Swiss Pesta Gol ke Gawang Bosnia, Manzambi Jadi Sorotan
Pesta gol tersaji di SoFi Stadium, Inglewood, California, saat Swiss menghancurkan Bosnia dengan skor telak 3-0 dalam laga Grup B Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026). Tiga gol tanpa balas itu bukan ha...
Pesta gol tersaji di SoFi Stadium, Inglewood, California, saat Swiss menghancurkan Bosnia dengan skor telak 3-0 dalam laga Grup B Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026). Tiga gol tanpa balas itu bukan hanya menempatkan Swiss di posisi nyaman, tetapi juga melambungkan nama Johan Manzambi. Striker 23 tahun itu menjadi pusat perayaan setelah mencetak gol ketiga, sebuah momentum yang menegaskan dominasi tim asuhan Murat Yakin sepanjang pertandingan.
Dominasi Swiss Sejak Awal Laga
Sejak peluit dibunyikan, Swiss langsung menggebrak. Baru 12 menit laga berjalan, sepakan keras Remo Freuler dari luar kotak penalti bersarang di pojok gawang Bosnia yang dikawal Ibrahim Šehić. Gol cepat itu memecah kebuntuan dan membuat sekitar 68 ribu penonton yang memadati stadion bergemuruh. Bosnia yang mencoba bangkit justru kerap kehilangan bola di lini tengah, ditekan habis oleh duet gelandang Denis Zakaria dan Djibril Sow. Peluang emas bagi Bosnia hadir lewat sundulan Edin Džeko menit ke-33, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Yann Sommer.
Swiss kemudian menggandakan kedudukan pada menit ke-56. Sebuah skema umpan pendek rapi dari sisi kanan diakhiri dengan sontekan Breel Embolo yang memanfaatkan kemelut di mulut gawang. Gol tersebut memastikan Swiss semakin percaya diri, sementara mental pemain Bosnia seolah runtuh. Pelatih Sergej Barbarez mencoba merespons dengan memasukkan dua penyerang sekaligus, tetapi lini pertahanan Swiss yang kokoh pimpinan Manuel Akanji tak memberi celah berarti.
Gol Manzambi Lengkapi Pesta, Selebrasi Jadi Sorotan
Puncaknya terjadi pada menit ke-72. Johan Manzambi, yang sebelumnya masuk sebagai pengganti di paruh kedua, menunjukkan naluri predatornya. Menerima umpan terobosan dari Fabian Rieder, ia melewati jebakan offside dan dengan dingin menaklukkan Sehic melalui tendangan rendah ke sudut kiri gawang. Gol ketiga itu langsung disambut rekan-rekannya yang mengelilingi Manzambi, mengangkatnya sejenak sebelum ia merayakan dengan gaya khasnya mengarahkan jari ke arah skybox. Sorak-sorai "Hopp Schwiiz!" menggema di tribun.
Seusai pertandingan, Manzambi mengaku tak menyangka akan langsung mencetak gol di penampilan perdananya di putaran final Piala Dunia. “Saya hanya ingin memberikan energi tambahan di depan, dan gol ini untuk para suporter yang luar biasa malam ini,” ujarnya singkat. Manzambi yang kini merumput di FC Basel musim ini kian menegaskan diri sebagai aset berharga Swiss di turnamen empat tahunan ini.
Kemenangan ini membawa Swiss ke puncak klasemen sementara Grup B dengan poin 4, unggul selisih gol dari Kamerun. Sementara Bosnia, yang tanpa kapten Miralem Pjanić akibat akumulasi kartu, harus puas di dasar klasemen dan kini dihadapkan pada misi berat melawan Brasil di laga pamungkas. Di sisi lain, Swiss kini bisa sedikit bernapas lega dan berpeluang besar melangkah ke babak 16 besar, dengan satu laga tersisa melawan Iran.
Pertandingan ini juga mencatatkan rekor bersih lainnya. Manuel Akanji melewati laga tanpa melakukan satu pun pelanggaran, menunjukkan disiplinnya dalam membaca permainan. Selain itu, Yann Sommer untuk ketiga kalinya menjaga gawang tetap perawan di Piala Dunia 2026, menjadikannya salah satu kiper paling konsisten sejauh ini.
Dengan performa seperti ini, optimisme mulai tumbuh di kubu Swiss. Apakah tim ini akan mampu mengulang atau bahkan melampaui pencapaian mereka di perempat final 1954? Panggung berikutnya akan menjawab.
Comments (0)