Gelombang kemarahan atas kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kini merembet hingga ke sektor pertahanan. Sejumlah kalangan di Kanada mulai menyerukan agar pemerintah membatalkan atau meninjau ulang kesepakatan pembelian jet tempur F-35 buatan Lockheed Martin, kontraktor pertahanan asal AS. Suara-suara itu muncul di tengah eskalasi perang dagang yang mengoyak hubungan dua negara yang selama puluhan tahun menjadi sekutu terdekat.
F-35 Lightning II, jet tempur siluman generasi kelima yang menjadi tulang punggung angkatan udara negara-negara sekutu AS, dibanderol dengan harga antara 82,5 juta hingga 109 juta dolar AS per unit, tergantung variannya. Dengan nilai segitu, program pembelian jet ini tercatat sebagai salah satu pengeluaran pertahanan terbesar dalam sejarah Kanada.
Kronologi Tekanan terhadap Kesepakatan F-35
- Januari 2023 — Kanada resmi menandatangani kontrak pembelian 88 unit F-35 senilai sekitar 19 miliar dolar Kanada (sekitar 14 miliar dolar AS), mengalahkan penawaran Saab Gripen dari Swedia.
- Akhir 2024 — Pemerintah Kanada dilaporkan mempertimbangkan pengurangan jumlah pesanan karena tekanan anggaran, sebelum akhirnya mempertahankan angka 88 unit.
- Februari 2025 — Trump mengumumkan tarif impor 25 persen untuk baja dan aluminium Kanada, memicu kemarahan luas di Ottawa dan provinsi-provinsi lain.
- Maret 2025 — Tarif AS resmi berlaku dan Kanada membalas dengan tarif balasan. Desakan untuk meninjau ulang pembelian F-35 semakin menguat di parlemen, media, dan ruang publik.
Kemarahan Publik dan Desakan Pembatalan
Kemarahan publik Kanada memuncak setelah Trump melontarkan ancaman tarif tambahan dan menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51". Pernyataan itu dianggap menghina kedaulatan Kanada dan memicu gerakan boikot produk Amerika dari Ontario hingga Quebec. Kini, gelombang sentimen yang sama mulai menyasar kerja sama militer.
"Ini bukan lagi soal harga pesawat. Ini soal kepercayaan. Membeli jet tempur senilai miliaran dolar dari negara yang terus menekan ekonomi kita adalah keputusan yang wajib dipertimbangkan ulang," ujar seorang analis pertahanan Kanada kepada media lokal.
Tekanan juga datang dari dalam parlemen. Sejumlah anggota parlemen dari berbagai fraksi menyerukan audit menyeluruh terhadap kesepakatan F-35, sementara jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Kanada mendukung peninjauan ulang kerja sama militer dengan AS. Beberapa provinsi bahkan mulai menggelar gerakan simbolis berupa penolakan terhadap produk dan kontrak asal Amerika.
Respons Pemerintah Kanada
Pemerintah Kanada merespons dengan menyatakan akan meninjau seluruh aspek hubungan pertahanan dan perdagangan dengan AS. Perdana Menteri Kanada kala itu menyebut kebijakan tarif Trump sebagai pelanggaran terhadap perjanjian perdagangan bebas yang telah disepakati kedua negara, sekaligus sinyal bahwa Washington tidak lagi bisa dianggap sebagai mitra yang dapat diandalkan.
Namun, membatalkan kontrak F-35 bukanlah langkah mudah. Selain denda dan sanksi kontraktual yang besar, Kanada juga berisiko kehilangan akses ke ekosistem industri pertahanan AS yang selama ini menjadi andalan. Sebagian komponen F-35 justru diproduksi di Kanada, sehingga pembatalan total dapat menimbulkan dampak ekonomi di dalam negeri.
Desakan keluar dari kesepakatan F-35 juga memperkuat wacana Kanada untuk kembali melirik pesawat tempur buatan Eropa, seperti Dassault Rafale asal Prancis, Eurofighter Typhoon, atau Saab Gripen asal Swedia. Sejumlah analis menilai pergeseran ini sejalan dengan dorongan Uni Eropa agar negara-negara anggota mengurangi ketergantungan pertahanan mereka pada Washington.
Dampak bagi Industri Pertahanan
Kontrak F-35 memberikan lapangan kerja bagi ribuan pekerja Kanada. Menurut Lockheed Martin, lebih dari 100 perusahaan Kanada terlibat dalam rantai pasokan program F-35, dengan nilai kontrak industri yang diperkirakan mencapai miliaran dolar. Pembatalan kesepakatan pun akan memukul produsen komponen di Quebec dan Ontario yang selama ini menjadi pemasok utama.
- Harga F-35 bervariasi antara 82,5 juta hingga 109 juta dolar AS per unit.
- Kanada memesan 88 unit F-35 senilai sekitar 19 miliar dolar Kanada.
- Tarif AS sebesar 25 persen untuk baja dan aluminium menjadi pemicu utama desakan pembatalan.
- Lebih dari 100 perusahaan Kanada terlibat dalam rantai pasokan program F-35.
Situasi ini menjadi ujian terbesar hubungan Kanada-AS dalam beberapa dekade terakhir. Keputusan akhir mengenai masa depan F-35 akan menentukan apakah kedua negara mampu membangun kembali kepercayaan, atau justru semakin menjauh di bidang pertahanan maupun perdagangan. Ottawa kini berada di persimpangan: mempertahankan aliansi lama dengan Washington, atau mengambil arah baru menuju kemandirian pertahanan.
[SOCIAL_TWEET]: Tarif Trump kini merembet ke sektor pertahanan: Kanada mulai mempertimbangkan mundur dari kesepakatan F-35 senilai 19 miliar dolar Kanada. Jet tempur yang harganya 82,5-109 juta dolar AS per unit jadi taruhan hubungan kedua negara. #Kanada #F35 #Trump[SOCIAL_TG]: 🇨🇦✈️ Tarif Trump memicu gelombang baru di Kanada: publik dan parlemen mendesak pembatalan pembelian 88 jet tempur F-35 senilai 19 miliar dolar Kanada. Harga per unitnya 82,5-109 juta dolar AS. Akankah Ottawa mundur? Baca selengkapnya di Warkini.com.
Comments (0)