Tata Kota Tangerang Selatan Bangun Infrastruktur Dasar Kampung Keranggan
Pemerintah Kota Tangerang Selatan meluncurkan program penataan kawasan padat penduduk di wilayah Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, dengan menyasar pembangunan fasilitas dasar bagi warga setempat.Fo...
Pemerintah Kota Tangerang Selatan meluncurkan program penataan kawasan padat penduduk di wilayah Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, dengan menyasar pembangunan fasilitas dasar bagi warga setempat.
Fokus pada Infrastruktur Dasar
Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan akses yang lebih layak terhadap kebutuhan pokok perkotaan. Jalan lingkungan, saluran drainase, dan sistem penerangan umum menjadi prioritas utama dalam tahap awal pengerjaan. Langkah ini diambil setelah pemkot melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang selama ini minim sentuhan pembangunan.
Sejumlah warga mengaku sudah lama menanti campur tangan pemerintah karena kondisi jalan yang rusak dan buruknya aliran air saat musim hujan. Dengan adanya perbaikan ini, mobilitas harian diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan risiko banjir bisa ditekan secara signifikan.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Selain memperbaiki wajah kampung, pembangunan infrastruktur juga bertujuan memicu pertumbuhan ekonomi skala mikro. Akses jalan yang lebih baik akan mempermudah distribusi barang dan jasa, terutama bagi pelaku usaha kecil di sekitar permukiman. Pemerintah kota meyakini bahwa lingkungan yang tertata rapi dapat menarik lebih banyak aktivitas ekonomi dan meningkatkan nilai properti warga.
Program serupa sebenarnya telah dijalankan di beberapa kelurahan lain, namun Keranggan mendapatkan perhatian khusus karena kepadatan penduduk dan letak geografisnya yang strategis di Kecamatan Setu. Dengan infrastruktur yang memadai, kawasan ini diharapkan mampu menjadi contoh percontohan transformasi kampung kota di Tangerang Selatan.
Rencana Pengembangan Lanjutan
Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga menyiapkan rencana pengembangan ruang terbuka hijau dan fasilitas sanitasi komunal sebagai bagian dari tahap berikutnya. Kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan kelompok pemuda setempat terus dijalin agar pembangunan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Pengawasan ketat terhadap kualitas material dan pengerjaan dijanjikan berjalan transparan demi hasil yang tahan lama.
Warga mengapresiasi langkah cepat pemkot meskipun sejumlah pihak berharap agar pemeliharaan fasilitas setelah pembangunan juga menjadi perhatian serius. Evaluasi rutin dijadwalkan setiap enam bulan untuk memastikan semua infrastruktur yang telah dibangun berfungsi optimal dan tidak terbengkalai.
Baca juga:
Comments (0)