Masjid Istiqlal Jakarta tampak berbeda pada hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/2/2026). Ratusan jemaah duduk melingkar dengan mushaf di tangan, melafalkan ayat demi ayat Al-Quran dalam kegiatan tadarus yang menjadi pemandangan khas bulan suci. Suasana hening sesekali pecah oleh lantunan ayat yang saling bersahutan di ruang utama masjid terbesar di Asia Tenggara itu.
Tadarus bukanlah sekadar ritual tahunan tanpa makna. Kegiatan ini telah menjadi tradisi turun-temurun umat Muslim di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, sebagai cara memperdalam hubungan dengan kitab suci sekaligus memperkuat ikatan sosial antarjemaah. Banyak orang berusaha membaca satu juz setiap hari, sehingga dalam sebulan penuh mereka dapat menyelesaikan seluruh 30 juz Al-Quran.
Mengapa Satu Juz Sehari Jadi Target Ideal?
Membaca satu juz per hari mungkin terdengar sederhana, tetapi konsistensi menjadi kuncinya. Dalam praktiknya, banyak umat Muslim membagi waktu tadarus di sela-sela aktivitas harian — sebelum sahur, usai salat wajib, atau menjelang berbuka puasa. Target ini dianggap realistis bagi pemula maupun yang sudah terbiasa.
Beberapa masjid bahkan menyediakan jadwal tadarus berkelompok untuk memudahkan jemaah yang belum mampu membaca satu juz sendirian. Metode ini dikenal dengan istilah tadarus bergilir, di mana setiap peserta membaca beberapa halaman lalu dilanjutkan peserta berikutnya.
"Ramadan itu momen paling tepat untuk kembali dekat dengan Al-Quran. Kalau bukan sekarang, kapan lagi kita punya alasan membaca satu juz setiap hari?" ujar salah satu pengurus Masjid Istiqlal kepada jemaah.
Tadarus dan Pembentukan Karakter Selama Ramadan
Selain dimensi spiritual, tadarus memiliki dampak sosial yang signifikan. Kegiatan ini mendorong kebersamaan, disiplin waktu, dan rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan target bacaan. Tidak jarang, kelompok tadarus di masjid-masjid kampung berlanjut menjadi komunitas yang saling mendukung di luar bulan Ramadan.
Menurut sejumlah ustaz, kekuatan tadarus terletak pada prosesnya, bukan hanya hasil akhirnya. Membaca Al-Quran setiap hari melatih kesabaran, memperbaiki tajwid, dan menghadirkan ketenangan batin di tengah ritme hidup modern yang serba cepat.
- 1 juz per hari = 30 juz dalam 30 hari Ramadan
- Target waktu: 15–30 menit per juz untuk pembaca lancar
- Manfaat utama: ketenangan jiwa, penguatan iman, dan ikatan sosial
| Metode Tadarus | Cocok Untuk | Durasi |
|---|---|---|
| Individu | Pembaca mandiri | 15–30 menit |
| Kelompok bergilir | Keluarga & jemaah masjid | 45–60 menit |
| Halaqah bimbingan | Pemula & anak-anak | 60–90 menit |
Foto yang diambil Kapanlagi.com/Budy Santoso menunjukkan suasana khidmat jemaah Masjid Istiqlal saat tadarus hari pertama Ramadan 1447 H. Momen ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menghidupkan kembali interaksi dengan Al-Quran.
Dengan semangat tadarus, diharapkan umat Muslim tidak hanya khatam di bulan Ramadan, tetapi juga melanjutkan kebiasaan membaca Al-Quran di bulan-bulan berikutnya. Sebab, nilai sejati dari tadarus bukan pada pencapaian 30 juz, melainkan pada perubahan hati yang menyertainya.
Comments (0)