Tapir yang Malang Itu Ditombak Warga Mesuji, Kepalanya Dipukul Besi

Aksi keji perburuan satwa kembali terjadi. Seekor tapir, mamalia besar yang dilindungi undang-undang, ditemukan tewas secara brutal di wilayah Mesuji, Lampung. Satwa bernasib malang itu menjadi korba

Jul 08, 2026 - 08:47
0 0
Tapir yang Malang Itu Ditombak Warga Mesuji, Kepalanya Dipukul Besi

Aksi keji perburuan satwa kembali terjadi. Seekor tapir, mamalia besar yang dilindungi undang-undang, ditemukan tewas secara brutal di wilayah Mesuji, Lampung. Satwa bernasib malang itu menjadi korban kebiadaban sekelompok warga yang tega menombak tubuhnya, lalu menghantam kepalanya dengan besi dongkrak hingga meregang nyawa.

Informasi yang dihimpun media kami menyebutkan, peristiwa memilukan itu tidak hanya berhenti pada pembunuhan. Tapir malang tersebut kemudian disembelih oleh para pelaku. Dagingnya dipotong-potong, dibagi-bagikan di antara mereka, dan dimasak menjadi hidangan rica-rica. Sungguh sebuah pemandangan yang jauh dari rasa kemanusiaan terhadap makhluk hidup yang seharusnya dijaga kelestariannya.

Total ada enam orang yang terlibat dalam perburuan satwa langka ini. Empat di antaranya telah berhasil diamankan oleh aparat kepolisian, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar buronan. Keempat pelaku yang sudah ditangkap adalah Ketut Suwarne (50), Wayan Supatre (30), Tri Suharyanto (45), dan Made Putra Yasa (43).

"Badan tapir itu ditombak, lantas kepalanya dipukul dengan besi dongkrak. Tak hanya itu, tapir tak berdosa itu disembelih. Badannya dipotong-potong, kemudian dibagi-bagi dan dimasak jadi rica-rica oleh para pelaku."

Tapir merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan perundangan di Indonesia. Keberadaannya yang semakin langka seharusnya menjadi perhatian bersama untuk dilestarikan, bukan malah diburu dan dikonsumsi secara sembarangan. Aksi para pelaku jelas melanggar hukum dan bisa dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya hingga ancaman pidana yang cukup berat.

Kasus ini kembali membuka mata publik tentang masih maraknya perburuan satwa liar di sejumlah daerah. Minimnya kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem serta lemahnya pengawasan membuat satwa-satwa langka semakin terancam. Para pelaku yang kini telah ditahan akan menjalani proses hukum lebih lanjut, dan polisi masih terus memburu dua pelaku lainnya yang kabur.

Warkini.com akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini dan mendorong agar para pelaku mendapat hukuman setimpal agar menjadi efek jera bagi siapa pun yang berniat mengulangi perbuatan keji serupa terhadap satwa dilindungi di Tanah Air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User