listrik tetap diringankan di tengah ketidakpastian pandemi yang masih berlangsung.

Cakupan dan Besaran Subsidi

Subsidi kali ini menyasar pelanggan golongan daya rendah yang paling terdampak secara ekonomi. Golongan 450 VA akan tetap menikmati listrik gratis alias diskon 100 persen, sementara pelanggan 900 VA bersubsidi memperoleh potongan sebesar 50 persen dari tagihan bulanan. Bagi kelompok tersebut, program ini menjadi penolong utama agar budget rumah tangga tidak semakin jebol. Pemerintah berharap stimulus ini mampu menjaga daya beli sekaligus mempertahankan akses listrik bagi jutaan keluarga. Program ini merupakan lanjutan dari kebijakan yang sudah berjalan sejak tahun lalu, yang terus dievaluasi sesuai kondisi pemulihan ekonomi nasional.

Cara Klaim yang Mudah

Mulai 7 Januari 2021, pelanggan sudah bisa mengklaim subsidi. Khusus pengguna token listrik, prosesnya cukup sederhana: tinggal masukkan nomor meter dan token diskon akan muncul saat pembelian melalui kanal resmi. Berbeda dengan periode awal yang mengharuskan permohonan lewat situs web atau aplikasi, saat ini sinkronisasi data sudah lebih matang sehingga sebagian besar pelanggan langsung mendapat otomatis potongan saat mengisi pulsa. Bagi pengguna pascabayar, nominal subsidi langsung terpotong di tagihan bulanan tanpa perlu registrasi ulang.

Jadi Angin Segar di Awal Tahun

Perpanjangan ini sekaligus jadi sinyal bahwa pemerintah masih memprioritaskan penanganan krisis daya beli. "Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang kehilangan akses listrik hanya karena kesulitan membayar," ujar seorang pejabat kementerian terkait. Data menunjukkan, selama tahun 2020 lalu, program ini berhasil menopang kebutuhan lebih dari 30 juta pelanggan. Dengan perpanjangan ke Maret 2021, diprediksi beban fiskal tambahan mencapai triliunan rupiah, namun dampaknya langsung terasa di lapisan bawah. Warga pun menyambut baik, seperti yang tampak di sejumlah rusun di Jakarta yang ramai mengisi token sejak pagi hari. Bagi mereka, setiap rupiah diskon adalah napas tambahan untuk memenuhi kebutuhan lain. Program ini dijadwalkan akan kembali dikaji pada triwulan pertama, dengan kemungkinan penyesuaian jika kasus Covid-19 masih tinggi dan ekonomi belum stabil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User