warkini.
Travel

Tanjung Morawa — Konflik Suara Azan dan Sound System Berakhir Damai

Suasana siang di kawasan Simpang Permina, Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, mendadak gempar. Sebuah rekaman video pe

Tanjung Morawa — Konflik Suara Azan dan Sound System Berakhir Damai

Suasana siang di kawasan Simpang Permina, Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, mendadak gempar. Sebuah rekaman video pendek yang memperlihatkan ketegangan antara warga setempat dengan dua orang wanita berdurasi singkat langsung memantik perhatian netizen dan menjadi pembicaraan hangat di jagat maya. Perselisihan tersebut bermula dari kekecewaan terkait suara yang berasal dari area sekitar Masjid Al Muttaqin saat kumandang azan zuhur bergema pada Rabu (16/9/2026).

Dalam rekaman yang beredar luas di berbagai platform media sosial, nada suara tinggi dan gestur emosional terlihat jelas dari kedua belah pihak. Warga yang sedang bersiap menunaikan ibadah merasa terkejut dengan aksi protes yang dinilai kurang tepat momentumnya, sementara pihak yang memprotes merasa keberatan dengan kekerasan suara *sound system* di sekitar tempat ibadah tersebut. Ketegangan sempat memuncak hingga memancing kerumunan massa yang emosional di sekitar lokasi kejadian.

Awal Mula Ketegangan di Lapangan

Peristiwa ini bermula ketika dua wanita menghampiri area masjid untuk menyampaikan keberatan mereka atas suara pengeras suara. Namun, alih-alih menemukan titik temu lewat komunikasi yang dingin dan sejuk, interaksi awal di lapangan justru berlangsung panas dan penuh emosi. Unggahan video aksi adu mulut itu menyebar cepat dan menjadi viral, mengundang ribuan reaksi dari warganet yang menyayangkan insiden tersebut terjadi di lingkungan pemukiman yang selama ini dikenal rukun.

"Harusnya bisa dibicarakan baik-baik tanpa harus berteriak di depan umum, apalagi ini saat jam ibadah," tutur salah seorang warga sekitar yang menyaksikan langsung ketegangan tersebut di Simpang Permina.

Mediasi Cepat Melibatkan Tokoh Masyarakat dan Aparat

Menyadari potensi gangguan ketertiban umum dan risiko gesekan sosial yang lebih luas, aparat kepolisian dari Polsek Tanjung Morawa bersama jajaran Koramil, perangkat desa, serta pengurus Masjid Al Muttaqin bergerak cepat. Proses mediasi langsung digelar untuk mendudukkan perkara secara jernih tanpa mengedepankan emosi.

Dalam pertemuan musyawarah tersebut, kedua belah pihak akhirnya saling mendengarkan penjelasan masing-masing. Pihak pengurus masjid memberikan pemahaman terkait fungsi pengeras suara, sementara pihak yang sempat memprotes menyampaikan permohonan maaf atas tindakan mereka yang sempat memicu ketegangan warga sekitar.

"Kami bersyukur kedua pihak memiliki kebesaran hati untuk saling memaafkan. Masalah ini murni karena salah paham dan emosi sesaat. Semua sudah diselesaikan secara kekeluargaan," ujar perwakilan tokoh masyarakat Desa Tanjung Morawa A.

Tabel Ringkasan Kronologi dan Hasil Resolusi

Untuk memahami alur peristiwa dari awal perselisihan hingga tercapainya kesepakatan damai, berikut adalah ringkasan proses penyelesaiannya:

Fase Kejadian Detail Peristiwa Keterangan
Awal Pemicu Protes keras dua warga terkait suara *sound system* saat Azan Zuhur Terjadi adu mulut di area luar masjid
Eskalasi Video rekaman perselisihan diunggah dan viral di media sosial Memicu reaksi emosional dari warganet
Intervensi Aparat Polsek, Koramil, Tokoh Agama, dan Kepala Desa turun tangan Dilakukan pengamanan lokasi dan pengumpulan para pihak
Resolusi Mediasi kekeluargaan dengan penandatanganan surat kesepakatan damai Berakhir damai tanpa proses hukum berlanjut

Pentingnya Komunikasi Harmonis dalam Kehidupan Beragama

Kasus perselisihan mengenai suara pengeras suara di tempat ibadah menjadi pelajaran berharga bagi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya menahan diri dan mengedepankan dialog ketimbang konfrontasi langsung. Musyawarah selalu menjadi jalan terbaik dalam menyelesaikan dinamika sosial di pemukiman padat penduduk.

Penggunaan *sound system* maupun tata cara penyampaian aspirasi warga sudah sewajarnya mengacu pada semangat kebersamaan dan aturan ketertiban umum. Saling menghormati antarwarga adalah kunci utama menjaga kedamaian dan kerukunan di tengah masyarakat.

Dengan penandatanganan kesepakatan damai tersebut, situasi di Desa Tanjung Morawa A kini dipastikan sudah kembali kondusif dan tenteram. Tokoh masyarakat setempat pun mengimbau agar netizen tidak lagi memperkeruh suasana dengan menyebarkan narasi provokatif di media sosial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User